Memenuhi Kebutuhan dan Keinginan
Setiap orang mempunyai kebutuhan dan keinginan masing-masing dengan kadar yang berbeda pula. Kebutuhan kita setiap hari sebetulnya tidak terlalu banyak dan akan merasa cukup ketika kebutuhan tersebut terpenuhi. Misalnya, kita lapar. Kita butuh makan untuk menghilangkan rasa lapar tersebut.
Setelah kebutuhan tersebut terpenuhi kita akan merasa cukup. Namun, jika saat makan kita memikirkan keinginan yang lebih dari apa yang terhidang, tentunya keinginan tersebut yang akan membuat kita tidak bersyukur atas apa yang kita terima.
Meski begitu, bukan berarti kita tidak boleh tidak punya keinginan. Keinginan berupa visi dan misi ke depan wajib dimiliki sebagai bentuk ”mimpi” yang akan dicapai. Dengan demikian kita akan berusaha bekerja keras, bukan saja untuk memenuhi kebutuhan, melainkan juga untuk mencapai keinginan yang muncul dari dorongan untuk hidup lebih baik lagi.
Menurut teori keseimbangan (homeostatis) bahwa tingkah laku manusia terjadi karena adanya ketidakseimbangan di dalam diri manusia. Tingkah laku manusia timbul karena adanya suatu kebutuhan dan tingkah laku manusia itu mengarah pada pencapaian tujuan yang dapat memenuhi/ memuaskan kebutuhan itu.
Kebutuhan yang muncul karena ketidakseimbangan di dalam diri individu akan membuat individu yang bersangkutan melakukan suatu tindakan. Tindakan tersebut akan mengarah pada suatu tujuan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang ada.
Jika kebutuhan yang pertama terpenuhi maka terjadilah keadaan tidak seimbang pada taraf yang lebih tinggi. Keadaan ini menimbulkan kebutuhan baru dan seterusnya sehingga manusia boleh dikatakan tidak pernah diam untuk berusaha terus memenuhi kebutuhan dan keinginannya.
Kebutuhan Manusia
Secara umum, kebutuhan manusia dapat dibedakan menjadi dua, yakni kebutuhan biologis (primer) dan kebutuhan psikologis (sekunder). Kebutuhan biologis mutlak diperlukan oleh manusia untuk tetap bertahan hidup, seperti makan, minum, bernapas, dan beristirahat. Sedangkan kebutuhan psikologis (sekunder) adalah kebutuhan yang jika dipenuhi akan menyebabkan orang menjadi lebih bahagia hidupnya. Contoh kebutuhan sekunder di antaranya kasih sayang, pujian, perasaan aman, dan kemerdekaan.
Menurut A.H. Maslow, kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat berkembang dengan baik adalah:
- Kebutuhan biologis
- Kebutuhan akan rasa aman
- Kebutuhan akan cinta kasih dan rasa memiliki
- Kebutuhan akan penghargaan
- Kebutuhan untuk tahu
- Kebutuhan akan keindahan
- Kebutuhan akan kebebasan bertindak (aktualisasi diri)
Maslow membedakan motif manusia berdasarkan taraf kebutuhannya, mulai dari kebutuhan biologis yang dibawanya sejak lahir sampai dengan kebutuhan psikologis yang kompleks. Suatu motif akan menguasai tingkah laku seseorang jika motif yang berada di bawahnya sudah terpenuhi.
Tingkah laku manusia awalnya dikuasai motif yang paling rendah, yaitu motif fisiologis seperti rasa lapar dan haus. Setelah motif-motif tersebut terpenuhi kebutuhannya, motif di atasnya mulai menguasai, begitu seterusnya sampai dengan motif yang paling tinggi, yaitu motif aktualisasi diri.






