Mengenal Mahoni
Mahoni termasuk pohon besar dengan tinggi pohon mencapai 35-40 m dan diameter mencapai 125 cm. Batang lurus berbentuk silindris dan tidak berbanir.
Kulit luar berwarna coklat kehitaman, beralur dangkal seperti sisik. Kulit batang berwarna abu-abu dan halus ketika masih muda, berubah menjadi coklat tua, beralur dan mengelupas setelah tua.
Tajuk pohon mahoni berbentuk kubah, daun berwarna hijau gelap, rapat dan menggugurkan daun. Setelah daun gugur akan segera muncul tunas-tunas muda berwarna hijau muda. Kedudukan daun bersilangan pada ranting dengan ukuran daun lebih besar dibanding Swietenia mahagony.
Mahoni berbuah pada umur 10-15 tahun, buah masak pada periode April - Juli. Buahnya cukup keras dengan panjang 5-15 cm, diameter 3-6 cm, umumnya memiliki 5 ruang berbentuk kapsul dan merekah pada saat masak. Buah merekah mulai dari pangkal buah dan terdapat 5 kolom lancip memanjang hingga ujungnya, dimana pada bagian ini sayap dan benih saling menempel.
Secara komersial jenis ini tidak berarti apabila dalam jumlah yang kecil, dan akan berpotensi apabila ditanam dalam jumlah skala yang besar, terutama di daerah kering yang akan menghasilkan kayu dengan kualitas yang baik.
Jenis ini juga sering digunakan pada kegiatan agroforestry untuk meningkatkan kualitas tanah dan sebagai tanaman turus jalan. Kayu mahoni memiliki kelas kuat II dan kelas awet II-III. Kayu ini dapat digunakan untuk kayu perkakas dan bahan bangunan.
Selain kayu, bijinya dikenal dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit gula. Tanaman mahoni banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan sebagai pohon pelindung. Pohonnya yang besar cocok untuk berteduh. Disamping itu karena sifatnya yang tahan panas/hidup di tanah gersang sehingga tanaman ini tetap bertahan menghiasi tepi jalan di beberapa daerah.
Bagi penduduk Indonesia khususnya Jawa, tanaman ini bukanlah barang baru, karena sejak jaman penjajahan Belanda mahoni dan rekannya, pohon asan, sudah banyak ditanam di pinggir jalan sebagai peneduh terutama di sepanjang jalan Daendels (dari Merak sampai Banyuwangi).
Sejak 20 tahun terakhir, tanaman mahoni mulai dibudidayakan karena kayunya mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kualitas kayunya keras dan sangat baik untuk meubeler, furniture, barang-barang ukiran dan kerajinan tangan.
Sering juga dibuat penggaris karena sifatnya yang tidak mudah berubah. Kualitas kayunya berada sedikit dibawah kayu jati sehingga sering dijuluki sebagai primadona kedua. Untuk pohon yang tua kayunya berwarna merah kecoklatan.
Ada beberapa jenis mahoni yaitu berdaun kecil (Swietenia mahagoni) dan berdaun lebar (Swietenia macrophilea). Swietenia mahagoni kualitas kayunya lebih bagus dibanding Swietenia macrophilea. Sedangkan kelebihan Swietenia macrophilea adalah lebih cepat tumbuh menjadi besar dan kayunya lempeng.
Pemanfaatan lain dari tanaman mahoni adalah kulitnya dipergunakan untuk mewarnai pakaian. Kain yang direbus bersama kulit pohon ini akan menjadi kuning dan wantek (tidak luntur). Sedangkan getahnya yang disebut juga blendok dapat dipergunakan sebagai bahan baku lem (perekat), dan daunnya untuk pakan ternak.
| Berikan rating untuk artikel di atas : |













