logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hobi    Menulis    Nonfiksi

Karya Ilmiah Tentang Fenomena Pergaulan Bebas


Ilustrasi karya ilmiah tentang pergaulan bebas

Dalam beberapa karya ilmiah tentang pergaulan bebas disebutkan bahwa masalah tersebut sudah menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi generasi muda saat ini. Bukan hanya di perkotaan, namun masalah pergaulan bebas ini juga sudah merambah hingga ke kawasan yang jauh dari perkotaan.

Salah satu bahaya yang mengintip dari pergaulan bebas ini adalah merosotnya kualitas generasi muda. Hal ini karena dengan menganut kehidupan yang bebas dan jauh dari aturan serta pendidikan sehat, generaasi muda cenderug mengedepankan perasaan mereka dalam bertindak daripada akal sehatnya.

Hal inilah yang dijadikan pokok pembahasan dalam setiap karya ilmiah tentang pergaulan bebas. Dengan demikian pada nantinya, generasi muda Indonesia bisa diselamatkan dari dampak negatif pergaulan bebas yang semakin marak terjadi di tengah masyarakat.

Remaja

Dalam karya ilmiah tentang pergaulan bebas, disebutkan bahwa pokok penelitian mengenai masalah tersebut adalah kalangan remaja. Remaja sendiri didefinisikan sebagai seseorang yang berusia atara 13 hingga 18 tahun. Dalam tahapan ini, seseorang mengalami fase perubahan dari usia anak-anak menuju kehidupan dewasa.

Disini seorang remaja tidak bisa disebut sebagai anak-anak, namun juga belum bisa berpikir secara dewasa. Fase ini banyak diwarnai proses coba-coba dan rasa ingin tahu mengenai sesuatu yang dianggap menarik.

Akibatnya beberapa kali terjadi proses kesalahan yang oleh sebagian kalangan dianggap mengkhawatirkan. Disamping itu, tak jarang menyebabkan pergesekan dan rasa tidak suka dengan lingkungan sekitarnya dan terlebih bagi orang tuanya.

Di usia remaja ini, mereka menyukai kehidupan yang bebas dari aturan serta mencoba menolak atas kemapanan yang ada. Mereka cenderung melawan terhadap segala sesuatu yang bersifat memaksa serta mendudukkan mereka pada posisi yang kaku.

Dengan adanya perkembangan teknologi dan arus globaliasasi, kita harus bisa mencegah pengaruh buruk dari kondisi tersebut pada generasi muda terutama kalangan remaja. Sebab, globalisasi menyebabkan banyak pengaruh negatif yang masuk dan menjadi sebuah gaya hidup di tengah remaja Indonesia. Salah satunya adalah semakin meningkatnya perilaku sex bebas di kalangan remaja, dimana hal ini tidak sesuai dengan norma yang ada di tengah masyarakat.

Pada saar ini, masalah pergaulan bebas ini sudah berada pada taraf yang mengkhawatirkan. Terutama dalam hal pergaulan dengan lawan jenis. Banyak remaja yang tidak lagi malu-malu dalam mengekpresikan hubungan mereka dengan lawan jenisnya. Seperti berpelukan, berciuman atau bahkan bermesraan di muka umum dianggap sebagai hal yang wajar dilakukan saat ini.

Selain itu, semakin rendahnya usia seseorang yang mengenal kata pacaran pun perlu menjadi sebuah perhatian tersendiri. Pada saat ini, anak usia remaja pun sudah banyak yang akrab dengan istilah tersebut. Memiliki pacar atau pasangan, dianggap sebagai salah satu cara untuk mengangkat status mereka di tengah pergaulan dengan lingkungannya. Akibatnya, remaja semakin disibukkan dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menarik perhatian lawan jenis saja dan melupakan kewajiban untuk belajar di sekolah.

Di sisi lain, terjadi pergeseran makna pacaran antara generasi remaja sekarang ini dibandingkan dengan dekade 90an. Pada saat ini, masa pacaran dianggap sebagai sebuah proses dimana hubungan antara lawan jenis sudah bisa berlangsung secara bebas tanpa batas. Akibatnya, angka hubungan sex pada usia dini semakin meningkat yang ditandai dengan semakin tingginya angka kehamilan pada usia sekolah.

Dalam karya ilmiah tentang pergaulan bebas disebutkan bahwa akibat kehamilan usia sekolah ini, berdampak pada semakin tingginya jumlah siswa yang putus sekolah. Karena mereka yang hamil seringkali memutuskan untuk berhenti sekolah dengan berbagai alasan. Seperti malu atau juga karena ingin membesarkan kandungan atau terpaksa dinikahkan dengan orang yang menghamilinya.

Dengan adanya fenomena ini, peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran pada remaja tentang makna pacaran. Pacaran adalah sebuah proses pengenalan antara dua individu yang masih dibatasi oleh berbagai macam norma dan aturan serta adanya larangan untuk melakukan perbuatan tertentu.

Di sisi lain, peran orang tua dalam melakukan pengawasan hendaknya juga diimbangi dengan memberikan kesempatan pada seorang anak untuk melakukan apa yang menurut mereka benar. Dalam kaitan masalah pacaran, hal ini bisa menghindarkan seorang anak akan melakukan pacaran secara sembunyi-sembunyi. Dimana hal ini bisa menimbulkan dampak yang lebih fatal daripada memberikan kebebasan yang diimbangi pengawasan pada seorang anak untuk menjalin hubungan dengan lawan jenisnya.

Dalam kondisi ini, orang tua harus mampu bersikap bijak. Dalam arti, segala permasalahan yang ada haruslah diselesaikan dengan mengedepankan komunikasi yang baik dan dilandasi argumentasi yang sehat serta masuk akal. Misalnya bila belum mengijinkan sang anak untuk menjalin hubungan khusus dengan lawan jenis, kiranya perlu dilakukan pengertian mengenai alasan pelarangan tersebut. Demikian pula, bila mengijinkan anak menjalin hubungan khusus dengan lawan jenis, orang tua haruslah memberikan batasan-batasan tertentu serta menunjukkan dampak yang akan terjadi bila batasan-batasan tersebut dilanggar.

Di sini dibutuhkan komunikasi dua arah dari orang tua dan anak. sehingga pada nantinya masing-masing pihak bisa menyampaikan apa yang ada dalam pemikirannya serta setiap pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan kesadaran dan bukan paksaan. Lebih dari itu, adanya komunikasi ini akan meningkatkan rasa tanggung jawab anak dalam menjawab kepercayaan yang diberikan orang tuanya.

Anak Jalanan

Selain berhubungan dengan masalah sex bebas, masalah pergaulan bebas pada saat ini diwarnai juga dengan keberadaan masalah anak jalanan. Anak jalanan merupakan salah satu fenomena sosial yang banyak terlihat di berbagai kawasan, terutama di perkotaan.

Permasalahan tentang anak jalanan adalah masalah klasik yang tidak pernah selesai dibicarakan. Pengertian anak jalanan sendiri adalah sekelompok anak yang masih berusia sekolah dan hidup tanpa memiliki identitas atau tempat tinggal yang jelas. Mereka hidup secara berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa diketahui siapa keluarga mereka.

Stigma yang melekat tentang anak jalanan ini adalah masalah sosial, kriminal serta sex bebas. Hal ini tidak bisa sepenuhnya disalahkan, karena memang sebagian besar anak jalanan merupakan cermin kemiskinan dan kegagalan proses sosialisasi tentang hidup yang sehat.

Demikian pula masalah kriminalitas. Banyak anak jalanan yang menjalani profesi ini sebagai jalan pintas untuk mendapatkan keinginan mereka. Seperti memeras, mencuri atau merampok. Meski tidak semua anak jalanan memiliki perilaku seperti ini, namun adanya beberapa kasus kriminal yang melibatkan anak jalanan, menjadikan stigma bahwa anak jalanan identik dengan kriminalitas sudah demikian terpatri.

Kehidupan sex bebas pun banyak dijadikan bagian pembicaraan saat mendiskusikan tentang anak jalanan ini. Kehidupan yang bebas, tanpa sekat dan tidak mengindahkan norma yang berlaku menjadikan banyak anak jalanan tidak berpikir panjang dalam berbuat sesuatu. Salah satunya adalah sex bebas, yang hal ini sangat mungkin terjadi karena dalam kehidupan mereka pergaulan antar lawan jenis sudah demikian dalam tanpa batas.

Untuk mengatasi masalah anak jalanan ini, dibutuhkan sebuah konsep yang sifatnya saling terintegrasi. Menangkap mereka dan memasukkan ke penjara, bukanlah sebuah solusi yang tepat. Namun, memberikan bekal ketrampilan serta modal kerja yang memadai, kiranya menjadi sebuah solusi yang tepat untuk mengurangi keberadaan anak jalanan yang sering menimbulkan masalah sosial dan pidana.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tips Jitu Menulis di Jurnal Kampus
  • Kiat Memenangkan Lomba Menulis Buku
  • Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet
  • Mendalami Contoh Resensi Buku Non Fiksi
  • Menulis Hasil Wawancara
  • Teknik Penulisan Proposal Penelitian
  • Pahamilah Pengertian Keterampilan Menulis Dasar!
  • Tips Jitu Menulis Esai
  • Resensi Novel Non Fiksi Jasmine
  • Pintar Menulis dalam Hitungan Hari
  • Dasar-dasar Teknik Menulis Karya Ilmiah
  • Teknik Menulis Surat Dinas
  • Langkah-Langkah Menulis Artikel Semudah Mengarang Bebas
  • Sukses Menjadi Penulis Buku
  • Menumbuhkan Kemampuan Menulis Puisi Anak
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA