Dampak Positif dan Negatif Kawin Muda

Kawin muda adalah sebuah pilihan paling disenangi oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaan. Bagi mereka, menikah adalah tujuan utama dalam hidup. Terutama, bagi anak perempuan. Sekolah tidak terlalu penting karena motifnya pun memang sudah menyimpang. Sekolah bukan untuk mencari ilmu, melainkan untuk membesarkan badan.
Bagi sebagian besar orangtua yang masih berpikir kolot, anak perempuan tidak perlu sekolah tinggi karena tempat kembalinya hanya ke dapur. Jadi, setinggi apapun pendidikan seorang anak perempuan akan percuma. Toh, ujung-ujungnya cuma ngulek sambal. Sempitkah sudut pandang tersebut?
Kawin Muda Bagi Masyarakat Kota
Jika kawin muda begitu digemari masyarakat desa, tidak demikian bagi masyarakat kota. Dengan tegas, mereka akan berkata “no” untuk kawin muda. Pendidikan, pergaulan, dan karier, adalah tujuan utama dalam hidup. Perkawinan dianggap sebagai persoalan gampang jika usia dan mental dianggap sudah siap.
Bagi masyarakat kota, kawin muda dianggap sebagai neraka. Pilihan terburuk yang pernah dilakukan karena mereka akan kehilangan kesempatan bergaul serta menikmati usia muda tanpa beban. Tanpa suami dan anak-anak. Oleh sebab itu, menikah di usia muda menjadi pilihan terakhir jika “darurat”.
Kawin Muda, Solusi Seks Bebas?
Seks bebas merupakan sebuah virus yang mulai menjangkiti pergaulan masyarakat Indonesia. Budaya Barat ini mulai diadaptasi kalangan remaja dan dewasa. Usia remaja memang fase yang cukup rentan untuk melakukan hal-hal berbau seks karena terjadinya perkembangan hormonal yang sulit terkontrol.
Ya. Urusan “bawah perut” memang sulit dikendalikan. Salah-salah, para remaja bisa terjerumus dalam seks bebas. Akibatnya, banyak remaja hamil sebelum bersuami. Oleh sebab itu, untuk menghindari seks bebas, kawin muda dapat dijadikan alternatif yang cukup aman selama kategori “muda” itu setelah menginjak usia 17.
Dampak Positif Kawin Muda
Pernikahan sejatinya memang merupakan sebuah ritual yang sangat sakral. Setiap orang menikah pasti diliputi rasa bahagia dan berharap pernikahan itu hanya terjadi seumur hidup. Sekali seumur hidup dijadikan alasan kuat bagi seseorang untuk menikah di usia yang benar-benar matang agar tidak menyesal kemudian hari.
Meskipun demikian, bukan berarti menikah di usia muda tidak memberikan kebahagiaan. Berikut ini merupakan dampak positif menikah muda.
- Terhindar dari seks bebas.
- Memiliki anak dengan usia yang tidak terlalu jauh. Jadi, Anda bisa memiliki cucu dalam usia yang tidak terlalu tua.
- Memupuk cinta atau melewati masa pacaran dalam ikatan rumah tangga akan membuat hubungan selalu harmonis dan langgeng.
Dampak Negatif Kawin Muda
Bagaimanapun, usia muda merupakan fase yang sangat labil. Seseorang masih belum bisa mengendalikan emosi. Oleh sebab itu, kawin muda memiliki beberapa dampak negatif berikut ini.
- Rentan perceraian karena setiap masalah dihadapi dengan emosi dan saling menyalahkan.
- Kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
- Kehilangan kesempatan menikmati masa muda untuk bergaul bersama teman.
- Kehilangan kesempatan berkarier.
- Berisiko mengalami gangguan seksual.
Itulah beberapa dampak positif dan negatif kawin muda. Silakan Anda pertimbangkan. Semoga bermanfaat!






