Kebutuhan Nutrisi Anak untuk Pertumbuhan Anak - ANNEAHIRA.COM
Ilustrasi kebutuhan nutrisi anak
Untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam masa pertumbuhan, seorang anak memerlukan asupan nutrisi yang seimbang sesuai dengan usianya. Kebutuhan nutrisi anak bukan hanya untuk pertumbuhan secara fisik, tetapi juga dibutuhkan oleh otak untuk dapat mengembangkan kemampuannya.
Anak yang tumbuh dikaitkan dengan fisik, seperti tubuh yang kecil berubah menjadi besar, lemah menjadi kuat. Sedangkan anak yang berkembang dikaitkan dengan psikis, seperti penakut menjadi pemberani, pendiam menjadi banyak bicara, dan bertanya. Itulah sebabnya kata tumbuh selalu diikuti dengan kata kembang karena keduanya tidak bisa dipisahkan.
Masa Pertumbuhan
Pada usia 18 tahun umumnya orang sudah berhenti tumbuh. Jadi, yang dimaksud sebagai masa pertumbuhan adalah pertumbuhan anak yang dimulai dari janin sampai usia 18 tahun. Biasanya seorang ibu sudah mulai memberi asupan nutrisi pada janinnya sejak mengetahui kalau dirinya sedang mengandung.
Sayangnya setelah lewat balita (5 tahun), para orang tua biasanya menganggap kebutuhan nutrisi anak kurang lebih sama dengan orang dewasa, sehingga menu makanannya dianggap sama dengan menu orang dewasa. Padahal seharusnya tidak.
Anak-anak pada setiap tahapan usia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Misalnya, pada saat anak memasuki usia sekolah, lalu masa pra remaja atau pra pubertas, dan mencapai puncak pada masa remaja atau pubertas. Kebutuhan nutrisi pada masa pra pubertas dan pubertas juga menjadi faktor krusial yang penting untuk dipenuhi guna mempersiapkan pertumbuhan fisik dan kematangan organ reproduksi.
Kebutuhan Nutrisi Anak yang Seimbang
Pemberian asupan makanan pada bayi dan anak-anak harus memperhatikan keseimbangan nutrisi. Nutrisi-nutrisi ini diperlukan bayi dan anak-anak untuk aktivitasnya, untuk pemulihan dari sakit, dan untuk tumbuh kembangnya yang optimal.
Yang dimaksud dengan nutrisi yang seimbang adalah asupan makanan harus mengandung gizi lengkap sesuai yang dibutuhkan bayi dan anak pada masing-masing usia. Karena itu, dianjurkan untuk memberikan makanan yang beraneka ragam.
Untuk bayi di bawah 6 bulan, makanan terbaik untuk tumbuh kembang optimalnya adalah air susu ibu. ASI adalah makanan alamiah untuk bayi yang mengandung nutrisi yang seimbang dan sempurna yang belum dapat tergantikan oleh susu formula apa pun. Komposisi nutrisi pada ASI memang didesain oleh Tuhan agar tepat, mudah dicerna, dan diserap oleh bayi.
Tidak hanya kaya akan nutrisi, ASI juga kaya akan antibodi (zat kekebalan tubuh) yang menjadi pelindung tubuh bayi, sehingga tidak mudah terserang infeksi dan penyakit. ASI juga bermanfaat menurunkan risiko diare, infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kencing, dan menurunkan risiko kematian bayi mendadak. Jadi, sebaiknya bayi hanya diberikan ASI eksklusif tanpa tambahan lain sampai ia berusia 6 bulan.
Setelah 6 bulan, bayi sudah akan memerlukan makanan pendamping ASI. Tumbuh kembang dan pola makan anak ketika sudah besar sangat dipengaruhi oleh pemberian MPASI (makanan pendaping ASI) yang tepat dengan gizi yang seimbang.
Makanan yang bernutrisi seimbang yang dibutuhkan bayi dan anak-anak. Beberapa kebutuhan nutrisi balita yang harus didapatkan adalah karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Berikut penjelasan tentang nutrisi-nutrisi tersebut dan dari makanan apa saja kita bisa memperolehnya.
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan nutrisi pokok yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh manusia. Tanpa karbohidrat, tubuh manusia akan lemas dan tidak bertenaga. Balita Anda bisa memperoleh karbohidrat dari makanan pokok, seperti beras, roti, sagu, dan jagung.
2. Lemak
Mayoritas kita memandang negatif akan fungsi lemak bagi tubuh manusia karena sebagian besar manusia langsung mengkaitkan lemak dengan kolesterol dan obesitas atau kegemukan. Padahal, pandangan tersebut tidak selamanya benar.
Lemak justru sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi juga untuk menjaga kestabilan suhu tubuh manusia, termasuk balita Anda. Lemak bisa diperoleh dari daging, telur, dan ikan yang dikonsumsi.
3. Protein
Kita mengenal protein sebagai zat yang berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh yang rusak dan pengatur metabolisme tubuh. Protein akan banyak diserap oleh tubuh jika balita kita mengonsumsi ikan dan daging.
4. Vitamin
-
Vitamin A. Vitamin A baik untuk nutrisi balita, khususnya kesehatan mata si kecil. Selain itu, vitamin A juga mampu berfungsi sebagai antiokasidan. Vitamin A bisa Anda dapatkan dengan memberikan balita Anda buah-buahan, seperti pepaya, pisang, dan apel. Selain itu, vitamin A terdapat dalam sayuran, seperti bayam, brokoli, dan wortel.
-
Vitamin B. Ada beberapa jenis vitamin B, seperti B1, B2, B3, B5, B6, dan B12. Sebagian besar vitamin B berfungsi sebagai zat yang membantu pertumbuhan dan fungsi pencernaan. Vitamin B akan dengan mudah diperoleh jika balita Anda mengkonsumsi susu, telur, daging, dan ikan.
-
Vitamin C. Vitamin C dikenal sebagai zat yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh dan sebagai antioksidan. Vitamin C bisa diserap tubuh ketika mengkonsumsi buah-buahan, seperti jeruk dan alpukat.
-
Vitamin D. Kekuatan tulang dan gigi disusun oleh vitamin D, selain mineral, seperti kalsium dan zat besi. Mendapatkan vitamin D tidaklah sulit. Bila balita Anda mengonsumsi, telur, susu, daging atau keju, kebutuhan vitamin D pasti terpenuhi.
-
Vitamin E. Kekuatan struktur kulit dan bentuk fisik akan terjaga dengan mencukupi kebutuhan vitamin E. Balita Anda dapat memperolehnya dengan mengonsumsi ikan, daging ayam, dan roti.
-
Vitamin K. Vitamin K berhubungan langsung dengan proses penyembuhan luka dan pembekuan darah. Oleh karena itu, vitamin K sangat penting diperoleh dengan mengonsumsi susu dan kuning telur.
5. Mineral
-
Kalsium. Seperti yang telah disebutkan, vitamin D bersama kalsium memiliki peran besar dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Kalsium didapatkan ketika balita Anda mengonsumsi brokoli, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran lain yang berwarna hijau.
-
Magnesium. Tanpa adanya magnesium, penyerapan gizi yang dilakukan oleh tubuh tidak akan berlangsung optimal. Magnesium didapatkan jika balita Anda mengonsumsi kacang, udang, dan sayuran hijau.
-
Zat besi. Mineral yang satu ini berfungsi vital untuk membantu darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi bisa didapatkan dari telur, kerang, dan coklat.
-
Seng atau Zinc. Mineral terakhir yang sangat penting adalah seng. Sangat baik untuk kekebalan tubuh dan pertumbuhan. Mineral ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi daging, telur, kacang, dan susu.
Balita yang tercukupi kebutuhan nutrisinya dapat tumbuh dengan sehat. Hal tersebut karena peran serta orang tua yang memberikan nutrisi yang sehat kepada anaknya. Kesehatan anak balita memang perlu diperhatikan karena ketahanan tubuh balita masih belum kuat, sehingga penyakit mudah menghampiri balita.
Pola makan balita harus diperhatikan kandungan nutrisinya, agar balita Anda tetap sehat. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kandungan nutrisi pada balita terdapat pada berbagai makanan. Anda dapat membuat menu makanan yang bervariasi bagi balita Anda.
Anda dapat membuat sendiri makanan untuk balita Anda karena jenis bahan untuk menu makanan yang mengandung banyak nutrisi mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Anda dapat berkreasi untuk membuat menu yang menarik dan juga banyak mengandung nutrisi.
Selain itu, pola hidup yang sehat juga harus diterapkan kepada anak Anda sejak dini. Pola hidup yang tidak sehat dan tidak teratur bukan hanya dialami oleh kaum dewasa saja, tapi anak-anak juga dapat mengalami hal tersebut.
Kegiatan seorang anak sekarang ini sangat padat. Waktu pergi dan pulang ke rumah bisa sama dengan kegiatan orang dewasa yang pergi bekerja, yaitu pergi pagi dan pulang sore.
Kegiatan yang padat tersebut, dapat menyebabkan pola hidup anak tersebut tidak teratur dan tidak sehat. Akibatnya sang anak lebih mudah sakit dan pertumbuhannya terganggu.
Kegiatan yang padat harus tetap didukung oleh pola hidup yang sehat juga, agar pola hidupnya seimbang. Dengan kegiatan yang padat, hidup sehat melalui makanan dapat terlaksana, yaitu dengan memilih jenis makanan yang bernutrisi untuk sang anak.
Jenis makanan sekarang ini banyak macamnya, terutama makanan untuk anak-anak. Selektif dalam memilih makanan sangat diperlukan. Makanan yang dijual tanpa komposisi yang jelas lebih baik jangan dikonsumsi. Kandungan nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut tidak jelas, apakah sehat atau malah membuat tubuh kita sakit.
Kebutuhan nutrisi anak harus diperhatikan oleh setiap orang tua karena hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan anak. Jiwa yang sehat memiliki tubuh yang sehat. Mulailah mengatur pola makan dan pola hidup yang sehat.

