Rahasia Kaya Di Usia Muda
Ilustrasi kaya
Menjadi kaya adalah keinginan setiap orang dimana pun dia berada bahkan di seluruh dunia. Banyak orang memiliki impian untuk kaya, tapi hanya sedikit orang yang tahu bagaimana cara agar bisa menjadi kaya. Seseorang yang memiliki pemahaman bagaimana menghasilkan uang melaui bangku pendidikan, maka dia akan mengerti bagaimana menghasilkan uang dari A sampai Z.
Namun pengetahuan mereka seakan terasa hampa seperti tanpa roh, sehingga tidak ada dorongan untuk mempraktekkan apa yang mereka ketahui. Faktanya mereka yang mendapatkan gelar akademik bergengsi dan disebut pakar dan memberikan nasehat untuk orang lain tentang kelimpahan harta dan menjadi kaya.
Kenyatannya mereka justru masih kesulitan mendatangkan uang berlimpah bagi mereka sendiri, bahkan mereka bukan tergolong orang kaya.
Tidak menjadi jaminan orang dengan gelar akademik mentereng mampu menjadi orang dengan keadaan finansial yang melimpah.
Oleh karena itu, mengajarkan anak tentang uang dan kekayaan sangatlah penting. Hal ini akan menentukan bagaimana cara pandang anak terhadap uang. Semakin akrab anak dengan uang maka semakin akan baik.
Bukan berarti mengakarabkan anak dengan uang dengan cara memberikan dia uang dengan cuma-cuma. Akan tetapi, mengajarkan kerja keras dengan mendatpatkan imbalan. Hal ini akan menentukan seseorang memandang tentang uang secara positif atau negatif.
Perlu diingat mengajarkan anak mengenal uang bukan bererti mengajarkan mereka memandang segala sesuatu atau mengukur baik tidaknya sesuatu dengan uang. Bukan pula mengajarkan mereka menjadi kapitalis-kapitalis kecil.
Justru dengan mengajarkan makna uang sejak kecil, mereka akan terbiasa untuk bekerja keras mendapatkan apa yang mereka inginkan, bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus ada perjuangan.
Dengan mengenalkan sejak dini tentang uang pada anak akan mengakrabkan mereka dengan uang dan memberikan pandangan positif terhadap uang. Karena dengan uang kita bisa berbuat banyak untuk kebaikan. Kita bisa membelanjakan uang atau harta kita untuk memberi, berbagi dan tentunya lebih memudahkan hidup kita.
Jadi kaya itu menyenangkan, jika kita memandang uang dengan positif. Dengan ketidakakraban dengan uang maka seseorang akan memiliki pandangan negatif tentang uang. Apalagi kita mendapatkan nasehat dari orang yang kita hormati, mungkin orang tua, paman, teman atau guru, bahwa "uang itu sumber kejahatan", "uang itu jelek", "uang itu cinta dunia" dan sebagainya.
Kita begitu hormatnya tehadap orang tersebut bisa jadi kita langsung menerima dan meyakini nasehat tersebut. Berbeda halnya dengan kita yang akrab dengan uang, akan memiliki pandangan positif tentang uang. Mereka akan selalu memandang uang dengan sesuatu yang baik. Misalkan" dengan uang saya bisa membantu lebih banyak", " Uang dan kekayaan itu sumber kebaikan" dan sebagainya.
Pandangan dan Pemahaman Tentang Uang
Jika kita memiliki pandangan uang itu baik, dampaknya kita akan melihat manfaat yang baik tentang uang. Kita akan menunjukan seribu satu alasan betapa uang itu baik.
Begitu juga sebaliknya jika kita memandang negatif, maka kita akan melontarkan seribu alasan betapa uang dan kekayaan itu buruk.
Sesungguhnya pandangan baik atau buruk tentang uang bukanlah kebenaran yang haqiqi. Itu tergantung bagaimaka kita memandang uang dari mana kita melihat posisi uang.
Kebenaran yang sesungguhnya adalah bahwa uang itu netral maksudnya tidak baik dan tidak buruk.
Uang hanyalah alat yang digunakanuntuk mencapai tujuan. Manusialah yang menjadi operator yang bertanggung jawab atas alat yang digunakan. Uang juga merupakan sarana memperkuat karakter.
Jika karakter seseorang baik maka uang akan menjadikan dia terlihat lebih berkarakter baik begitu juga sebaliknya.
Kita telah belajar dari banyak hal bahwa apabila kita tidak kaya dan memiliki uang berlimpah alias miskin maka kita tidak akan bisa berbuat banyak, tidak bisa menolong orang lain yang kekurangan.
Berbeda jika kita belimpahan, kita akan semakin berdaya menolong sebanyak-banyaknya orang yang hendak kita tolong.
Warren Buffet orang terkaya didunia mendonasikan uang pribadinya sebesar Rp. 300 trilyun untuk kemanusian.
Demikian juga Laksmi Mittal, Raja Baja dari India dan juga orang terkaya no. 4 di dunia. Dia menyediakan dana sosial bagi masyarakat miskin di India serta membantu masalah pendidikan, dan lain-lain.
Berdasarkan penelitian dengan pendekataan kekuatan pikiran. Ketika kita memandang uang sebagai sesuatu yang buruk, maka dalam diri kita akan terbentuk belief system bahwa uang adalah memang buruk.
Tetapi ketika kita memliki keinginan memiliki keberlimpahan, maka yang terjadi adalah crash (tabrakan) antara keyakinan dan keinginan.
Dengan demikian kekuatan bawah sadar tidak akan bekerja mewujudkan keinginan kita. Begitu juga sebaliknya, bagaimana berfikir kreatif dan menjadi kaya di usia muda?
Orang yang mengunakan akalnya biasanya adalah orang yang mampu berfikir kreatif dan mereka yang bisa berfikir kreatif akan menciptakan gagasan bisnis yang dibutuhkan oleh orang banyak sehingga menciptakan peluang bisnis yang menghasilkan uang berlimpah.
Namun kebanyakan orang menyadari berfikir kreatif diperlukan IQ yang superior atau mereka yang memiliki prestasi akademik yang mengagumkan di sekolah.
Tetapi sesungguhnyya IQ tidak ada korelasi dengan berfikir kreatif, bahkan yang saya temukan bayak yang berprestasi akademik dan iQ tinggi tapi tak mampu berfikir kreatif.
Sesungguhnya, menjadi orang kreatif itu mudah sebab hal utama yang dibutuhkan untuk menjadi orang yang kreatif adalah kemauan untuk mempelajari berbagai jenis pengetahuan sebanyak mungkin.
Baik pengetahuan dari buku bacaan maupun dari pengalaman diri sendiri dan orang lain sehingga menjadi bahan baku untuk anda. Kemudian bahan baku tersebut bisa anda gabungkan dan kombinasikan untuk menghasilkan sesuatu yang baru.
Sebagaimana yang telah diajarkan oleh DR. Yoshio Nakamata " isi otakmu, pompakan informasi kedalamnya. Beri otakmu sebanyak mungkin bahan baku kemudian beri kesempatan otakmu untuk mengolahnya". Dalam huruf China uang dilambangkan dengan dua buah tombak dengan satu batang emas. Tombak pertama melambangkan perang batin, tombak kedua melambangkan perang lahiriah, dan emas symbol kemakmuran.
Lambang tombak digunakan karena merupakan alat dalam peperangan, emas adalah alat tukar.Perang batin adalah perang melawan diri sendiri dimana ada suara dalam diri (self talk) saling bertentangan ketika berada dalam situasi dilematis. Biasanya suara dalam diri anda : " saya bisa…", " Saya tidak bisa…."," Mungkin.. "," mustahil…". Dan sebagainya.
Apabila suara pertama yang dominan makan anda memenangkan peperangan, tetapi jika dominan suara kedua maka anda kalah dalam peperangan. Maknanya, jika anda kalah dalam perang batin maka anda juga kalah dalam perang lahir. Sementara perang lahiriah adalah peperangan menghadapi hal diluar diri anda. Misalnya menghadapi pesaing bisnis, keaikan harga BBM, krisis moneter dan lain-lain.
Tetapi jika menang dalam perang batin dan lahir maka kemakmuran akan menjadi milik anda.Jadi dengan menilik posisi neraca kita bisa mengetahui kondisi kualitas kita. Apabila kita banyak kekalahan maka berjanjilah besok akan memperbaiki untuk meningkatkan kemenangan-kemenangan mendatang.
Mendapatkan uang berlimpah atau tidak bukanlah karena nasib atau keberuntungan, melainkan karena hukum sebab akibat. Segala akibat yang kita dapat hari ini adalah berhubungan dengan sebab yang kita kerjakan pada masa lalu. Oleh karena itu, sesungguhnya uang adalah akibat atau efek samping dari yang pernah kita lakukan.
Henrry Ford mengatakan "Kekayaan seperti halnya kebahagiaan, tidak pernah bisa didapat apabila kita mencarinya. Muhammad kecil juga mengajarkan kita bagaimana kita harus berusaha mencari uang. Sejak ditinggal kakeknya, Muhammad kecil tinggal dengan pamannya.
Sejak tinggal dengan pamannya itulah dia mulai belajar bagaiman mendapatkan uang untuk membantu perekonomian keluarga pamannya. Dari mulai manjadi penggembala, hingga menjadi pedagang, dan tidak tanggung-tanggung, dia berdagang tidak hanya di Mekkah saja, bahkan sampai keluar kota Mekkah.
Dan patut dicatat, bahwa semua itu dia lakukan mulai usia kanak-kanak. Jadi tidaklah mengherankan jika saat menikahi Khadijah diusia 25 tahun Muhammad mampu memberikan mahar 40 ekor unta muda. Nah, oleh karena itu tidaklah mustahil untuk menjadi kaya diusia muda.

