Perjalanan Panjang Kebudayaan India yang Menakjubkan
Kebudayaan India selalu menyuguhkan rangkaian cerita menarik yang pastinya berbeda dengan kebudayaan dari negara lain. Sudah seperti rahasia umum jika India memang terkenal dengan kebudayaannya yang tinggi. Ibarat warisan, kebudayaan India tetap dijaga utuh oleh para masyarakatnya dari generasi ke generasi.
Berbicara mengenai kebudayaan India, hal pertama yang terlintas adalah sebuah cerita mengenai peradaban umat manusia zaman dulu yang memiliki pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat yang hidup di zaman sekarang. Pengaruh yang besar itu bisa terlihat jelas dari perilaku serta adat yang dianut oleh masyarakat India.
Kebudayaan India dan Keunikannya
Kebudayaan India bersifat sinkretisme, yaitu sebuah kebudayaan yang berupaya untuk menyesuaikan beberapa pertentangan dalam hal kepercayaan. Tidak heran jika kebudayaan India pada kenyataanya tetap menjalankan tradisi leluhur sembari mengadopsi berbagai pemikiran baru yang lebih modern. Kebudayaan India juga berupaya untuk menyebarkan tradisi-tradisi masyarakat India kepada kawasan-kawasan yang berada di sekitar India.
Kebudayaan India modern tentu saja tidak bisa lepas dari kebudayaan India kuno. Apa yang dianggap dan diakui sebagai kebudayaan India masa kini, merupakan refleksi dari apa yang terjadi di masa lalu. Warisan aturan adat itu masih terasa hingga kini.
Salah satunya adalah sistem hirearki sosial atau kasta yang dianut oleh kebudayaan India. Masyarakat India percaya bahwa setiap manusia dilahirkan dengan keistimewaan dan kekurangan yang berbeda. Apa yang sudah menjadi takdirnya, itulah yang harus diterimanya. Sistem kasta yang bisa terlihat pada kebudayaan India kemudian menjadi semacam pembatas yang sukar dilewati oleh mereka yang berbeda.
Kebudayaan India pun mengena pada aturan pernikahan bagi setiap warganya. Sebagian besar masyarakat India menikah karena dijodohkan dan usia pernikahannya pun terbilang masih cukup belia. Hampir setengah dari jumlah penduduk berjenis kelamin wanita di India menikah saat usianya belum genap 20 tahun.
Berbicara tentang kebudayaan sebuah negara maka siap-siap untuk membahas apapun tentang negara itu, begitupun ketika membicarakan tentang kebudayaan India, baik yang modern ataupun kuno. Hal yang juga tidak bisa dipisahkan cari cerita kebudayaan India adalah perihal kebiasaan masyarakat India sehari-hari, mulai dari kuliner hingga pakaian adat.
Kuliner dan pakaian adat merupakan produk dari kebudayaan India yang tidak ada duanya. Aneka rempah-rempah yang hampir selalu hadir di setiap masakan khas India merupakan identitas yang tidak terpisahkan. Begitu juga dengan pakaian adat berupa sari, dhoti, atau lungi.
Kebudayaan India Kuno – Sejarah India yang Taklekang Waktu
Harus diakui bahwa kebudayaan India modern tidak bisa dilepaskan dari sejarah kecemerlangan peradaban kuno di lembah Sungai Gangga dan Sungai Indus. Situs purbakala yang ditemukan di dua daerah tersebut membuktikan bahwa di masa lalu, India telah mencapai puncak peradaban yang mencengangkan, terlihat pada puing-puing Kota Mohenjo Daro (Sungai Gangga) dan Harappa (Sungai Indus.)
Harappa berada di Kota Punjab, di bekas bantaran Sungai Ravi, sungai purba yang mengering, telah menjadi kota besar padat penduduk pada 3300 SM. Situs ini ditemukan pada 1870-an oleh bangsa Inggris, dan dari hasil penggalian diperoleh fakta menakjubkan bahwa kota Harappa memiliki desain tata kota yang modern dan canggih. Sebagai salah sau produk dari kebudayaan India masa lampu, Harappa memiliki nilai-nilai luhur yang tidak bisa disepelekan.
Kebudayaan India – Harappa dan Mohenjo Daro, Kota Modern di Zaman Kuno
Berdasarkan penelitian karbon, Harappa dan Mohenjo Daro dibangun pada 2500 SM, seribu tahun lebih awal dibandingkan Suku Arya. Dan, penelitian berikutnya menyingkap bahwa pada saat itu, penduduk kota tersebut mencapai 30 hingga 40 ribu, mengalahkan jumlah penduduk London di abad pertengahan. Dua kota ini menjadi lakon dalam kebudayaan India kuno.
Layaknya tata-kota modern, Harappa terbagi menjadi dua bagian, yaitu kota pemerintahan dan kota administratif. Di daerah yang diduga pemukiman padat, jalan-jalan dibangun dengan instalasi yang canggih. Jalan-jalannya membujur lurus, saling bersilangan dengan teratur, membagi wilayah menjadi blok-blok segi empat. Benar-benar sebuah kota modern yang lahir dari kebudayaan India kuno.
Diceritakan dalam kebudayaan India kuno bahwa di Harappa terdapat bangunan toko, pabrik-pabrik tembikar, tembok-tembok kokoh, pengelolaan sampah, bahkan saluran air bawah tanah terbuat dari batu bata yang amat menakjubkan. Tidak bisa tidak, rancangan kota yang begitu apik menunjukkan kebudayaan India Kuno di Harappa telah mencapai tingkat yang sangat mengesankan.
Produk kebudayaan India kuno yang modern itu mengalami sebuah masa yang sulit. Harappa diperkirakan "hilang" pada 1750 SM, dan saat bangsa Arya datang menginvasi daerah tersebut, Harappa sudah berada pada titik kemunduran yang sangat parah.
Kebudayaan India – Kemunduran Harappa
Temuan-temuan fosil, situs, dan sisa-sisa peradaban, berikut penelitian karbon dan arkeologis menimbulkan beberapa teori tentang musnahnya kebudayaan India Kuno di Harappa. Yang menakjubkan, fakta-fakta tersebut mengarah pada kemungkinan keterlibatan reaktor nuklir purba di balik kemunduran Harappa.
Sebuah penelitian juga dilibatkan ketika meneliti tentang kebudayaan India kuno. Bougzigues, seorang ilmuwan Prancis yang meneliti uranium ektrak pada 1972, menemukan fakta aneh pada uranium 235 di daerah Harappa. Uranium tersebut memiliki masa atom 0,717%, berbeda dengan uranium sejenis di seluruh dunia yang berkadar 0,720. Ia pun menyimpulkan bahwa sampel uranium di Harappa pernah mengalami reaksi fisi (pelepasan energi).
Temuan itu menarik Badan Tenaga Atom Prancis melakukan penelitian mendalam dan pelacakan ke sejumlah tempat di Harappa. Fantastis, penelitian tersebut menemukan 16 tempat menyerupai reaktor nuklir yang telah berusia 2 miliar tahun. Sebuah kebudayaan India kuno yang membuat takjub para peneliti dunia.
Fakta tersebut melahirkan spekulasi-spekulasi tentang ledakan nuklir purba yang melenyapkan peradaban Harappa. Apalagi di beberapa tempat di dalam hutan Indus ditemukan batu-batu dengan permukaan terbakar. Sebagian orang mengaitkan teori tersebut dengan epos Mahabharata dan perang armagedon Pandawa-Kurawa, sehingga memicu munculnya hoax (berita sampah) tentang kebudayaan India yang beredar luas di internet dewasa ini.
Memang, teori tersebut masih merupakan perdebatan dan perlu lebih banyak lagi pembuktian. Namun, tidak bisa dikesampingkan bahwa ada kesamaan pendapat bahwa kebudayaan India Kuno di Harappa telah mencapai tingkat yang tak terbayangkan sebelumnya.
Bangsa Dravida – Akar Kebudayaan India Modern
Pemilik peradaban agung yang menjadi cikal bakal kebudayaan India modern itu adalah bangsa Dravida, satu kelompok ras kulit hitam yang telah meninggalkan budaya berburu dan hidup mengelana seperti kebanyakan kebudayaan manusia prasejarah.
Bangsa Dravida diketahui telah tinggal menetap dan mengembangkan teknologi bercocok tanam. Sementara, kelompok-kelompok bangsa lain di masa itu masih hidup bergantung pada alam dengan berburu dan meramu, atau mengumpulkan makanan dari alam. Bangsa Dravida memanfaatkan aliran sungai, bahkan mereka membangun saluran irigasi untuk pengairan sawah. Cara hidup bangsa Dravida ini terangkum jelas dalam cerita kebudayaan India.
Cerita tentang kebudayaan India kemudian berkembang hingga akhirnya datang sebuah bangsa baru ke India. Kedatangan bangsa Arya ke lembah Sungai Indus menimbulkan konflik kebudayaan dan persaingan etnik. Bangsa Arya berkulit putih dan termasuk rumpun berbahasa Indo-Eropa. Bangsa ini masuk ke India melalui Celah Kaiber di sela Pegunungan Hindu Kush, karena tertarik pada kesuburan tanah daerah tersebut.
Bangsa Arya kemudian mendesak bangsa Dravida. Sebagian dari bangsa Dravida kemudian menyingkir ke wilayah di selatan India, dan sebagian lagi berbaur dengan bangsa Arya membentuk peradaban baru yang disebut Hindu. Akar kata Hindu berasal dari nama sungai tersebut. Percampuran antara dua bangsa tersebut menjadi cerita baru dalam kebudayaan India.
Teori yang lebih rasional tentang mulainya kebudayaan India modern adalah faktor kedatangan bangsa Arya sejak 2000 SM. Setelah itu, lembah Sungai Indus tercatat berkali-kali mengalami perubahan seiring kemunculan bangsa-bangsa lain dan pengaruh peradaban kuat di sekitarnya, misalnya Persia (600 SM), Alexander Agung (327 SM), Arab (abad ke-8), Turki (abad ke-12), Mongol (abad ke-16), dan Inggris (abad ke-19).







