Ketidakharmonisan Awal Terjadinya Kasus Pernikahan

Keluarga atau rumah tangga bisa dikatakan sebuah komunitas sosial yang terbentuk dari hubungan resmi antara pria dan wanita. Anggota rumah tangga itu terdiri dari suami, istri, dan anak-anak, yang saling menyayangi. Namun, keadaan tidak akan selalu harmonis. Setiap kehidupan rumah tangga tak akan luput dari berbagai kasus pernikahan.
Di dalam kehidupan berumah tangga, pasti ada berbagai masalah, yang kecil hingga yang bisa mengakibatkan perceraian. Bentuk ketidakharmonisan dalam keluarga dapat memberi pengaruh negatif bagi individu-individu di dalamnya. Beberapa kasus pernikahan yang bisa menyebabkan ketidakharmonisan keluarga, di antaranya sebagai berikut.
1. Ketidakharmonisan Perasaan
Misalnya, keluarga yang di dalamnya kurang terdapat kasih sayang orang tua dengan alasan tertentu.
- Orang tua tidak dapat mencurahkan kasih sayang kepada anak-anaknya.
- Orang tua yang berlebihan mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak sehingga mereka menjadi pemalas, sombong, dan egois.
- Keluarga yang penuh diskriminasi, individu di dalamnya sering melakukan pembedaan-pembedaan.
2. Ketidakharmonisan Hubungan
Terkadang, ketidakharmonisan timbul dari cara bergaul antara suami dan isteri dengan anak-anaknya. Misalnya, orang tua sering bertengkar dan terjadi kekerasan fisik maupun psikis di depan. Selain itu, adanya hubungan yang kurang akur antara orang tua dan anak.
3. Ketidakharmonisan dalam Peraturan
Terkadang, ketidakharmonisan di dalam keluarga terjadi karena tidak memiliki kedisiplinan tertentu. Misalnya, orang tua yang memberikan kebebasan berlebihan kepada anak-anak.
4. Ketidakharmonisan dalam Pengawasan
Karena kesibukan orang tua, pengawasan terhadap anak-anak kadang kurang diperhatikan. Bisa juga karena perbuatan orang tua akibat kehidupan keluarganya tidak stabil. Dalam hal ini, tidak memiliki ketentuan yang pasti daan tidak memiliki sistem yang jelas dalam mendidik anak sehingga urusan mendidik anak diserahkan pada pembantu.
5. Ketidakharmonisan dalam Masalah Ekonomi
Ketidakharmonisan bisa juga muncul karena faktor ekonomi. Kemiskinan yang menyebabkan anak-anak putus sekolah. Bisa juga karena keluarga kaya raya dan anak-anak selalu berada dalam kehidupan yang serba kecukupan dan sering berfoya-foya.
6. Ketidakharmonisan dalam Lingkungan Masyarakat
Lingkungan yang ditempati oleh sebuah keluarga berpengaruh terhadap moral dan kepribadian masyarakat di sekelilingnya.
7. Ketidakharmonisan Akibat Perbuatan Buruk Orang Tua
Orang tua merupakan teladan bagi anak-anaknya. Anak-anak cenderung mengikuti tingkah laku orang tuanya. Orang tua yang melakukan tindak kekerasan, kepada anak dan pasangan, akan mengakibatkan kondisi buruk. Kelakuan, sikap, dan sifat orang tua yang buruk, akan mempengaruhi konsisi psikis keluarga.
8. Ketidakharmonisan Akibat Perceraian atau Kematian
Keluarga yang lengkap menjadikan kehidupan keluarga menjadi lengkap atau seimbang. Kehilangan salah seorang dari mereka akan mengakibatkan kepincangan. Ketidakharmonisan akibat penceraian akan membawa dampak pada pasangan suami-istri dan bisa mempengaruhi psikis anak.






