logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Bayi dan Balita    Gizi Balita

Penuhi Kebutuhan Gizi Balita Anda


Ilustrasi kebutuhan gizi balita

Salah satu yang harus diperhatikan pada perkembangan dan Pertumbuhan anak adalah kebutuhan gizinya, terutama bagi balita. Seperti diketahui, usia balita adalah usia yang penting dalam tumbuh kembang anak. Sehingga, kebutuhan gizi balita harus benar-benar diperhatikan.

Pemberian makan yang tidak tepat biasanya mengakibatkan kekurangan gizi. Hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan pertumbuhan anak, sehingga anak menjadi lemah, mudah terkena penyakit, otot-ototnya menjadi lemah, dan pertumbuhannya dapat menurun. Karena itu sangat penting memerhatikan kebutuhan gizi balita.

ASI/Susu Formula

Nutrisi yang baik dan kebiasaan yang baik dimulai dari pemberian air susu ibu atau susu formula bagi yang tidak dapat memberikan ASI. Hal ini penting, selain untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, juga agar anak dapat tumbuh dengan normal fisiknya, mentalnya dapat berkembang dengan baik, dan anak dapat kesehatan yang baik di masa pertumbuhannya.

Kebutuhan gizi balita yang utama adalah susu. Alangkah baiknya jika pada dua tahun pertama ibu dapat memberikan ASI kepada anaknya. Dengan ASI, kekebalan tubuh bayi akan meningkat, ASI melindungi bayi dari penyakit.

ASI mengandung laktoferin, yaitu zat yang mampu mengikat zat besi, yang dapat menekan mikroba yang merugikan dan berbahaya dalam tubuh bayi. Dan, sebaliknya akan menumbuhkan bifidobakteria bakteri menguntungkan dalam tubuh bayi meningkat. Itu akan baik untuk kesehatan bayi.

Manfaat Makanan Bergizi

Kebutuhan orang dewasa dan anak balita terhadap asupan gizi berupa makanan bergizi berbeda. Makanan bergizi untuk balita identik dengan jenis makanan yang sederhana dengan penuh gizi di dalamnya, sedangkan untuk orang dewasa jenis makanannya beragam tapi penuh gizi juga di dalamnya.

Kebutuhan gizi balita bisa menjadi cerminan kasih sayang ibu pada anaknya. Tanpa diminta, seorang ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya, begitu pun dalam pemilihan makanan. Dari segi kejiwaan, si anak bukan tidak mungkin akan merasa tidak diperhatikan. Melalui makanan, anak bisa merasakan kasih sayang yang Anda berikan. Percaya atau tidak. Anda dapat membuktikannya sendiri.

Asupan makanan bergizi yang sudah terbiasa diberikan sejak balita, akan membawa dampak baik bagi anak Anda pada saat ia tumbuh dewasa. Dampak baik yang bisa dirasakan dan dilihat secara nyata adalah pertumbuhan fisik yang sempurna dan sesuai usia, kepintaran atau cara cepat dalam berpikir, dan emosional yang stabil.

Dampak positif tersebut dapat dilihat secara langsung oleh Ibu. Anak balita akan ceria dengan asupan gizi makanan yang tinggi. Memang tidak semudah membalik tangan melakukannya, tapi hasil yang didapatkan biasanya lebih dari itu semua.

Balita dengan segala keterbatasannya hanya mempunyai keinginan sederhana. Keinginan tersebut akan membantunya menjadi sosok balita kreatif, ceria, sehat dan lincah. Para orang tua utamanya ibu, memenuhi keinginan balitanya sesuai usianya. Hal tersebut salah satu cara memahamkan anak tentang berapa usianya.

Mendapatkan asupan makanan yang mengandung gizi tinggi akan membantu balita menjadi sosok yang ceria dan sehat dalam berbagai kondisi kesehariannya. Asupan makanan dengan kandungan gizi tertentu juga memudahkan sistem pencernaan dan metabolisme pada balita.

Balita sehat dan kuat menjadi impian setiap keluarga, utamanya ibu. Ibu akan bahagia melihat kondisi balitanya yang membanggakan. ASI serta makanan dengan gizi seimbang menjadi asupan yang dibutuhkan balita hingga tumbuh dan berkembang ke depannya.

Semoga ulasan berikut ini memberikan manfaat bagi kita terutama kaum Ibu. Jika asupan gizi sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh balita, maka mereka akan senang dan bahagia. Ulasan berikut ini menunjukkan bahwa balita akan mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan seiring jenis makanan yang mereka makan.

Ibu adalah sosok yang sangat dekat dengan anak utamanya usia 0 tahun hingga usia kanak-kanak. Ibu yang menentukan jenis makanan bagi anaknya. Ibu banyak jasanya terutama kanak-kanak.

Orang dewasa membutuhkan makanan dengan gizi seimbang untuk energi melakukan aktivitas hidupnya sehari-hari. Orang dewasa sudah mampu membedakan mana bahan makanan yang sesuai dengan tubuh mereka dan lainnya. Bagi balita, asupan makanan bergizinya digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangannya menjadi sosok bayi sehat dan kuat.

Makanan yang Bergizi

Ada banyak jenis makanan dewasa ini, tak terkecuali produk makanan untuk balita. Hindari rasa malas untuk membuat makanan yang memang bergizi untuk buah hati Anda. Dari sisi kepraktisan, Anda dapat dengan mudah mendapatkan makanan untuk anak. Namun, alangkah baiknya jika kita membuatnya sendiri, dari bahan yang memang asli, terjamin kesegarannya, memiliki kandungan gizi yang banyak, dan yang pasti tanpa bahan pengawet.

Anda bisa menyiapkan beraneka jenis sayuran, buah-buahan, dan ikan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Sayuran, ikan dan buah dapat disimpan di lemari es untuk menjaga kesegarannya. Anda dapat menyajikannya dalam bentuk diblender atau dimasak. Hal tersebut disesuaikan dengan usia balita Anda. Untuk menjaga pencernaannya juga.

Dengan memperlihatkan dan mengkonsumsi langsung sayuran, ikan, dan buah, berarti Anda telah membiasakan anak untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Sebisa mungkin hindari makanan yang kandungan gizinya masih dipertanyakan.

Resep Jus untuk balita

  • 100 gr apel yang sudah dikupas kulitnya
  • 50 gr jeruk baby yang sudah diperas

cara membuat:

apel dan air jeruk dicampur, masukkan ke dalam blender, lalu blender. Setelah apel halus, angkat dan siap disajikan.

Seperti halnya yang sudah menjadi program pemerintah, makanan yang sehat setidaknya harus mengandung unsur empat sehat lima sempurna. Di antaranya adalah:

  • Nasi. Di sini nasi merupakan sumber karbohidrat utama yang digunakan sebagai energi. Selain nasi, bisa diganti juga dengan sumber karbohidrat lain sesuai dengan makanan khas daerah masing-masing. Di antaranya adalah sagu, jagung, singkong, gandum, ataupun sumber makanan kaya karbohidrat yang lain.
  • Sayur. Sayur-sayuran di sini berfungsi untuk menambah zat-zat yang diperlukan tubuh seperti zat besi yang terkandung pada garam, vitamin E yang terkandung pada toge, dan juga zat-zat lainnya yang berguna untuk tubuh.
  • Buah. Buah lebih banyak mengandung unsur vitamin. Sangat berguna untuk menambah daya tahan tubuh. Seperti tomat dengan vitamin A, jeruk yang kaya dengan vitamin C.
  • Lauk. Lauk di sini merupakan sumber lemak ataupun protein. Biasanya didapatkan dari daging ataupun juga tahu tempe. Daging kaya akan kandungan lewak hewani sedangkan tempe kaya dengan kandungan protein nabatinya.
  • Susu. Susu merupakan minuman yang kaya gizi. Berbagia macam zat yang berguna bagi tubuh terkandung di dalamnya. Meminum susu juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Kebutuhan Gizi Balita Sesuai Usia

Perbedaan umur bayi akan membuat asupan gizi yang dibutuhkan bayi berbeda pula. Pada saat awal tahun, tubuh balita belum terlalu kuat dalam masalah mencerna makanan. Di sini balita akan sangat bergantung pada ASI (Air Susu Ibu).

Untuk rentang waktu ini, sang ibu harus makan makanan yang bergizi. Makanan yang tidak baik akan membuat rasa ASI juga kurang enak. Dan ini akan berpengaruh pada sang anak.

Ketika memasuki tahun kedua, ada baiknya kita memberikan asupan susu fullcream dan keju untuk bayi. Ini dilakukan agar tubuh sang buah hati menyerap vitamin dan mineral yang penting untuk perkembangan.

Tapi hati-hati dengan alergi. Ada beberapa bayi yang alergi terhadap susu sapi. Jika bayi Anda termasuk yang alergi, gantilah susu sapi tersebut dengan susu kambing. Selain susu sapi, ada pula makanan yang bisa membuat alergi bayi. Antara lain adalah putih telur, kacang tanah, kacang kedelai, ikan, buah, dan pir.

Ketika usia bayi Anda di atas dua tahun, mereka bisa diberi makanan yang kaya nutrisi seperti sup ayam dan jus sayuran hijau secara reguler. Jangan lupa memberikan susu yang dapat memenuhi kebutuhan kalsium. Berikan juga asupan zat besi dan folic acid.

Kedua zat tersebut dapat mencegah anemia yang rentan terjadi pada balita. Penyakit kekurangan darah merah ini memang mudah mejangkit karena makanan yang diberikan untuk balita cenderung kurang mengandung zat besi. Dari penjelasan di atas, maka kebutuhan balita itu adalah sebagai berikut.

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan nutrisi pokok yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh manusia. Tanpa karbohidrat, tubuh manusia akan lemas dan tidak bertenaga. Balita Anda bisa memperoleh karbohidrat dari makanan pokok, seperti beras, roti, sagu, dan jagung.

2. Lemak

Mayoritas kita memandang negatif akan fungsi lemak bagi tubuh manusia karena sebagian besar manusia langsung mengkaitkan lemak dengan kolesterol dan obesitas atau kegemukan. Padahal, pandangan tersebut tidak selamanya benar.

Lemak justru sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi juga untuk menjaga kestabilan suhu tubuh manusia, termasuk balita Anda. Lemak bisa diperoleh dari daging, telur, dan ikan yang dikonsumsi.

3. Protein

Kita mengenal protein sebagai zat yang berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh yang rusak dan pengatur metabolisme tubuh. Protein akan banyak diserap oleh tubuh jika balita kita mengonsumsi ikan dan daging.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • ASI - Bekal Gizi Seimbang pada Balita
  • Mengatasi Balita Susah Makan
  • Status Gizi Balita Menurut WHO
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA