Menangani Kasus Kekerasan TKI secara Tuntas

Sekali lagi, kasus kekerasan TKI terjadi di luar negeri. Kejadian ini sepertinya telah menjadi sebuah kebiasaan yang tidak dapat dihilangkan. Dimanapun TKI kita berada, maka kasus kekerasan TKI tetap saja terjadi. Kita tidak mengetahui secara pasti penyebabnya, apakah tenaga kerja dari negara lain juga mengalami perlakuan yang sama?
Tentunya dalam hal ini kita tidak perlu mempersoalkan apakah tenaga kerja lain juga mengalami hal yang sama sebagaimana dialami TKI. Hal tersebut tidak urgen. Itu urusan dan wewenang negara masing-masing. Tetapi, ketika tenaga kerja kita yang bermasalah, mengalami kasus kekerasan TKI, maka tidak dapat tidak, kita harus ikut campur dalam penyelesaiannya, agar hal tersebut tidak terulang di saat-saat mendatang.
Perlu Mendalami Latar Belakang Kejadian
Setiap kali ada kasus kekerasan TKI, maka hal pertama yang kita serang atau komentari adalah anarkisme majikan atau yang lainnya. Ini merupakan suatu pendapat yang benar-benar tidak obyektif, tendensius. Kita tidak dapat melakukan hal seperti ini. Kita tetap harus menerapkan konsep praduga tidak bersalah untuk setiap elemen terkait dengan kejadian tersebut.
Salah satu langkah yang perlu kita lakukan adalah dengan mendalami latar belakang kejadian tersebut. Kita harus memahami betul latar belakang mengapa kasus kekerasan TKI dapat terjadi? Dan, selanjutnya kita tentukan langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan dengan segala daya yang kita miliki.
Masalah atau kasus kekerasan TKI ini memang masalah sosial yang cukup rumit jika kita telaah lebih lanjut. Hal ini karena terkait dengan hubungan antar personal yang terbina antara TKI dengan majikan atau juragan tempatnya bekerja. Oleh karena itulah, maka kita perlu mendalami latar belakang permasalahan agar tidak menimbulkan sentimen pribadi, yang tentunya sangat merugikan kedua belah pihak.
Tangani Latar Belakang Secara Tuntas
Latar belakang adalah segala hal yang menyebabkan sesuatu. Jika kita dapat mempelajari, menelaah segala hal yang menjadi penyebab suatu kejadian, maka sebenarnya kita sudah dapat menyelesaikan masalah secara cepat. Dalam hal inilah, kita harus mengedepankan akal dan mengenyampingkan okol. Kita harus berpikir rasional sehingga semakin jelas latar belakang masalah tersebut.
Pada saat kita mengetahui adanya kasus kekerasan TKI, maka sebenarnya pada saat itulah pula harus segera introspeksi terhadap segala hal yang sudah kita lakukan selama ini. Jangan sekali-sekali kita mencari kambing hitam. Sebab hal tersebut tidak menyelesaikan masalah, justru menambah panjang urusan masalah.
Satu hal yang perlu dan penting kita lakukan adalah mempelajari latar belakang dan menangani latar belakang masalah dengan sebaik-baiknya. Dan, beberapa hal yang seringkali menyebabkan atau menajdi latar belakang kasus kekerasan TKI adalah:
• Tingkat kemampuan komunikasi yang kurang
Dalam hal ini yang kita maksdukan adalah tingkat kemampuan berbahasa bagi TKI. Seringkali kita mendapati kenyataan bahwa TKI belum menguasai betul bahasa ibu, dimana dia akan bekerja. Mereka tidak memahami bahasa majikannya.
Akbat kondisi ini, maka seringkali terjadi kesalahan komunikasi dan persepsi untuk hal yang harus dikerjakan di rumah majikan. Akibatnya, hal tersebut menumbuhkan rasa kecewa dan akhirnya dapat menyebabkan kasus kekerasan TKI tersebut.
• Tingkat kemampuan kerja yang kurang
Ada juga, kasus kekerasan yang diawali karena ketidakmampuan TKI untuk mengerjakan bidang kerjanya. Mereka tidak mampu menyelesaikan masalah kerjanya secara baik. Kriteria tenaga kerja yang disampaikan oleh pengadaan tenaga kerja dengan kenyataan tidak sama. Hal ini menyebabkan banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan sebagaimana mestinya.
Oleh karena itulah, maka ke depannya untuk proses pengiriman tenaga kerja harus dilakukan dengan memberikan keterampilan yang aplikatif bagi TKI, dan selanjutnya memberikan pelatihan yang memadai bagi mereka dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Tingkat kemampuan teknis seharusnya diberikan kepada TKI yang hendak dikirimkan dan diberikan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya tersebut.
• Bidang garapan yang tidak sama dengan kemampuan
Ini juga seringkali menjadi penyebab kasus kekerasan TKI, bahwa mereka diberi pekerjaan yang sama sekali tidak sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Jika mereka sebelum berangkat diberi bekal keterampilan, ternyata keterampilan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan jenis pekerjaan yang harus ditanganinya.
Tentunya jika hal ini dilakukan, maka pekerjaan yang dikerjakan tidak dapat dikerjakan sesuai dengan target pencapaian. Bahkan, mungkin kualitas hasil pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya hal tersebut menimbulkan kesalahpahaman dan terjadilah kasus kekerasan TKI.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka sejak sekarang kita perlu memikirkan langkah terbaik sebagai upaya antisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang dan selanjutnya memposisikan TKI sebagai sosok penting di tempatnya bekerja.






