logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Kutipan    Kata Kata Mutiara

Dampak Negatif Kata-kata Patah Hati yang Sering Diucapkan


Ilustrasi Bentuk Hati yang Patah

Daftar Isi
  1. Self Under Estimate
  2. Disorientasi
  3. Benci Pada Diri Sendiri
  4. Dendam ke Semua Orang
  5. Mengapa Bisa Patah Hati

Saat kita dikecewakan oleh orang yang kita cintai, kata-kata patah hati lah yang biasanya keluar dari mulut kita.

Beberapa kata-kata patah hati yang biasanya kita katakan misalnya, dia memang lebih baik daripada aku, aku memang tidak punya apa-apa, aku memang payah, ya sudahlah lebih baik aku mati saja, tak ada gunanya hidup bagiku, lebih baik aku mati saja, dan kata-kata patah hati lainnya. 

Padahal, kata-kata patah hati yang terus menerus kita ucapkan bisa mempengaruhi mental kita dalam jangka panjang. Apa saja pengaruh kata-kata patah hati terhadap kepribadian?

Under Estimate Terhadap Diri Sendiri

 

Disorientasi

Tidak ada keinginan untuk melakukan apa-apa atau tidak ada gairah untuk mengejar cita-cita juga merupakan salah satu efek negatif dari terlalu seringnya mengeluarkan kata-kata patah hati.

Karena sering mengonsumsi “pil patah hati”, maka semangat kita akan mengalami degradasi sedikit demi sedikit.

Pada akhirnya, kita jadi kehilangan gairah untuk mengejar mimpi dan cita-cita.

“Tak ada lagi yang membuat aku semangat, penyemangatku udah pergi, hatiku sudah hancur”, begitulah kira-kira ungkapan yang membuat diri kita jadi disorientasi.

Kata-kata patah hati seperti di atas bisa mempengaruhi pikiran kita untuk menilai negatif tentang diri kita.

Misalnya kita bergumam, “Aku memang payah, pantas saja dia tidak menyukaiku,” bila hanya diucapkan sesekali mungkin masih bisa dikatakan wajar.

Namanya juga manusia normal yang pasti akan bereaksi bila disakiti. Namun, bila kata-kata patah hati tersebut kita ucapkan setiap saat, maka perasaan negatif tersebut akan tumbuh subur dan tertanam kuat pada jiwa kita.

Pada akhirnya, kita akan membenarkan apa yang kita pikirkan. Kita setuju bahwa kita memang payah dan bukan siapa-siapa.

Yang paling parah adalah bila kita melakukan apa yang kita pikirkan. Misalnya, karena setiap hari kita meracuni pikiran kita dengan kata-kata “Aku memang payah” maka secara tak sadar tindakan kita akan mengarah ke hal tersebut.

Kita jadi bermalas-malasan, sepanjang hari hanya merenung dan menerung, setiap detik menangis, makan tak enak, tidur tak bisa, melakukan aktivitas tidak konsentrasi, dll. Tentu kita setuju bukan dengan ungkapan bahwa “Kita adalah apa yang kita pikirkan”. 

Benci Terhadap Diri Sendiri

“Aku memang tak bisa diandalkan!”
“Kenapa sih aku terlahir di dunia ini!”
“Kenapa Allah menciptakan aku?”
“Kenapa aku tak mati saja?”
“Kenapa aku payah sekali!”
“Kenapa aku tak punya kelebihan apa-apa?”

Pernahkah kita berkata seperti itu pada diri kita sendiri? Hati-hati, karena mungkin saja kita sedang terserang virus patah hati sehingga mengeluarkan kata-kata patah hati yang isinya demotivasi. Alhasil, kita menjadi benci terhadap diri sendiri.

Sesekali mungkin wajar bila kita benci terhadap diri sendiri. Kemudian, setelah fase tersebut kita lewati, kita menjadi pribadi baru yang lebih menyenangkan.

Namun, bagaimana bila rasa benci terhadap diri sendiri tersebut kita kobarkan terus-menerus. Sama halnya ketika kita membenci orang lain, apa yang akan terjadi bila rasa benci tersebut kita tanamkan terus-menerus? 

Kita tidak akan melihat sisi baik dari orang yang kita benci. Sama seperti ketika kita membenci diri kita. Kita tak akan pernah tahu bahwa diri kita ini sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Bagaimana kita bisa tahu bila hati kita sudah tertutup kabut hitam bernama kebencian.

Dendam Terhadap Semua Orang

Bila sebelum dijelaskan bahwa efek kata-kata patah hati yang terus menerus kita ucapkan adalah memandang rendah diri sendiri, ternyata efeknya bisa juga berkebalikan. Kita menjadi pribadi yang terlalu memandang tinggi diri sendiri.

“Aku tidak pantas diperlakukan seperti itu, dia siapa!”
“Awas ya, dia bukan siapa-siapa, aku akan membuat perhitungan!”
“Lihat saja nanti!”
“Bisa-bisanya dia memperlakukan aku seperti ini!”

