logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Seni Kontemporer

Puisi: Mengubah Rasa Menjadi Karya


Ilustrasi karya


Sakit hati merupakan sebuah kondisi yang sering dialami kaum muda yang sedang gencar-gencarnya dimabuk cinta. Segala hal yang bersinggungan dengan cinta, hal tersebut memang mampu menghadirkan berjuta keistimewaan. Baik yang menimbulkan efek senang maupun sedih. Namun, berbagai implikasi cinta yang dirasakan itu dapat diubah menjadi sebuah karya. Salah satunya adalah puisi.

Puisi Sebagai Karya

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra selain cerita pendek dan novel. Secara sederhana, puisi dapat didefinisikan sebagai sebuah karangan bebas yang penulisannya terikat dengan persajakan, rima, citraan, jumlah suku kata tiap baris, dan jumlah baris dalam tiap bait. Akan tetapi, definisi tersebut tampaknya hanya berlaku bagi puisi lama.

Seiring berkembangnya zaman, maka berkembang pula proses kreatif yang dimiliki oleh masyarakat sastra, termasuk karya sastra berupa puisi. Jika sebelumnya puisi yang kita kenal mungkin berbasis pada bentuk syair dan pantun yang berbentuk baris dan bait, maka sekarang ini muncul ide yang dinamakan dengan puisi kontemporer.

Puisi kontemporer atau bentuk puisi kekinian tidaklah terikat dengan aturan tersebut. Anda boleh saja membuat sebuah puisi yang hanya satu kata yang dibolak-balik seperti yang dilakukan Sutardji Calzoum Bachri sebagai pelopor puisi kontemporer. Puisi kontemporer ini lebih menitikberatkan nilai rasa atau wujud pengucapan kekuatan batin dibandingkan dengan aturan penciptaan yang mengikatnya.

Semua orang lebih bebas berekspresi lewat puisi kontemporer. Selama kata-kata yang dirangkai memiliki makna tidak biasa atau disusun dengan indah, Anda boleh menyebutnya sebagai puisi. Aturan terselubung penulisan puisi yang masih dipakai tentu merujuk pada bentuk tulisan yang hanya terdiri atas beberapa baris, atau panjangnya tidak seperti cerita pendek.

Namun, jenis karya puisi sendiri sebenarnya beragam, dari mulai tema sampai bentuk yang disampaikannya pun berbeda-beda sehingga kita juga bisa membuat karya semacam itu dengan cara kita sendiri. Begitu juga jika Anda hanya ingin membuat karya berupa puisi dengan hanya menuliskan satu kata sebagtai satu bentuk puisi.

Hal tersebut sudah menjadi sah jika dilakukan pada zaman sekarang yang berbasis kontemporer. Kata "pilu" dalam sebuah puisi, bisa saja merupakan pengejawantahan makna cinta yang Anda rasakan sehingga Anda tidak perlu lagi menulis kalimat panjang berbunyi "mataku meratapi nasib luka yang tidak kunjung hilang" sebagai personifikasi atas cinta yang Anda rasakan.

Dewasa ini, tidak jarang kita juga menemukan bentuk puisi yang bahkan jauh dari apa yang disebut puisi pada masa lampau. Puisi pada zaman sekarang lebih menitikberatkan makna dibandingkan bentuk sehingga pemaknaan dan pembacaan puisi tidak hanya terlibat secara fisik, tapi juga secara psikis atau batin.

Sebagai contoh, bentuk puisi yang tidak berbait seperti puisi pada umumnya bisa jadi memiliki makna secara bentuk yang secara psikis atau batin merepresentasi puisi itu sendiri. Seperti halnya jenis karya puisi mantra Sutardji Calzoum Bachri, puisi Afrizal Malna, atau puisi Jeihan yang lebih menitikberatkan visualisasi dan audio kata dibandingkan bentuk puisi itu sendiri.

Sutardji Calzoum Bachri menganggap bahwa puisi mantra yang dibuatnya merupakan sebuah permainan kata yang tidak perlu mendapatkan persetujuan dari siapapun untuk bisa mengubah kata tersebut menjadi sebuah makna. Makna tidak lagi muncul karena kata-kata tersebut memiliki makna konvensional, akan tetapi makna bisa muncul dengan sendirinya melalui kata-kata yang dipermainkan tersebut.

Permainan kata jenis ini dilakukan pula oleh Afrizal Malna dengan cara yang sedikit berbeda. Afrizal Malna membuat kata-kata menjadi hidup dan berkeliaran seenaknya dengan makna yang juga berkeliaran sehingga untuk bisa menangkap makna karya puisinya, terlebih dahulu kita harus meliarkan pikiran kita dari makna konvensional yang selama ini dibangun dalam pikiran bahasa manusia.

Begitu juga yang dilakukan oleh penyair Jeihan yang memunculkan makna pada gambar dengan menganggapnya sebagai sebuah puisi. Puisi tidak lagi dianggap sebagai kata-kata bermakna, tapi merupakan representasi atas makna kehidupan itu sendiri.

Semua Melibatkan Rasa

Tampaknya, tak ada seorang pun penyair yang tidak menyertakan unsur rasa dalam tiap karyanya. Sekali pun puisinya bercerita tentang keindahan alam, di situ ada perasaan kagum dan senang. Apalagi, yang berurusan dengan cinta dan berbagai perasaan pribadi yang sangat kompleks. Tak mungkin rasanya seseorang mampu menciptakan karya tanpa rasa.

Meskipun seseorang cenderung menuliskan sesuatu yang tengah dirasakannya, tidak menutup kemungkinan pula seseorang menghasilkan sebuah karya karena terinspirasi dengan kisah yang dialami orang lain. Cara mengubah rasa menjadi sebuah karya tidaklah sulit. Anda cukup menulisnya seperti sedang curhat pada buku harian, namun menggunakan kata-kata yang diperindah.

Misalnya, Anda ingin bercerita bahwa bulan ini hubungan percintaan kandas akibat pasangan Anda berselingkuh. Anda dapat mengubahnya menjadi seperti ini /pada purnama yang kini keretaku berganti persinggahan/. Hal-hal sederhana itulah yang sebenarnya dapat Anda lakukan. Hanya mengubah kata bulan dengan purnama dan menggunakan pengibaratan lain untuk mendeskripsikan sesuatu atau seseorang.

Masih dalam kasus yang sama, Anda pun dapat mengibaratkan hubungan percintaan sebagai sebuah huma atau kebun. Maka, Anda dapat menulis seperti ini /kini huma sudah berhama dan gersang di panen ketiganya/. Panen ketiga merupakan kata ganti keterangan waktu jika hubungan percintaan Anda sudah berlangsung satu tahun karena satu kali musim tanam di huma sekitar 3-4 bulan.

Banyak hal yang bisa dieksplorasi dalam pembuatan karya berupa puisi. Dari mulai diksi yang Anda pilih untuk menunjukkan makna rasa, sampai pemilihan tipografi yang juga bisa merepresentasi keinginan Anda untuk melibatkan rasa dalam pembacaan puisi secara visual.

Keluh Kesah Jadi Rupiah

Jika sudah pandai mengubah rasa dalam karya, hal yang berikutnya bisa didapat adalah kepuasan karena Anda pandai memanfaatkan kesempatan untuk berkarya. Dengan kata lain, perasaan Anda yang membuncah tak karuan itu tidak menjadi sebatas perasaan yang direalisasikan lewat tangisan, kemarahan, dan tawa.

Jika karya yang Anda hasilkan dari keluh kesah itu sudah cukup banyak, hal yang perlu Anda lakukan adalah mengirim karya ke media massa maupun beberapa penerbit. Siapa tahu karya Anda membuat mereka tertarik dan dimuat di media massa maupun diterbitkan sebagai buku kumpulan puisi. Dengan demikian, sesuatu yang hanya berawal dari curahan hati itu bisa mendatangkan rupiah.

Akan tetapi, jangan sampai ambisi seperti itu menutupi keinginan murni Anda untuk menjadikan puisi sebagai salah satu karya yang dibuat sebagai representasi atas kehidupan bahkan keinginan Anda dalam kehidupan sehari-hari karena keinginan dan ambisi seperti itu bukan membuat karya yang kita buat terlihat indah, melainkan terlalu ambisius dan terkesan sangat subjektif.

Oleh karena itu, ada baiknya jika kita lebih mengedepankan proses dalam melibatkan rasa dibandingkan dengan proses melibatkan keinginan dan ambisi. Dalam hal pemasukkan rasa pun, diperlukan ide-ide yang muncul dari pikiran agar karya yang dibuat senantiasa terkesan subjektif tanpa meninggalkan jejak keindahan di dalamnya.

Selamat berkarya dan jangan pernah takut untuk memublikasikan karya Anda karena setiap orang membutuhkan waktu dan proses!

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mengenal Unsur dan Teknik Ukir Seni Rupa Indonesia
  • Sejarah Seni Lukis Melahirkan Aliran dalam Lukisan
  • Hadirkan Suasana Rumah Sejuk dengan Ukiran Batu Alam
  • Perkembangan Kerajinan Patung di Dunia - ANNEAHIRA.COM
  • 3 Besar Patung Tertinggi di Dunia
  • Sejarah Gambar Seni Rupa Dunia
  • Seni Kerajinan Keramik
  • Mengenal Seni Kontemporer Mancanegara
  • Perayaan Patung Ganesha, Patung Kuno Simbol Kebijaksanaan
  • Unsur dan Teknik Ukiran Indonesia
  • Sejarah Kesenian dan Berbagai Tujuannya
  • Lukisan Kaligrafi: Seni Mistisme pada Dua Akar Budaya
  • Rekam Jejak Gedung Kesenian Jakarta
  • Makna Patung Kuda Arjuna Wijaya Kebanggaan Indonesia
  • Sejarah Seni Rupa, Tanpanya Dunia Terasa Hampa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA