Kecapi - Alat Musik Bersenar dari Sunda
Ilustrasi kecapi
Masyarakat Sunda khususnya, pasti tidak asing mendengar nama Kecapi.
Entah kecapi sebagai nama buah-buahan berwarna kuning yang penuh dengan biji atau kecapi sebagai alat musik yang memiliki senar. Kedua benda berbeda genus itu cukup akrab dengan telinga masyarakat sunda, atau masyarakat Indonesia secara luas.
Sebagai sebuah bangsa yang memiliki banyak budaya, Indonesia seperti tidak pernah habis mengeksplorasikan apapun. Memamerkan apapun yang ia miliki. Semuanya serba menarik untuk dibicarakan. Termasuk tentang kecapi ini.
Masyarakat Indonesia memiliki kebudayaan yang mengakar di setiap daerahnya. Berbeda tapi bisa juga saling memengaruhi.
Akulturasi dalam berbudaya di Indonesia adalah satu hal yang tidak bisa dilepaskan. Pengaruh memengaruhi dalam kebudayaan adalah hal biasa. Selama memiliki kekhasan, kebudayaan tersebut akan lahir menjadi sesuatu yang baru. Salah satunya adalah alat musik kecapi.
Alat musik kecapi atau masyarakat Sunda memanggilnya dengan kacapi adalah alat musik asal tatar parahyangan. Dilihat dari bentuknya, kecapi mirip dengan harpa dan guzheg. Dua alat musik yang masing-masing berasal dari zaman Mesir kuno dan Cina. Ketiga alat musik bersenar itu bisa jadi saling terinspirasi atau memengaruhi tanpa sengaja.
Konon, dunia ini adalah satu dataran yang sangat luas. Waktulah yang membuat dataran ini menjadi terpisah-pisah. Dataran tersebut pastilah memiliki peradaban dan budaya. Hal inilah yang bisa jadi menjadi salah satu penyebab mengapa budaya-budaya yang ada di dunia bisa secara kebetulan memiliki kemiripan.
Seperti halnya kecapi, alat musik bersenar yang juga banyak dimiliki oleh negara lain, tetapi tentu saja dalam bentuk dan nama yang berbeda. Akulturasi budaya yang terjadi pada kecapi takterjadi secara tiba-tiba. Pengaruh-memengaruhi pastilah melalui proses yang panjang.
Masing-masing pemilik budaya wajar jika merasa bukan mereka yang terpengaruhi. Melainkan mereka yang memengaruhi. Namun, satu hal yang harus dan ideal diyakini adalah, proses akulturasi budaya tersebut terjadi akibat adanya saling keberterimaan antara satu budaya dengan budaya yang lain.
Jika dianalogikan, kedua budaya yang berakulturasi itu ibarat sepasang manusia yang saling menyayangi, dan akhirnya membutuhkan. Mereka menemukan kesamaan yang pada akhirnya berhasilkan menciptakan sebuah budaya baru.
Sebagai Bentuk Peradaban Masyarakat Indonesia
Di dunia ini rasanya tidak ada satupun bangsa yang tidak memiliki kebudayaan. Begitupun dengan Indonesia. Tidak akan ada kebudayaan jika tidak ada peradaban manusia.
Begitupun sebaliknya. Salah satu bentuk kebudayaan yang dimiliki oleh hampir semua negara adalah alat musik.
Sebagai salah satu alat musik khas Indonesia, kecapi juga memegang peran sebagai simbol peradaban.
Perumpamaan seperti itu cukup menggambarkan betapa eratnya hubungan kebudayaan dengan kehidupan manusia. Kebudayaan ibarat identitas bagi satu kelompok masyarakat tertentu.
Sama halnya seperti kecapi. Alat musik tersebut merupakan identitas bagi masyarakat Indonesia secara umum, dan masyarakat Sunda secara khusus.
Di Indonesia, setiap daerah memang memiliki kebudayaan yang khas dan berbeda. Jumlah kelompok masyarakat di Indonesia cukup banyak.
Kelompok masyarakat di Indonesia tersebut kemudian dikategorikan berdasarkan daerah yang ditempatinya. Identitasnya pun akhirnya berbeda di setiap daerahnya.
Berimbas pada bentuk kebudayaan itu sendiri. Dan kecapi lagi-lagi ikut "berperan" dalam keanekaragaman bentuk kebudayaan.
Kebudayaan yang bisa menjadi identitas bagi kelompok-kelompok masyarakat juga memiliki variasi yang cukup banyak. Seperti jenis tarian tradisional, pertunjukkan, upacara adat, pakaian adat, rumah adat, dan juga alat musik tradisional. Elemen-elemen tersebut pada perkembangannya kemudian banyak melahirkan hal-hal lain yang skalanya lebih konkret. Kecapi misalnya sebagai salah satu bentuk konkret dari elemen alat musik tradisional Indonesia.
Kecapi - Alat Musik Bersenar Khas Indonesia
Kecapi pada Kecapi Suling
Pertunjukan kecapi suling selalu bersamaan dengan pertunjukan tembang sunda. Perpaduan suara kecapi dan suling yang lembut berperan mengisi kekosongan vokal pada pertunjukan tembang Sunda.
Irama dari dua instrumen musik itu sangat lembut. Alunan yang dihasilkan dari dua alat musik itu, kecapi dan suling, diiringi oleh mamaos atau tembang yang membutuhkan cengkok atau lengkingan suara tinggi yang khas Sunda bisa menghipnotis siapapun.
Berdasarkan bentuknya, kecapi dibedakan menjadi dua, kecapi parahu dan kecapi siter. Kecapi berbentuk parahu memiliki lubang pada bagian bawah. Lubang kecapi itu berfungsi sebagai lubang resonansi sebagai tempat keluarnya suara. Sisi-sisi pada kecapi jenis ini dipahat sedemikian rupa hingga berbentuk seperti perahu. Perbedaan dengan kecapi siter terletak pada bentuknya. Kecapi siter berbentuk rata. Berdasarkan fungsinya dalam mengiringi suatu pertunjukan musik. Kecapi dibedakan menjadi kecapi indung yang berperan sebagai kecapi utama pemimpin pertunjukan yang memiliki 18 hingga 20 senar, dan kecapi rincik yang berperan sebagai pengiring kecapi induk. Kecapi rintik memiliki nada-nada yang tinggi, dan memiliki senar sebanyak 15 buah.
Alat musik ini adalah alat musik yang lahir dan menjadi identitas dari kebudayaan masyarakat Sunda. Berdasarkan bentuknya, kecapi termasuk dalam jenis alat musik sitar. Instrumen yang memiliki senar sebagai unsur utamanya.
Faktanya, alat musik memang umumnya terbagi dalam tiga jenis, pukul, petik, dan tiup. Baik kecapi maupun alat-alat musik lainnya. Kebetulan, kecapi termasuk alat musik yang bersenar, sehingga cara memainkan agar alat musik tersebut mengeluarkan nada adalah dengan memetik senar yang menjadi bagiannya.
Kecapi akan bisa ditaklukkan ketika Anda mempelajarinya dengan serius. Terlihat sangat mudah, hanya dengan memetik, kecapi akan mengeluarkan suaranya. Tapi, jika Anda menginginkan agar nada yang keluar dari kecapi lebih enak didengar, maka diperlukan latihan yang khusus.
Latihan-latihan yang Anda butuhkan untuk menguasai kecapi ini tentu saja membutuhkan waktu yang lumayan lama. Tidak bisa instan, sama halnya ketika Anda mempelajari hal baru dalam kehidupan. Perlu ketekunan serta kecintaan lebih terhadap alat musik ini.
Kecapi bukan hanya satu-satunya alat musik bersenar. Alat musik sitar juga banyak terdapat di berbagai negaralain, seperti Cina, Slovenia, Austria, Hungaria, Kroasia dan daerah Jerman bagian selatan. Alat musik jenis seperti ini sudah ada sejak zaman Yunani. Di Yunani sendiri, alat musik bersenar seperti ini disebut kithara.
Terbukti bahwa alat musik bersenar bukan hanya dimiliki oleh Indonesia, negara lain pun memiliki alat musik dengan senar ini. Namun, yang sudah dapat dipastikan adalah bentuk dan nama dari masing-masing alat musik tersebut berbeda, bukan kecapi.
Dalam tradisi masyarakat Sunda, kecapi biasa dimainkan pada pertunjukan acara-acara musik tradisional yang biasa digelar oleh masyarakat Sunda. Seperti tembang sunda dan kecapi suling. Pada pertunjukan kecapi suling, kecapi menjadi instrumen utama bersama dengan suling.
Kecapi pada Tembang Sunda
Tembang Sunda merupakan salah satu kesenian tertua yang dimiliki oleh masyarakat Sunda. Tembang Sunda biasa dimainkan di daerah-daerah yang ada di Jawa Barat seperti Cianjur.
Pertunjukan ini sudah dipertontonkan sejak zaman penjajahan Belanda. Pertunjukkan tertua ini tidak pernah ketinggalan mengikutsertakan kecapi dalam setiap penampilannya.
Pada pertunjukkan ini kecapi berperan sebagai instrumen pengiring bersama dengan alat musik lainnya seperti suling dan rebab. Pada bagian vokal, diisi dengan puisi Sunda. Kecapi menjadi salah satu alat pengiring yang vital dan jika digantikan dengn alat musik lain, bisa memengaruhi nilai rasa,