Kata-kata patah hati yang sering kita ucapkan juga bisa membuat kita dendam kepada semua orang. Kita beranggapan bahwa di dunia ini tidak ada orang baik. Kita juga berencana untuk menghancurkan mereka semua entah bagaimana caranya.

Kita yang tadinya hangat berubah menjadi “pembunuh” berdarah dingin kepada siapa saja. Kita ingin di dunia ini semua orang menderita. Kita ingin mereka semua sakit hati dengan kata-kata super pedas kita. Kita juga bercita-cita agar semua orang saling membenci dan menjadi seperti kita.

Mengapa Bisa Patah Hati

Tentu kita setuju bukan dengan ungkapan bahwa “Kita adalah apa yang kita pikirkan”.

Kata-kata patah hati muncul ketika kita disakiti orang seseorang yang kita cintai atau harapkan. Lalu, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut ini ada beberapa alasannya:

    1. Kita terlalu mengharapkan. Terlalu mengharapkan bisa juga diartikan sebagai terlalu mencintai atau terlalu bergantung. Segala sesuatu yang terlalu akan memberikan efek negatif terhadap diri kita sendiri, benar bukan. Misalnya, kita menyukai seseorang dan sangat mengharapkan orang tersebut juga menyukai kita. Namun yang terjadi justru sebaliknya, orang tersebut sama sekali tidak “melihat” kita bahkan mungkin membenci kita. Bagaimana rasanya? Ketika harapan kita sudah berada di puncak, lalu kita dilemparkan ke dalam jurang, tentu kita akan “sekarat”. Mati tidak, hidup juga tidak. Menderita bukan?
    1. Kita terlalu percaya diri. “Ya gak mungkin lah ya dia nolak aku, secara aku nih cakep kaya dan cerdas! ckckckck”. Suatu ketika, kata-kata patah hati terucap dari mulut kita. Namun kenyataannya, kepercayaan diri kita runtuh ketika apa yang kita yakini tidak benar. Kita ditolak. Harga diri kita jatuh, luluh, dan porak-poranda. Kita berubah menjadi sosok yang sebaliknya.
  1. Kita terlalu khawatir. Film Star Wars mungkin bisa kita jadikan contoh. Kita bisa melihat tokoh Anakin Skywalker yang karakternya berubah 180 derajat yang pada akhirnya dikenal dengan nama Dart Vader. Anakin awalnya adalah seorang Jedi yang baik, pembela kebenaran, dan juga paling diharapkan untuk bisa menghancurkan Dark Sith. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Peristiwa diawali ketika Anakin terlalu khawatir dengan kondisi Padmee, istrinya yang kala itu sedang hamil tua. Dia takut istrinya akan meninggal. Ketakutan yang berlebihan tersebut membuat Anakin jadi lemah. Hal itu dimanfaatkan oleh Dark Sith untuk memengaruhi pikiran Anakin. Dark Sith mengatakan bahwa untuk melindungi Padmee, dia harus berubah menjadi Dark Sith, karena selama Anakin masih menjadi Jedi, kekuatan yang ia miliki tidak akan sepenuhnya ia kuasai. Menuruh Dark Sith, kebaikan membuat seseorang menjadi lemah. Karena begitu cinta dan khawatirnya Anakin terhadap sang istri, ia pun menggadaikan “iman” nya. Ia berubah menjadi Dark Sith dan membunuh semua Jedi. Pada saat itu, justru yang Anakin khawatirkan terjadi. Ia membunuh istrinya sendiri secara tak sengaja karena ia menuduh istrinya berkomplot dengan Obi Wan Kennobi dan mengkhianati cintanya. Anakin berubah menjadi sosok yang benar-benar jahat (Dart Vader). Bermula dari rasa khawatir yang terlalu berlebihan menyebabkan seseorang menjadi sosok yang berkebalikan dengan sebelumnya.

Orang yang terlalu khawatir bisa patah hati dan kemudian berubah menjadi jahat seperti kisah di atas. Mengerikan sekali bukan?
Itu sebabnya, sudah saatnya kita tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi suatu masalah termasuk saat kita sedang patah hati.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Koleksi Kata-Kata Mutiara Bahasa Inggris
  • Kata Mutiara Alkitab: Tuhan Adalah Pelukis Kita
  • Beragam Kata Mutiara Inggris - ANNEAHIRA.COM
  • Kumpulan Kata-Kata Romantis
  • Cara Menangkis Kata-kata Gombal
  • Kata-kata Mario Teguh - Bukan Sekadar Memotivasi
  • Kata-Kata Indah tentang Kehidupan dalam Lirik Lagu
  • Berkhidmat Pada Kata Bijak Kehidupan
  • Bagaimanakah Cara Membuat Kata Mutiara In English?
  • Kutipan Indah untuk Memulai Sebuah Artikel
  • Kata Mutiara Bahasa Inggris: Menggugah dan Elegan
  • SMS Lebaran - Cara Cepat dan Praktis Sambung Silaturahmi
  • Melihat Kehidupan dari Kata Bijaksana Naguib Mahfouz
  • Pentingnya Kata Manis dalam Berbagai Profesi
  • Kekuatan Kata Bijak dalam Kehidupan
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA