logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Cinta & Persahabatan    Lain-lain    Kata-Kata Mutiara    Kasih

Kasih Sayang Florence Nightingale dan Pohon Pisang

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Bicara tentang kasih, hal yang terlintas pastilah perasaan menenangkan dan menyenangkan. Sebuah perasaan yang lumrah dirasakan oleh makhluk hidup. Sebagai makhluk Tuhan paling sempurna, manusia memiliki kemampuan untuk menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang lebih nyata. Lalu, bagaimana dengan tumbuh-tumbuhan. Pohon pisang misalnya? Bisakah pohon pisang memperlihatkan kasih sayang yang dimilikinya?

Pohon Pisang dan Kasih Sayang

Ya, pohon pisang. Kasih sayang yang diperlihatkan pohon pisang memang tidak berbentuk seperti kasih sayang yang ditujukan manusia. Pohon pisang memiliki caranya sendiri. Pohon pisang, siapa yang tidak kenal, mudah ditemukan, dan ada di mana-mana. Namun, tahukah anda bahwa ada keunikan pohon pisang yang tidak dimiliki pohon lainnya, yaitu; pohon pisang tidak akan mati sebelum menghasilkan buah dan tunas yang baru.

Jadi, walaupun batangnya ditebang berkali kali, ia tak akan mati, selalu dan pasti tumbuh lagi. Sampai akhirnya pohon pisang telah menghasilkan buah, dan telah menyiapkan tunasnya yang baru sebagai penerus keturunan. Barulah ia siap mati. Hal itu, memang siklus hidup dari pohon pisang. Tapi jika dikonversikan ke dalam hal lain, hal tersebut merupakan bentuk kasih sayang sang pohon pisang. Ia rela mati, tetapi setelah menghasilkan buah untuk bisa dinikmati oleh manusia.

Luar biasa! Sungguh pembelajaran hidup tentang kasih sayang yang sarat makna. Setidaknya ada tiga pelajaran yang bisa kita ambil dari keunikan pohon pisang ini.

Pelajaran Kasih Sayang dari Pohon Pisang - Semangat Bertahan Hidup (survival spirit)

Selain kasih sayang, pelajaran lain yang disiratkan oleh pohon pisang adalah semangat. Untuk dapat bertahan dan menjadi pemenang di kehidupan, amat sangat dibutuhkan kemampuan ini. Hanya pecundang sejati sajalah yang sekali tebang langsung tumbang dan tak mau lagi tumbuh dan berkembang. Bandingkan dengan pohon pisang yang selalu tumbuh lagi walau berkali-kali ditebang. Pelajaran kedua adalah semangat untuk selalu memberikan manfaat.

Pelajaran Kasih Sayang dari Pohon Pisang - Semangat untuk Selalu Memberikan Manfaat (contribution spirit)

Sesungguhnya motivasi yang membuat pohon pisang dapat terus bertahan hidup adalah keinginan untuk menghasilkan buahnya yang belum tercapai. Ia menargetkan hidupnya untuk menghasikan manfaat, selama itu belum tercapai pantang baginya untuk berhenti di tengah jalan. Keinginannya untuk bermanfaat bagi manusia juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang yang tersiratkan oleh pohon pisang.

Pelajaran Kasih Sayang dari Pohon Pisang - Semangat Untuk Terus Melakukan Regenerasi (regeneration spirit)

Setelah memberikan manfaat dalam hidupnya, tak lupa ia untuk menyiapkan generasi berikutnya yang dikemudian hari juga akan memberikan manfaat. Pohon pisang akan mati setelah regenerasi tercapai. Bahwa ini juga bentuk kasih sayang yang diperlihatkan pohon pisang. Ia tidak akan mati sebelum pohon pisang meyakini bahwa ada tunas yang tumbuh setelahnya.

Kasih Sayang Pohon Pisang dan Florance Nightingale

Kasih sayang yang ditunjukkan oleh pohon pisang dengan cara yang berbeda, seharusnya bisa dijadikan pelajaran hidup bagi manusia yang secara alami jauh lebih sempurna. Manusia yang bisa berpikir, memahami dan menginterpretasikan sesuatu idealnya bisa mengambil hikmah dan berperilaku jauh lebih baik.

Sayangnya, manusia terlahir dengan kekerasan hati dan kepala yang berbeda-beda. Tidak semua manusia rela "menjadi" pohon pisang. Tidak semua orang rela menerapkan "ilmu pohon pisang" dalam kehidupannya. Di antara sedikit manusia yang rela, ia salah satunya adalah Florence Nightingale.

Wanita dengan kasih sayang di hatinya ini dilahirkan di Italia tepatnya di daerah Firenze, dari keluarga tuan tanah yang kaya pada tanggal 12 Mei 1820. Terlahir dari keluarga kaya bukan jadi alasannya untuk bermanja-manja dan bertindak sesuka hati. Wanita kaya ini berbeda.

Walau dibesarkan di keluarga bangsawan, Florence remaja memiliki jiwa sosial yang sangat besar. Di masanya hampir tak ada anak gadis yang mau menjadi perawat sebab identik dengan pekerjaan yang rendah dan memalukan, apalagi bagi seorang wanita ningrat. Di hatinya sudah terlanjur tersimpan kasih yang besar untuk dibagikan kepada sesama.

Namun, Florence tak peduli. Dengan jiwa sosial yang diliputi kasih sesama manusia, dia menetapkan hati untuk pergi menjadi sukarelawan menolong korban perang di berbagai medan pertempuran, salah satunya adalah di Krimea, Turki (sekarang wilayah Ukraina). Walau ia ditentang seluruh keluarga dan dilecehkan masyarakat, semangat pengabdiannya kepada kemanusiaan lebih besar dari segalanya.

Di Krimea, Florence manghadapi kondisi yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya. Banyaknya para prajurit yang terluka dan diamputasi dengan persiapan dan perlengkapan seadanya, sehingga mereka dengan mudahnya kehilangan tangan, kaki dan potongan tubuh lainnya. Hal itu benar-benar menguji keberadaan rasa kasih yang berada di hatinya.

Melihat keadaan yang seperti itu, Florance justru merasa tertantang. Sikap perikemanusiaan yang ada di dirinya benar-benar diuji. Bukannya mundur dan menikmati segala fasilitas yang ada, Florance justru mengikhlaskan dirinya untuk menolong para prajurit yang terluka. Ia maju berbekal rasa kasih sayang dan tekad kuat untuk menolong sesama tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Kondisi tersebut diperparah dengan tak adanya sikap higienis yang diperlihatkan oleh para dokter dan perawat di sana, mereka membuang dan menumpuk begitu saja potongan tubuh hasil operasi dan amputasi di luar jendela sehingga mengeluarkan bau  busuk luar biasa. Hal menjijikan tersebut sama sekali tidak mengurangi kadar kasih sayang yang ada di dalam hati Florance. Ia tidak memedulikan hal tersebut. Sungguh wanita hebat yang sangat jarang ditemui.

Semangat Florence sama sekali tidak mengendur. Hampir setiap malam dengan berbekal lampu lentera dia menyisir setiap jengkal medan laga mencari korban perang yang mungkin masih bisa diselamatkan dan membawanya ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan. Ia "menawarkan" kasih sayangnya kepada prajurit tanpa melihat latar belakang prajurit tersebut.

Dia tak mempedulikan suku bangsa, negara, dan agama prajurit yang ditolongnya. Sejak saat itulah ia terkenal sebagai “bidadari berlampu di malam gelap gulita”. Rasa kasih yang dimilikinya menembus apapun dan berlaku untuk siapapun yang membutuhkan pertolongan.

Kasih sayang yang dimiliki dan diperlihatkan Florence mengingatkan kita akan "semangat" yang dimiliki oleh pohon pisang. Bahwa dalam hidupnya, ia harus bermanfaat sebelum akhirnya mati.

Kasih Sayang Florence - Pelopor Perawat Modern

Pengalaman buruknya sebagai perawat di rumah sakit korban perang memotivasi Florence untuk mendirikan sekolah perawat modern yang pertama. Berdirinya sekolah perawat tersebut telah mengubah drastis citra buruk pelayanan kesehatan di masa sebelumnya dan dimulailah dunia keperawatan yang modern. Kasih sayang yang dimilikinya ternyata tidak habis sampai di situ. Florence ingin berbuat lebih dan lebih untuk orang sekitar.

Kini, orang mengenal sekolah perawat dan kebidanan tersebut dengan nama Florence Nightingale School of Nursing and Midwifery. Kasih sayang yang dimiliki Florence adalah cerita di balik berdirinya sekolah tersebut.

Florence Nightingale telah membuktikan, bahwa nilai kemanusiaan di atas segalanya, humanisme itu lintas batas, lintas kelas, lintas ras, dan lintas agama. Ia telah menginspirasi banyak orang untuk melihat sisi lain dari arti kata peperangan. Bahwa selain kejujuran, kasih sayang juga adalah mata uang yang bisa membahagiakan semuanya.

Seperti itulah seharusnya kita, seperti pohon pisang bagi kehidupan yang gersang. Memiliki semangat perjuangan hidup yang tinggi, selalu ingin berarti dan mengabdi, mati meninggalkan generasi yang terinspirasi, dan kasih sayang yang selalu ada dalam hati.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Efek Magis Kata Cinta
  • Meraih Kunci Kehidupan Kata Mutiara Einstein
  • Love Quotes, Kata-Kata Mutiara Cinta
  • MaP Of LoVe - Jurus Kata-Kata Romantis Buat Pacar
  • Kata-Kata Mutiara Persahabatan
  • Kata-Kata Mutiara, Obat untuk Jiwa
  • Apa Arti Kata Persahabatan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA