Kasus Keracunan Makanan di Indonesia: Penyebab dan Pencegahannya

Kasus keracunan makanan di Indonesia banyak memakan korban. Bahkan sampai terjadi kematian. Berita mengenai pesta pernikahan, ulang tahun, penyediaan makanan karyawan dan sebagainya adalah beberapa contoh kegiatan yang melibatkan penyediaan makanan yang berpeluang memunculkan keracunan.
Keracunan makanan merupakan sejenis penyakit saluran pencernaan yang disebabkan makanan yang dimakan telah tercemar racun, biasanya bakteri. Bakteri yang menghasilkan racun disebut juga toksin. Penyebab keracunan bisa disebabkan oleh serangga, bahan kimia, racun, dan beberapa jenis tumbuhan
Makanan-makanan yang bisa terkena racun adalah :
- Makanan yang sudah basi
- seafood, daging telur
- Masakan yang digoreng setengah matang tetapi tercemar oleh kuman.
Makanan-makanan ini terkena racun biasanya saat penyimpanan (sebelum makanan dimasak), saat proses pembuatan, dan penyimpanan setelah makanan siap disajikan. Biasanya antara 3-24 jam setelah mengkonsumsi makanan yang terkena racun, akan membawa dampak seperti muntal, mual, diare, keram perut disertai demam, dan dehidrasi. Dehidrasi penanganannya adalah menggantikan cairan yang keluar. Korban keracunan tidak boleh dehidrasi. Jadi sebaiknya berikan air putih yang banyak.
Anjuran untuk mencegah terjadinya keracunan makanan:
- Jangan makan makanan yang basi. Kenali makanan basi dari ciri, bentuk dan rasa.
- Jangan mencicipi makanan yang sudah rusak.
- Pada saat belanja di pasar atau swalayan, ambil terlebih dahulu belanjaan selain makanan, kemudian bahan makanan yang dikemas kaleng, terakhir baru makanan segar.
- Periksa bahan makanan kaleng. Jangan membeli kemasan yang sudah rusak.
- Jangan minum susu, telur, dan ikan mentah. Apalagi orang yang menderita sakit atau mempunyai kelainan pada sistem imunitan (kekebalan tubuh).
- Masaklah ikan sampai matang dan makanlah ikan segera sesudah dimasak. Jangan sampai makanan tersisa lebih dari tiga hari.
- Melelehkan makanan beku harus dengan air dingin biasa, jangan didiamkan pada suhu kamar.
- Selalu memanaskan makanan sedikitnya bersuhu 65% atau 75%.
- Cuci bersih peralatan masak, piring, sendok dll.
- Jangan memotong talenan sayuran di talenan daging sebelum dicuci. Talenan kayu lebih mudah terkontimansi bakeri dibandingkan talenan plastik.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah mencuci daging.
- Simpan dan cuci semua peralatan masak. Jangan menaruh daging matang di tempat daging mentah.
- Cuci bersih sayuran pada air yang mengalir.
Makanan, biasanya disimpan beberapa hari di lemari es agar lebih awet dan segar. Di dalam lemari es makanan berpotensi pula terkena racun. Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan.
- Simpan segera daging, sayur, susu, telur dan bahan makanan segar ke dalam lemari es.
- Buang makanan yang sudah disimpan terlalu lama, apalagi sudah mengeluarkan bau yang tidak enak.
- Seringlah periksa apakah lemari bekerja baik atau dengan temperatur yang sesuai.
- Periksa jangan sampai air daging menetes.
- Jangan biarkan makanan dan minuman menumpuk.
Pertolongan yang dilakukan untuk mencegah keracunan makanan lebih parah:
- Kenali gejala keracunan, seperti kepala pusing, mual, badan lemas dan dingin. Biasainya gejala ini akan muncul sesudah memakan atau meminum sesuatu
- Segera minum susu kental/murni, air kelapa atau air putih yang banyak. Air kelapa terbukti memiliki khasiat sebagai pengurai dan penawar zat racun.
- Jika ingin muntah, muntahkan saja jangan ditahan.
- Jika kondisi tidak berubah dan menunjukkan kondisi yang lebih parah, seperti kejang-kejang sebaiknya dibawa ke rumah sakit.






