logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Hiburan    Puisi    Chairil Anwar    Karya Sastra Chairil Anwar

Pesona Karya Sastra Chairil Anwar Tak Pernah Mati

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Siapa tak mengenal Chairil Anwar? Tidak usah anak fakultas sastra, anak-anak sekolah menengah pun sudah akrab dengan nama ini.

Ya, Chairil Anwar adalah seorang sastrawan atau penyair terkemuka yang merupakan Pelopor Angkatan ’45, bersama Asrul Sani dan Rivai Apin.

Chairil Anwar dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1922 di Medan dan meninggal pada 28 April 1949 di Jakarta karena sakit.

Ia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet, Jakarta Pusat. Ia lahir dari keluarga bangsawan asal Minangkabau dan masih kerabat dengan Sutan Syahrir, perdana menteri di era Presiden Soekarno.

Karya sastra Chairil Anwar yang terkenal berupa puisi. Dalam menciptakan puisi, dia mendobrak pakem-pakem puisi yang telah ada sebelumnya. Bahasa yang indah dan berbunga-bunga yang marak pada puisi-puisi angkatan sebelumnya, tak terlihat pada karya-karya Chairil Anwar.

Karya Chairil Anwar menjungkirbalikkan kaidah-kaidah itu karena ia mengemas puisinya dengan bahasa yang bebas dan penuh pemberontakan. Karena itu, beberapa kritikus sastra menyatakan bahwa karya sastra Chairil Anwar lebih mengutamakan “isi” daripada “bentuk”.

Hal ini tak lepas dari lingkungan yang membentuk Chairil Anwar kala itu. Ia mulai menulis puisi pada 1943, zaman pendudukan Jepang yang penuh pergolakan. Saat itu usianya masih sangat muda, baru 20 tahun. Usia yang tentu penuh vitalitas, semangat, dan idealisme, apalagi melihat lingkungannya yang penuh ketidakadilan dan penindasan.

Simaklah puisi Chairil Anwar yang sangat terkenal yang berjudul “Aku”, yang memperlihatkan bagaimana bahasa yang bebas dan penuh pemberontakan disampaikan untuk menyampaikan gejolak batinnya:

Aku

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi
                                                                                                  
                      Maret 1943

Namun demikian, beberapa pengamat sastra berpendapat bahwa karya-karya sastra Chairil Anwar tak lepas dari pengaruh dari karya-karya sastrawan dunia, terutama sastrawan Belanda. Di antara sastrawan Belanda yang banyak mempengaruhi Chairil Anwar adalah Marsman dan Slauerhoff.

Namun, hal ini adalah wajar. Sebatas itu hanyalah pengaruh dan bukan plagiasi, itu adalah normal dan justru mencerminkan pergaulan Chairil yang luas pada khazanah sastra dunia.

Tak kurang kritikus sastra paling dihormati yang mendapat julukan Paus Sastra Indonesia, H.B. Jassin, yang mengemukakan penilaiannya terhadap Chairil Anwar ini.

Chairil Anwar menulis puisi “Aku” ketika ia baru berumur 20 tahun. Ia menyatakan, “Aku mau hidup seribu tahun lagi.” Namun, enam tahun kemudian ia dipanggil Tuhan Yang Mahakuasa untuk menghadap-Nya. Takdir tak dapat dilawan!

Perjalanan hidupnya boleh singkat. Namun, karya sastra Chairil Anwar tak mengenal batas waktu. Sampai kini karya-karyanya tetap digemari berbagai kalangan, dari anak SD sampai mahasiswa fakultas sastra.

Dibacakan dalam berbagai kesempatan, dari lomba baca puisi hingga Peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kajian-kajian terhadap karya-karyanya, dari esai sampai disertasi, tetap mengalir tanpa henti.

Itulah kiprah si Pelopor Angkatan ’45 -suatu julukan yang juga diberikan oleh H.B. Jassin.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Puisi Chairil Anwar si Binatang Jalang
  • Mengenal Puisi Chairil Anwar
  • Puisi Karangan Chairil Anwar 1945-1949
  • Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar: Riwayat Hidup
  • Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar: Sajak Putih
  • Aku Chairil Anwar Si Binatang Jalang
  • Puisi Puisi Chairil Anwar yang Terkenal
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA