logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Artikel Umum Islam    Kebesaran Allah Swt

Banjir di Zaman Nabi Nuh dan Kebesaran Allah Swt

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Salah satu tanda kebesaran Allah swt adalah peristiwa banjir yang melanda kaum Nabi Nuh. Banjir ini oleh beberapa kalangan diklaim terjadi di seluruh dunia sehingga bahtera Nuh seharusnya merupakan bahtera raksasa yang menampung sepasang demi sepasang binatang.

Masalahnya, bagaimana mungkin bahtera Nuh menampung binatang yang misalnya hanya ada di benua Australia, seperti Kanguru, padahal Nuh ada di Arabia? Apakah Nuh perlu menyeberangi samudera dan daratan hanya untuk memungut Kanguru dan binatang lain seperti Koala, lantas menyeberang ke Papua mengambil Cenderawasih, ke Sulawesi mencari Anoa agar semua binatang masuk ke bahteranya?

Oleh karena ketidaklogisan ini, muncul teori bahwa sebenarnya banjir yang melanda Kaum Nuh cuma terjadi pada sebuah daerah, yaitu daerah Kaum Nuh tersebut; bukan di seluruh dunia. Dengan demikian, yang diselamatkan oleh Nuh hanyalah binatang ternaknya, sepasang demi sepasang, sehingga bahteranya logis menampung manusia dan hewan.

Jika diteliti lebih jauh, sebenarnya kisah banjir tidak hanya milik Nuh. Bahkan, terdapat kisah Gilgamesh yang dianggap sebagai prototipe kisah banjir Nuh. Ada pula kisah yang sama di daratan dunia yang lain, mulai dari Afrika, Asia, Eropa, Australia, hingga benua Amerika. Semua mengisahkan pola yang hampir sama.

Ada (1) orang yang beriman kepada Tuhan (selalu berbuat baik), (2) diberitahu akan terjadi banjir oleh Tuhan (atau dalam masyarakat yang percaya banyak dewa, oleh dewa tertentu, atau mungkin oleh nenek moyang yang sudah meninggal), (3) mengumpulkan saudara-saudaranya dan orang yang percaya, (4) menciptakan kapal meski cuaca sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan hujan deras apalagi banjir, (5) diolok-olok kaumnya, lalu (6) ketika banjir, selamat dan menjadi cikal bakal penerus kehidupan dari kaum tersebut.

 Apa yang bisa dipetik dari kisah Nuh atau kisah orang bijak lain yang selamat dari banjir di seluruh dunia? Kisah-kisah ini sebenarnya bisa digunakan untuk menggambarkan datangnya kiamat. Bagi orang tidak beriman, kiamat sama seperti banjir yang datang ketika cuaca kering, sesuatu yang tidak mungkin.

Lantas, ketika hanya sedikit orang yang masih peduli, datanglah Kiamat. Hanya orang beriman (yang berbuat baik) yang akan selamat sedangkan orang yang tidak percaya Tuhan dan hidup dengan cara membenci sesama, akan “terseret banjir” atau dalam kata lain, ketika tiba hari kebangkitan, ruhnya rusak, tidak siap, dan menderita berkepanjangan di Akhirat karena Akhirat hanyalah tempat ruh yang selalu mampu jatuh cinta.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Hikmah Ceramah Islam
  • Ceramah Ramadhan dalam Dunia Hiburan
  • Meluruskan Pengertian Ittihad
  • Gambaran Surga Ada pada Pulau Dewata
  • Mengenal Istilah Halal dan Haram dalam Islam
  • Warisan Menurut Hukum Islam: Ahli Waris
  • Dahsyatnya Siksa Neraka Jahanam
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA