logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Hukum    Kasus Pelanggaran Etika Bisnis

Kasus Pelanggaran Etika Bisnis yang Tidak Disadari

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kegiatan Bisnis Berhubungan dengan Orang Lain

Tanpa disadari, kasus pelanggaran etika bisnis merupakan kasus yang dianggap wajar pada masa kini. Mungkin, kita tidak sadar bahwa hampir semua kegiatan bisnis melanggar etika. Contohnya, bila kita melihat iklan produk di televisi. Antara produk satu dengan yang lain saling menjelek-jelekkan dan mengatakan bahwa produk merekalah yang paling bagus. Kadang, kita juga menjumpai beberapa iklan yang menyindir produk lain.

Kegiatan bisnis seharusnya disertai etika yang bagus. Mengapa? Tentu saja karena bisnis adalah kegiatan yang berhubungan dengan orang lain, supplier, distributor, dan pelanggan atau konsumen. Bisnis sama seperti bergaul dengan masyarakat luas yang harus memiliki etika. Ketika bergaul dengan masyarakat, bolehkah kita menyinggung perasaan mereka? Bolehkah kita menjelek-jelekkan tetangga di depan orang lain? Jawabannya, tentu saja tidak. Tak pantas bagi kita untuk melanggar etika dalam masyarakat yang tidak tertulis tersebut.

Sama halnya dengan berbisnis, etika bisnis merupakan hal yang wajib dimiliki dan dilakukan bila kita ingin menjadi seorang pebisnis baik. Tak ada istilah “menghalalkan segala cara” untuk mencapai apa yang diinginkan. Sayangnya, hal-hal tersebut rupanya sudah tidak dimiliki lagi oleh banyak pebisnis.

Banyaknya pesaing membuat mereka melakukan cara-cara yang dianggap tidak beretika, misalnya menjelek-jelekkan produk pesaing dengan gamblang, menyindir dan menghina pesaing dalam iklan meski dengan bahasa halus, mendatangi dukun untuk menjatuhkan rival (biasanya hal ini dilakukan oleh pebisnis yang masih mempercayai hal-hal bersifat klenik), pasang susuk untuk melariskan dagangannya, menjual “cewek cantik” agar pelanggan tertarik untuk membeli, dan trik-trik bisnis lain.

Bersaing Secara Sehat

Beberapa alasan yang membuat para pebisnis melakukan tindakan-tindakan tidak benar, di antaranya sebagai berikut.

  1. Banyaknya kompetitor dengan wajah baru yang lebih “segar”.
  2. Ingin menambah pangsa pasar.
  3. Ingin merajai pasar.

Di antara ketiga faktor tersebut, yang memiliki pengaruh paling kuat adalah faktor pertama. Sama halnya ketika seorang wanita menjelek-jelekkan wanita lain di hadapan orang tertentu. Apa tujuannya? Sebenarnya, wanita yang menjelek-jelekkan tersebut merasa iri dan kalah bersaing dengan wanita yang dijelek-jelekkan atau dia merasa bahwa wanita yang dijelek-jelekkan tersebut merupakan saingan berat. Untuk merusak namanya, dilakukan tindakan jahat tersebut.

Sama halnya dengan berbisnis, setiap hari, banyak sekali pendatang baru yang muncul dengan membawa beragam inovasi dan produk unik. Untuk mempertahankan agar produk perusahaan tetap menjadi yang utama, dibuatlah iklan-iklan berupa sindiran terhadap produk lain sejenis. Sindiran bisa berupa sindiran halus maupun kasar. Akibatnya, konsumen cenderung bingung dan malah mencibir, “Kok, seperti ini?”

Tentu kita kenal dengan istilah, “Bersainglah secara sehat!” Ya. Begitupun, dalam berbisnis. Bersainglah secara sehat tanpa harus menjelek-jelekkan pebisnis lain. Sesuatu yang baik harus diawali dengan hal yang baik pula.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Kasus Bayi Tabung: Mewujudkan Mimpi Memiliki Bayi
  • Mencermati Hukum Pidana di Indonesia
  • Menelaah Perlindungan Hukum bagi Whistle Blower
  • Kasus Pernikahan Dini, Apakah Sebuah Solusi?
  • Jurnal Hukum Mengenai UU Agraria
  • Hukum Agama Islam - Homoseksual dalam Islam
  • Mengetahui Kekuatan Surat Kontrak dan Hukum
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA