logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Pengasuhan    Kecerdasan Anak

Kecerdasan Anak

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Predikat cerdas kerap kali diberikan pada mereka yang prestasi akademiknya cukup bagus. Prestasi akademik artinya adalah nilai-nilai yang ada di dalam pelajaran. Seperti memiliki nilai bagus untuk pelajaran Matematika, Fisika, dan Bahasa Inggris. Di luar itu, anak tersebut harus puas dicap sebagai anak yang biasa saja. Padahal jika mau lebih bijak melihat, kecerdasan anak bukan hanya dinilai dari angka-angka yang didapatkannya.

Orangtua manapun di dunia ini tentu ingin memiliki anak yang cerdas. Karena, dengan kecerdasannya, anak tersebut mampu membuat bangga kedua orangtua. Begitu sebenarnya alasan yang paling mendasar. Dan pandangan bahwa cerdas adalah bisa menaklukkan soal-soal dari dulu hingga saat ini sepertinya adalah penghalang untuk bakat si anak.

Mereka yang tidak pintar secara akademik, sama sekali menjadi anak nomer dua, di lingkungan sosial seperti rumah ataupun sekolah. Padahal, ada sisi lain dalam dirinya yang bisa dibanggakan. Tetapi, selama sisi tersebut tidak berkenaan dengan pencapaian bagus yang ditandai dengan ranking di sekolah, jangan harap anak tersebut mendapat predikat cerdas.

Paradigma seperti itu harus diakui masih ada di masyarakat Indonesia. Terlihat dari ramainya lembaga-lembaga kursus yang memang disediakan khusus untuk memberikan pelajaran tambahan. Bahwa secara tidak langsung anak-anak dituntut untuk pintar secara akademik. Padahal, jika pengajaran tersebut bersifat berlebihan, justru akan tidak baik bagi perkembangan anak.

Beruntunglah Anda para orangtua yang memang memiliki anak dengan bakat pintar. Tak perlu menghafal terlalu berat tapi sudah bisa menaklukkan semua mata pelajaran. Bagaimana dengan anak yang, katakan lah, biasa saja? Paradigma seperti yang disebutkan di atas pastinya cukup mengganggu Anda. Secara tidak langsung hal tersebut juga akan membebani si anak. Bukan tidak mungkin ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri.

Sesungguhnya, potensi kecerdasan yang dimiliki setiap anak adalah sama. Perbedaan akan terjadi bahkan ketika masing-masing anak berada dalam kandungan. Asupan makanan yang Anda konsumsi selama hamil, rangsangan-rangsangan yang diberikan pada kandungan, serta hidup sehat selama mengandung adalah faktor yang memengaruhi kecerdasan anak saat berada dalam kandungan.

Ketika lahir, faktor penunjang kecerdasan anak masih berkaitan dengan makanan yang ia konsumsi. Namun stimulus berganti dengan simulasi. Dari situ lah nantinya akan terlihat ke arah mana kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Apakah akademik, atau non akademik.

Kecerdasan anak sekali lagi bukan hanya kecerdasan intelektual, seperti logika berpikir, kemampuan memecahkan soal-soal rumit, dan hal lain yang sifatnya memaksa otak untuk bekerja lebih keras. Ketika anak tidak diwarisi dengan kemampuan itu, lalu otaknya dipaksa untuk berpikir keras, bukan tidak mungkin ia akan tertekan, stress, dan Anda tidak akan mendapatkan apapun kecuali penyesalan.

Jadi, sebelum menyesal karena terlalu memaksakan anak untuk menguasai berbagai hal yang sama sekali mungkin tidak ia sukai, lebih baik mulai belajar untuk menjadi orangtua yang pengertian. Mulai lah mengerti bahwa setiap anak ditakdirkan dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Dan mulai lah mendukung apapun yang anak Anda kerjakan. Karena, pastinya, itu adalah sesuatu yang akan membuatnya bahagia.

Ketika si anak merasa bahagia, ia akan mendapatkan semangat untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari yang mungkin sebenarnya cukup membosankan. Tapi, dengan kepercayaan yang Anda berikan, kemungkinan ia untuk membuat kecewa menjadi lebih kecil.

Kecerdasan IQ Bukan Satu-satunya!

Ada hal lain yang juga cukup penting berperan dalam kehidupannya selain kecerdasan intelektual, adalah EQ atau Emotional Quotient atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi kecerdasan emosional. Bahkan ada hal lain yang juga sangat baik untuk bekal kehidupannya nanti, yaitu multiple intelligence.

Anak dengan multiple intelligence akan bisa menghadapi segala permasalahan dalam hidupnya. Ia akan menaklukkan soal-soal pelajaran yang rumit, ia akan berhasil mengontrol emosinya, dan ia akan berhasil di kehidupan sosialnya. Bagaimana, IQ bukan satu-satunya hal penting, bukan?

Ketika anak cerdas secara sosial, ia akan bisa mengidentifikasi, mengendalikan, lalu menilai emosi dirinya sendiri dan orang lain atau kelompok. Kecerdasan sosial ini menjadi bekal yang cukup penting bagi kehidupan sosialnya. Ia akan bisa menghadapi persaingan yang terjadi, ia juga bisa bersikap bagaimana seharusnya.

Tingkat kecerdasan anak yang berkaitan dengan kemampuan mengolah emosi, kehidupan sosial dan yang lainnya dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang tepat. Selain tentunya hal-hal yang cukup mendasar seperti makanan bergizi.

Permasalahan kecerdasan pada anak ini menarik perhatian para peneliti. Mereka menuliskan hasil penelitiannya ke dalam sebuah buku. Salah satunya adalah Howard Gardner. Menurutnya, kecerdasan anak dibagi dalam spectrum yang luas. Berikut adalah penjelasannya.

1. Kecerdasan Matematika dan Logika

Anak dengan kecerdasan matematika adalah mereka yang memiliki kemampuan berpikir sesuai logika, menganalisis angka, kemampuan dalam memecahkan sebuah masalah melalui berpikir. Anak-anak dengan tipe kecerdasan seperti ini cenderung hobi menganalisis sesuatu.

Mereka mengerjakan segala sesuatunya secara lebih sistematis. Mulai dari menyusun hingga mengategorikannya. Mereka sangat menyukai permainan yang membutuhkan logika dan ketepatan berpikir seperti catur dan teka-teki. Anak-anak ini cocok menjadi insinyur, ahli teknik, dan pekerjaan yang melibatkan banyak angka.

2. Kecerdasan Bahasa

Mereka adalah anak-anak dengan kemampuan penggunaan bahasa baik lisan maupun tulis yang cukup baik. Mereka akan dengan mahir menyampaikan gagasan. Anak-anak dengan kecerdasan seperti ini cenderung akan menyukai kegiatan membaca atau yang berhubungan dengan bahasa, seperti menulis puisi, membaca puisi dan sebagainya.

Anak dengan kecerdasan ini memiliki daya ingat yang cukup kuat. Mereka akan dengan baik mengingat istilah, nama atau apapun. Kecenderungan anak-anak ini untuk lebih memahami berbagai teori dengan cara mendengarkan jauh lebih besar. Mereka juga akan lebih mudah belajar bahasa-bahasa baru. Profesi yang cocok untuknya adalah presenter, wartawan, dan profesi lain yang lebih mengutamakan kemampuan berbahasa.

3. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan anak yang selanjutnya adalah kecerdasan dalam segi musik. Mereka adalah anak-anak dengan kepekaan terhadap nada dan irama yang lebih tinggi dibanding anak-anak lainnya. Hobi mereka adalah tentu saja mendengarkan musik atau suara-suara. Ketika belajar, mereka akan lebih senang jika semua dikemas dengan musik. Menyiasatinya, adalah dengan cara menciptakan lagu berisi teori-teori yang diajarkan di sekolah.

Anak-anak seperti ini akan memiliki kemampuan meramu nada dan irama menjadi sebuah lagu yang asyik. Jika diakomodir dengan baik, ia akan menjadi seorang composer, penyanyi, atau pemain musik, pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan musik.

4. Kecerdasan Visual Spasial

Anak dengan kecerdasan tipe ini artinya adalah anak yang memiliki kemampuan lebih untuk memahami hubungan antara sebuah objek dan ruang. Mereka ahli menciptakan imajinasi dalam bentuk ruang. Anak-anak seperti ini cenderung lebih mudah menghafal atau mengerti dengan cara melihat. Mereka akan lebih menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan bangun ruang, seperti arsitek, desainer, pelukis, dll.

5. Kecerdasan Kinestetik

Mereka adalah anak-anak dengan kemampuan secara aktif dalam menggunakan bagian atau seluruh tubuhnya untuk melakukan komunikasi dan memecahkan beberapa masalah. Ciri-ciri anak seperti ini adalah anak-anak yang lebih menonjol di bidang olahraga. Mereka akan rela menghabiskan banyak waktu di lapangan olahraga dengan penuh keringat. Profesi yang akan membuat hidupnya bahagia adalah atlet, menari, atau apapun yang menuntut pelakunya bergerak dengan leluasa.

6. Kecerdasan Inter Personal

Mereka adalah anak-anak dengan tingkat kepekaan yang tinggi terhadap orang lain. Mereka jagonya dalam urusan bersosialisasi. Kecerdasan yang satu ini dikenali juga dengan istilah kecerdasan sosial. Ia cenderung mudah akrab dengan lingkungan sosialnya. Mereka memiliki kemampuan berorganisasi dengan baik, memiliki jiwa kepemimpinan. Besar nanti, mereka akan lebih memilih untuk menjadi seorang public relation, presiden, manjer, direktur, dan profesi lain yang mengandalkan jiwa kepemimpinan.

7. Kecerdasan Intra Personal

Kebalikan dari inter personal, anak-anak dengan kecerdasan intra personal lebih peka terhadap dirinya sendiri. Mereka tahu persis mengenai kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Anak-anak seperti ini cenderung akan lebih suka menyendiri, karena dengan begitu ia semakin mengenal dirinya. Besar nanti, mereka akan cenderung menjadi seniman, bahkan ahli filsafat.

8. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis adalah anak-anak yang memiliki kemampuan untuk berakrab-akrab dengan alam. Mereka memiliki kepekaan yang tinggi terhadap alam. Hal yang membuatnya tertarik adalah penelitian yang dilakukan di alam. Kecerdasan mereka akan lebih optimal jika kegiatan belajar dilakukan di luar ruangan. Sesekali mengajaknya pergi mendaki gunung akan membuatnya senang. Mereka akan cocok jika harus berprofesi sebagai ahli observasi lingkungan atau profesi lain yang berkaitan dengan alam.

Macam-macam kecerdasan anak yang sudah diungkapkan di atas semoga mulai sedikit mengubah cara pandang Anda terhadap kecerdasan seorang anak, ya. Kembali mulai percaya dan yakini bahwa setiap anak pastinya sudah membawa kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Tolong di SHARE :
Share
 
Artikel Terkait

Memilih Game Anak Cerdas
Cara memilih game anak cerdas perlu strategi khusus. Karena bila keliru maka tingkat kecerdasan anak tidak makin meninggi namun justru bisa menurun. Sebelum membeli atau memilih game, perhatikan dulu kondisi anak.

Langkah Pintar Agar Anak Cerdas
Agar anak cerdas, orangtua tidak hanya memberikan asupan gizi dan vitamin yang baik saja buat hatinya. Namun yang lebih penting adalah bisa membentuk karakter atau jiwa anak agar bisa melakukan suatu tindakan secara lebih kreatif dan inspiratif. Tujuannya agar anak tersebut mampu menghadapi masa dewasanya nanti. Ingin tahu cara agar anak cerdas? Baca artikel ini sampai tuntas.

Apa Saja Ciri Ciri Anak Cerdas?
Tahukah Anda apa ciri-ciri anak cerdas? Apakah anak kita termasuk anak cerdas? Anda bisa lihat apakah anak Anda memiliki ciri-ciri anak cerdas setelah membaca tulisan ini.

Topik Terkait
Kecerdasan Anak
Belajar dan Bermain
Gizi Anak
Kebutuhan Anak
Kemampuan Sosial Anak
Kepercayaan Diri
Kognitif
Majalah Untuk Orangtua
Mendidik Anak
Motorik
Pengasuhan Anak
Playgroup
Sensorik

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA