Tips Menyusun Karya Tulis Ilmiah Pertanian
Karya tulis ilmiah pertanian adalah sebuah karya tulis nonfiksi yang mengungkap data dan fakta hasil pengamatan atau peninjauan atau penelitian tentang fenomena tertentu di bidang pertanian. Menyusun karya tulis ilmiah tidak berbeda jauh dengan menulis karya tulis ilmiah lain pada umumnya. Perbedaan mendasar hanya terletak pada ide atau topik yang diangkat pada karya tulis tersebut.
Kenali Jenis Karya Ilmiah.
Sebelum menulis karya ilmiah pertanian, kenali dulu karya tulis seperti apa yang akan kita susun. Karya ilmiah ada beberapa jenis. Salah satu karya tulis ilmiah yang cukup populer diantaranya adalah makalah. Pada umumnya siswa sekolah menengah sudah mengenal cara penulisan makalah ini.
Topik yang Spesifik
Topik adalah pokok bahasan utama yang dibicarakan dalam karya tulis. Untuk menyusun karya tulis ilmiah pertanian yang baik, langkah awal yang harus diambil adalah menetapkan ide atau topik bahasan. Setelah topik diperoleh, lirik kembali topik yang dipilih apakah topik sudah spesifik atau belum? Jika topik masih terlalu luas atau ngambang, segera dipersempit atau dispesifikkan. Topik bahasan yang spesifik memungkinkan kita fokus dalam menyusun karya tulis.
Contohnya Anda mengambil topik tentang teknik budidaya. Ini terlalu luas. Coba sempitkan lagi, teknik budidaya apa? Misalnya, teknik budidaya mawar potong. Sempitkan lagi, dengan sistem apa? Dengan perlakuan apa? Berapa? Dan sebagainya. Jika pertanyaan mentok, berarti topik yang Anda ambil sudah cukup spesifik (fokus).
Temukan Gagasan
Gagasan tercermin pada judul dan tema yang dipilih. Dan selanjutnya , gagasan tersebut dijabarkan dalam rumusan masalah dan pembahasan pada tulisan karya ilmiah. Penjabaran tersebut harus disampaikan berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian di lapangan.
Menyusun Outline
Outline atau kemudian lebih dikenal dengan kerangka karangan bukan suatu hal yang wajib dalam penyusunan karya tulis ilmiah pertanian. Namun penyusunan outline penting dilakukan. Karena outline atau kerangka karangan ini nantinya bermanfaat untuk memudahkan penulis dalam menyusun karangan ilmiah agar lebih sistematis dan fokus.
Namun terkadang menyusun outline juga bukan perkara mudah. Seringkali justru kesulitan menyusun outline menghambat proses menulis kita. Lalu, bagaimana cara menyusun outline yang praktis?
Berikut langkah-langkah praktis dalam menyusun outline karya tulis ilmiah pertanian atau pun karya tulis ilmiah lainnya;
- Tuliskan semua ide yang terlintas di pikiran kita yang berkaitan dengan topik karya tulis.
- Kemudian, seleksi gagasan-gagasan yang sudah dituangkan
- Buang ide atau gagasan yang dianggap tidak penting, dan ambil gagasan yang dianggap penting
- Urutkan gagasan yang sudah terkumpul.
Mengembangkan Outline Menjadi Karya Tulis Ilmiah
Setelah berhasil menyusun outline, langkah selanjutnya adalah mengembangkan outline tersebut menjadi karya tulis ilmiah yang lengkap dan sistematis. Sebuah karya tulis ilmiah yang baik haruslah disusun berdasarkan sistematika karya tulis yang baku. Oleh karena itu outline yang sudah terbentuk, selanjutnya dimasukan dalam dalam susunan unsur-unsur pembentuk karangan ilmiah yang baku.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimana sistematika sebuah karya tulis ilmiah pertanian? Secara umum, susunan sistematika karya tulis ilmiah yang berlaku adalah sebagai berikut
- Bagian pendahuluan
Bagian pendahuluan biasanya memuat; latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penelitian dan sistematika penulisan. - Bagian isi
Bagian isi merupakan inti dari karya tulis ilmiah. Bagian ini memuat pembahasan masalah sesuai dengan maksud dan tujuan penulisan. Pada bagian ini penulis menyampaikan pembahasannya berdasarkan data dan fakta yang ditemukan dilapangan. Untuk memperkuat pendapat atau argumen, penulis boleh mengambil rujukan dari penulis lain yang sesuai dengan topik bahasan. Namun jangan lupa mencantumkan sumber rujukan secara jelas. - Bagian penutup
Bagian penutup memuat kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran diambil berdasarkan pada pembahasan masalah. Saran biasanya bersifat optional, boleh disertakan boleh tidak.
Selamat menyusun karya tulis ilmiah pertanian!






