Merenungi Arti Kata Mutiara
Kata mutiara adalah kata-kata (biasanya berbentuk kalimat) yang diucapkan, dituturkan, atau dicetuskan oleh seseorang yang terkenal atau seorang figur publik.Kata mutiara sering dijadikan sumber inspirasi, nasihat, dan tuntunan bagi orang agar dapat mencapai tujuan atau memahami kehidupan tokoh yang mengucapkannya.
Kata mutiara juga bisa menjadi ciri yang diasosiasikan terhadap seorang tokoh. Apapun tujuannya, kata mutiara pada hakikatnya mengandung makna yang patut untuk direnungkan sebagai bahan introspeksi atau alat pencetus inspirasi. Berikut ini adalah beberapa kata mutiara terkenal yang juga dilontarkan oleh orang-orang terkenal di bidangnya.
Kata Mutiara Thomas Alfa Edison
“Genius is one percent inspiration, ninety-nine percent perspiration.”
Jenius itu, satu persen inspirasi, sembilan puluh sembilan persen kerja keras.
Kata mutiara tersebut dilontarkan oleh Thomas Alfa Edison, penemu bola lampu. Edison dikenal sebagai pribadi yang luar biasa tekunnya. Hingga umur lanjut, ia masih rajin datang ke laboratorium, melaksanakan eksperimen, serta menginspeksi dan menyapa para karyawannya. Ketekunan inilah yang mengantarkan Edison pada kesuksesan, bukan kecerdasannya.
Sejak muda, ia sudah terbiasa bekerja keras demi kehidupannya. Kata mutiara ini patut para orang tua renungkan dalam pendidikan anaknya. Di zaman sekarang, banyak orangtua yang justru membantu anaknya secara berlebihan dalam mengerjakan tugas atau menyelesaikan masalah. Hal ini membuat anak tidak terlatih dalam melakukan pemecahan masalah dan bermental “ingin segera selesai” apapun caranya.
Kata Mutiara Marie Curie
“Be less curious about people and more curious about ideas.”
Sedikitlah penasaran (tertarik untuk menyelidik) pada orang dan banyaklah penasaran (tertarik untuk menyelidiki) pada ide.
Marie Curie, penemu radium, radioaktivitas, dan wanita peraih Hadiah Nobel fisika pertama di dunia mengatakan ini pada wartawan yang mewawancarainya.
Kata mutiara ini dilontarkan karena ia sering merasa terganggu ketika ditanya macam-macam oleh para wartawan. Kata mutiara ini sangat cocok untuk direnungi sebagian besar masyarakat Indonesia terutama mereka yang senang bergosip atau membicarakan orang lain.
Kata mutiara di atas menganjurkan agar orang tidak terlalu banyak ingin mengetahui urusan orang lain. Daripada membicarakan orang atau mencari-cari tahu urusan orang lain, lebih baik urus diri sendiri. Lebih baik lagi, berpikir, mencari inspirasi, dan berusaha mewujudkan inspirasi itu.
Kata Mutiara John F. Kennedy
“… ask not what your country can do for you — ask what you can do for your country.”
Jangan tanya apa yang negaramu telah beri kepadamu -- tanya dulu, apa yang telah kauberi kepada negaramu?
Kata mutiara tersebut dilontarkan oleh John F. Kennedy, Presiden ke- 35 Amerika Serikat. Makna kata mutiara ini adalah: “Introspeksi dulu diri, apa yang telah diri sumbangkan pada negara, baru kritik pemerintah.”
Sebuah kata mutiara yang mungkin dilupakan atau bahkan tak dikenal bagi sebagian besar orang yang sering protes pada pemerintah. Kata mutiara ini adalah nasihat bagi diri agar mengintrospeksi dulu diri sendiri baru introspeksi orang atau pihak lain.
Kata Mutiara Ludwig van Beethoven
Ich werde im Himmel hören!
Di surga, aku akan mendengar!
Ludwig van Beethoven adalah komponis besar dari Austria. Ia dikenal bukan hanya sebagai komponis hebat karena karyanya. Ia dikenal sebagai komponis hebat karena ia menghasilkan karya hebat ketika pendengarannya terganggu bahkan menjadi hilang total.
Ketabahan dan ketekunannya yang luar biasa termanifestasikan dalam kalimat yang ia lontarkan beberapa saat sebelum ia meninggal ini. Kata mutiara di atas melambangkan suatu sifat optimisme yang luar biasa karena sampai meninggal pun, ia optimis akan bisa mendengar kembali.
Kata Mutiara Linus Torvalds
Those that can, do. Those that can't, complain.
“Yang bisa, bekerja. Yang tidak, mengeluh.
Kata mutiara ini dilontarkan oleh Linus Torvalds, programmer, hacker, sekaligus pembuat source code Linux, sistem operasi yang kini menyaingi popularitas Windows buatan Bill Gates. Kata mutiara ini mirip maknanya dengan kata mutiara yang dilontarkan George Bernard Shaw, “He who can, does. He who cannot, teaches.”
Kata mutiara ini berbentuk sindiran. Maknanya lebih kurang menyatakan bahwa orang-orang yang bisa melakukan sesuatu pasti bisa melakukan hal itu daripada bicara, sedangkan orang yang tidak bisa biasanya bisa mengeluh.
Makna lainnya, orang yang bekerja biasanya diam dan terus bekerja sedangkan yang tidak bisa apa-apa justru banyak bicara. Di Indonesia, kata mutiara ini maknanya mirip dengan peribahasa Tong kosong nyaring bunyinya.
Kata Mutiara Kahlil Gibran
a. Kehidupan
Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam di masa lampau.
b. Kerja
Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengankecintaan, tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaanitu. Lalu, duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja dengan penuh suka cita.
c. Suara Kehidupanku
Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau telinga kehidupanmu; tapi marilah kita coba saling bicara barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu.
d. Keindahan Kehidupan
Keindahan adalah kehidupan itu sendiri saat ia membuka tabir penutup wajahnya. Dan kalian adalah kehidupannya itu, kalianlah cadar itu. Keindahan adalah keabadian yag termangu di depan cermin. Dan kalian; adalah keabadian itu, kalianlah cermin itu.
e. Penderitaan
Penderitaan yang menyakitkan adalah koyaknya kulit pembungkus kesadaran- seperti pecahnya kulit buah supaya intinya terbuka merekah bagi sinar matahari yang tercurah.
Kalian memiliki takdir kepastian untuk merasakan penderitaan dan kepedihan. Jika hati kalian masih tergetar oleh rasa takjub menyaksikan keajaiban yang terjadi dalam kehidupan, maka pedihnya penderitaan tidakkalah menakjubkan daripada kesenangan.
Banyak di antara yang kalian menderita adalah pilihan kalian sendiri- obat pahit kehidupan agar manusia sembuh dari luka hati dan penyakit jiwa. Percayalah tabib kehidupan dan teguk habis ramuan pahit itudengan cekal dan tanpa bicara.
Itulah kumpulan kata mutiara dari Kahlil Gibran. Membahas tentang kata-kata mutiara, belum lengkap rasanya jika tidak melibatkan tokoh yang satu ini, tokoh inspirator yang berpengaruh besar dalam dunia kata-kata mutiara.
Kata-kata mutiara dari seorang Kahlil Gibran merupakan bentuk puisi atau syair yang dijadikan sumber inspirasi bagus dan berguna. Inspirasi dari kata-kata mutiara ini mampu menciptakan motivasi yang kuat dalam bersikap dan bertindak.
Kata Mutiara Bung Karno
“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)
“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Bung Karno)
Kata mutiara di atas adalah beberapa contoh kata mutiara yang diucapkan Bung Karno kepada rakyat Indonesia yang dulu beliau pimpin. Melalui kata mutiara tersebut, kita bisa lihat betapa Bung Karno memiliki semangat yang sangat tinggi untuk melakukan sesuatu kebaikan. Selain itu, Bung Karno pun termasuk orang yang besar hati, beliau mengakui kelemahan diri sebagai penguasa, menganggap rakyat memiliki kuasa langgeng, dan mengagungkan tuhan yang berkuasa atas segal.







