logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Liburan & Rekreasi    Jawa Barat    Wisata Alam Jawa Barat

Keindahan Kawah Putih Ciwidey


Ilustrasi kawah putih ciwidey

Kawah putih Ciwidey adalah objek wisata yang terkenal di Jawa Barat yang berada di daerah Ciwidey. Lokasi Kawah Putih ini berada di Bandung Selatan. Kawah Putih merupakan danau kawah Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 m di atas permukaan laut.

Suhu udara di daerah Kawah Putih ini sekitar 8–22 derajat Celsius. Ada sebuah mitos bagi penduduk sekitar mengenai Kawah Putih ini, bahwa Kawah Putih adalah tempat bagi para arwah leluhur bersemayam, tak ada seorang pun yang berada di sana tanpa meregang nyawa, burung–burung pun enggan beterbangan di atasnya.

Pendapat itu tidak sepenuhnya salah. Dapat dikatakan bahwa Kawah Putih Gunung Patuha itu memang benar berwibawa dan angker karena ketinggian serta kesunyian yang dimiliki oleh gunung tersebut. Inilah yang membuat suasana menjadi sedikit mencekam. Kawah Putih memiliki bau belerang yang sangat pekat sehingga harus diperhitungkan ketika angin berhenti berputar.

Lokasi yang harus ditempuh menuju Kawah Putih Ciwidey ini dari Kota Bandung sekitar 46 km, sedangkan dari Soreang menuju ciwidey sekitar 35 km. Objek wisata Kawah Putih di kawasan Ciwidey ini memunculkan bau belerang dan air kawahnya dapat disentuh oleh para pengunjung objek wisata ini. Di daerah kawah putih, air kawah berwarna hijau kebiru-biruan. Di sekeliling Kawah Putih ditumbuhi tanaman kering tetapi ada juga yang ditumbuhi tanaman hijau.

Air kawah di Gunung Patuha ini dapat berubah menjadi warna lain tergantung dari cahaya matahari. Asap belerang di Kawah Putih terkadang suka timbul sehingga dapat mengganggu pemandangan para turis yang sedang menikmati keindahan Kawah Putih tersebut.

Kawah Putih menjadi tempat favorit bagi para calon pengatin yang ingin melakukan foto prewedding. Kawah Putih memberikan nuansa yang sangat indah karena tanahnya yang berwarna putih, kawah yang berwarna hijau kebiru-biruan, batu besar yang terdapat di sekitar kawah pun berwarna senada dengan kawah putih. Nuansa pantai pun terasa di Kawah Putih ini, ditambah dengan pohon-pohon yang kering dan hanya tertinggal ranting-rantingnya saja.

Hal-hal itu menjadikan Kawah Putih lebih indah dan membuat para wisatawan yang datang ke tempat itu ingin datang lagi. Kawah Putih memiliki air kawah yang dapat berubah warna berdasarkan cuaca yang timbul pada saat itu. Selain itu, kawah juga dapat berwarna putih yang diselimuti oleh kabut tebal di sekitar kawah tersebut. Di dekat Kawah Putih terdapat pemandian air panas Cimanggu.

Gunung Patuha pada zaman dahulu disebut Gunung Sepuh oleh masyarakat sekitar. Gunung ini pernah meletus di abad ke-10 dan abad ke-12. Di abad ke-10, letusan tersebut membentuk kawah yang mengering di bagian sebelah barat dari Gunung Patuha. Sedangkan pada abad ke-12, letusannya membentuk kawah di sebelah kiri dari Gunung Patuha membentuk danau yang sangat indah.

Awal mulanya berdiri pabrik belerang di daerah ini, karena Kawah Putih ini telah ditemukan oleh Junghun, seorang peranakan Belanda. Pabrik tersebut diberi nama dengan sebutan dari bahasa Belanda yaitu Zwavel Ontgining sedangkan sebutan dalam bahasa Jepang yaitu Kenzaka Yokoya Ciwidey. Di dekat kawasan Kawah Putih terdapat pemakaman para leluhur yang berada di Desa Sugih Mukti.

Adapun di kawasan Ciwidey terdapat beberapa objek wisata lain selain Kawah Putih yaitu Situ Patenggang, Perkebunan Strawberry, Ranca Upas, dan Kolam Air Panas Cimanggu. Sebelum berkunjung ke Kawah Putih, Anda akan melewati Kebun Strawberry yang dapat kita petik sendiri buahnya.

Namun, untuk memetik buah strawberry ini hanya ada beberapa kebun yang menuliskan “bisa dipetik sendiri”. Pada jarak sekitar 4 km sebelum pintu masuk kawah putih, di kiri dan kanan jalan sangat banyak kebun strawberry.

Untuk memasuki kawasan Kawah Putih ini diperlukan kendaraan mobil atau bus karena untuk memasuki kawasan ini sangat jauh. Meski begitu, Kawah Putih merupakan tempat wisata sangat disukai oleh para turis. Jarak yang harus ditempuh kembali menuju Kawah Putih sekitar dua jam untuk sampai di pintu masuk.

Akan tetapi, Anda perlu ekstra hati-hati karena jalan yang dilewati tersebut sangat kecil dan hanya cukup dilewati oleh dua mobil jika mobil berpapasan satu sama lain dari arah berlawanan. Di tempat pemberhentian terakhir bus maupun kendaraan pribadi, terdapat shelteryang cukup luas untuk menampung kendaraan yang ingin memasuki kawasan Kawah Putih.

Namun, sebelum memasuki kawasan Kawah Putih, para turis harus membeli tiket masuk dan jika membawa kendaraan akan dikenakan biaya pakir. Untuk mencapai Kawah Putih, wisatawan harus berjalan dengan jalanan yang menanjak sekitar 100 meter.

Selain cerita mistis sebelumnya, ada cerita mistis lain yang muncul di kawasan ini, yaitu akan muncul macan tutul sungguhan dan macan tutul jadi-jadian di waktu sore hari. Namun, di luar cerita mistis tersebut, suasana Kawah Putih yang asri dan tenang mampu memikat hati wisatawan. Ditambah lagi dengan mendengarkan petikan lagu Sunda yang dinyanyikan oleh Pak Ayik.

Wisatawan pun dapat bersantai sejenak di sebuah saung kecil yang disediakan oleh perhutani sebagai pengelola Kawah Putih tersebut. Letak saung kecil itu berada di lapangan kecil. Jika wisatawan berjalan turun menuju Kawah Putih, para wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan dari Kawah Putih tersebut. Di dekat Kawah Putih itu terdapat dinding-dinding kapur yang terjal.

Hal itu merupakan pemandangan yang sungguh menakjubkan karena keindahan alam yang sangat jarang untuk ditemui. Di balik dinding kapur itu memiliki cerita mistis bagi wisatawan yang datang ke tempat tersebut yang memiliki “kelebihan” karena pada dinding-dinding tersebut seperti pintu masuk menuju sebuah kerajaan. Untuk dinding sebelah barat pun merupakan tempat penyiksaan bagi kawula yang tidak taat pada titah raja. Kedalaman dari Kawah Putih tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.

Air Kawah Putih mengandung belerang, airnya terasa hangat jika dipegang, dan jika dicoba airnya akan terasa asin serta pekat karena kandungan belerangnya yang sungguh terasa. Jadi, para wisatawan yang datang ke Kawah Putih dianjurkan membawa masker jika tidak kuat dengan bau belerang yang muncul dari air kawah tersebut. 

Di sekitar kawah tersebut terdapat sebuah gua yang konon bagi masyarakat setempat menjadi sebuah larangan untuk berlama-lama di depan gua tersebut. Akan tetapi, gua itu merupakan tempat peninggalan Belanda dan Jepang yang merupakan tempat penambangan belerang. Konon pada zaman dahulu di salah satu puncak Gunung Patuha yaitu puncak Gunung Kapuk terdapat pertemuan yang dilakukan oleh para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru.

Terkadang di tempat itu secara gaib dapat terlihat sekumpulan domba berbulu putih yang oleh masyarakat sekitar disebut domba Lukutan. Terakhir, jangan lupa, untuk masuk tempat wisata Kawah Putih Ciwidey ini, wisatawan dikenakan biaya sebesar lima belas ribu per orang. Selamat berlibur! 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Taman Safari, Alternatif Tempat Wisata Keluarga
  • Wisata Murah Meriah ke Pulau Untung Jawa
  • Wisata Pantai Batu Karas
  • Wisata Alam Air Terjun Jawa Barat
  • Wisata Bogor - Tersohor Sampai ke Negeri Johor
  • Menelusuri Objek Wisata Sumedang
  • Objek Wisata Alam Bogor
  • Kemilau Pesona Taman Wisata Matahari Bogor
  • 4 Tempat Wisata di Jawa Barat yang Layak Dikunjungi
  • Taman Rekreasi di Bandung
  • Indahnya Kawah Wisata Tangkuban Perahu
  • Keeksotisan Wisata Jawa Barat
  • Variasi Tempat Wisata di Bogor
  • Mari Jelajah Wisata Sumedang!
  • Berwisata ke Situ-situ di Jawa Barat Yuk!
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA