Kebudayaan Masyarakat Indonesia
Kebudayaan masyarakat Indonesia sangat beragam. Hal ini disebabkan sumber kebudayaan masyarakat Indonesia berasal dari kebudayaan lokal yang diakui secara nasional. Namun, kecintaan kepada kebudayaan kian hari kian menipis.
Laju perkembangan zaman sebagai tantangan sebuah kebudayaan akan membuat sebuah kebudayaan bertahan atau bahkan tumbang. Butuh diingat pula bahwa zaman pulalah yang akan mengadaptasi sebuah kebudayaan.
Kebudayaan antarnegara itu akan dengan sangat bijak mengikuti negara dan memiliki kekhasan sendiri. Pun tak bisa langsung dituduh sebagai plagiat kebudayaan. Asal yang sama, tentu akan mejadi sebuah alasan yang arif. Yang jelas, kebudayaan suatu negara tumbuh dengan sendirinya pun akan menyesuaikan dengan lingkungan bergantung kepada kebudayaan dan budayawan sendiri.
Penjaga Kebudayaan
Peran yang sangat penting mestinya, karena masyarakat pemilik kebudayaan akan bergantung kepada penjaga kebudayaan. Di masyarakat sering disebut sebagai pemangku adat. Orang seperti ini yang makin hari makin berkurang jumlahnya.
Jika dulu pemangku adat diadakan secara turun-temurun sesuai keturunan, sekarang hal itu seolah tak bisa dilakukan. Keturunan dari pemangku adat sendiri tak mau bertugas untuk memangku kebudayaan yang dimiliki. Tentu saja kemampuan pemahaman yang kurang sebagai penyebab utamanya.
Sekarang pemangku adat ini dipilih atas kemauan dari masyarakat. Dampak yang harus ditanggung adalah berubahnya kebudayaan karena akan lebih menjurus kepada kepentingan pribadi.
Kebudayaan vs Teknologi
Pesatnya kemajuan teknologi menggeser kebudayaan yang sudah lekat di masyarakat. Kurang kuatnya pelekatan kebudayaan dalam hati membuat kebudayaan terpinggirkan. Tentu dampak mengerikan selanjutnya adalah matinya kebudayaan itu sendiri.
Proses selanjutnya adalah makin melesatnya teknologi. Bukan berarti teknologi akan menjadi pemenang karena telah mempengaruhi sebuah kebudayaan. Malah akan dikata, teknologi berkembang tanpa memilki identitas yang jelas. Tentu peran kebudayaan itulah yang akan memberi kejelasan identitas. Jadi, akan sangat indahnya sebuah negara jika sebuah kebudayaan berjalan seiring perkembagan teknologi.
Pengaruh Budaya Asing
Pengaruh budaya asing mestinya tak menjadi masalah jika para budayawan sadar betul atas apa yang dikerjakan. Jika para budayawan memiliki prinsip bahwa kebudayaan memiliki ciri khas sendiri, tentu mereka akan bangga telah memiliki kebudayaan. Tak perlu membandingkan dan tak perlu untuk menilai. Apalagi kebudayaan nasional yang tak pernah membutuhkan kritik. Kebudayaan asli itulah yang akan dianggap unik.
Pelestarian
Falsafah kebudayaan itu yang kurang terjaga. Mimimnya pelestarian dan pembakuan membuat kebudayaan seolah masih mencari bentuk. Padahal, jika semua kebudayaan sekaligus falsafah yang ada di dalamnya diabadikan dalam tulisan, tentunya akan membuat budaya itu bisa dipelajari di waktu selanjutnya. Tak akan ada lagi perdebatan kebudayaan karena telah memiliki rujukan kepastian dari sumbernya.
Tentu saja masih ada banyak lagi pengaruh yang membuat sebuah kebudayaan itu akan mati atau akan tetap lestari. Yang jelas, yang dibutuhkan kebudayaan sendiri bukan sebuah diskusi tentang pelestarian atau perdebatan tentang nasib kebudayaan. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata dan wujud. Sebuah tindakan yang akan membuat sebuah kebudayaan Indonesia tetap langgeng dan bisa menjadi sebuah warisan bangsa.






