Kecil-Kecil Punya Karya - Wadah Pengembangan Bakat Menulis Anak
Ilustrasi kecil-kecil punya karya
Kecil-kecil punya karya? Dahulu, aktivitas tulis menulis dianggap sebagai aktivitas yang serius, monoton, dan hanya menjadi daerah kekuasaan orang-orang “pintar” saja. Tapi seiring dengan berkembangnya zaman, ternyata ada banyak hal yang bisa mulai ditulis dan diceritakan karena tidak melulu soal sosial dan politik saja. Konon katanya, tulisan mempunyai kekuatan magis yang memberi pengaruh besar terhadap suatu perubahan.
Kita bisa melihat buktinya saat masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia saat ingin lepas dari negara penjajah. Saat itu, tokoh-tokoh bangsa menjadikan tulisan (baik dalam bentuk artikel maupun buku) sebagai sumber kekuatan untuk melakukan pemberontakan kepada penjajah sekaligus untuk membangkitkan kesadaran masyarakat. Kini, tulis menulis sudah berkembang sedemikian rupa.
Ada jutaan karya anak bangsa maupun dunia yang tersaji di depan mata dalam berbagai bentuk baik itu buku panduan, novel, majalah, artikel, jurnal, dan sebagainya. Dan kini, tidak hanya orang dewasa saja yang menggandrungi aktivitas menulis ini. Nyatanya, ada banyak anak-anak Indonesia yang juga mempunyai bakat dan ketertarikan dalam tulis menulis. Salah satu wadahnya adalah Kecil-Kecil Punya Karya.
Apa Itu Kecil-Kecil Punya Karya?
Beberapa tahun ke belakang, novel anak gandrung ditemukan dalam mewarnai kesuastraan Tanah Air. Novel itu ditulis dan ditujukan untuk anak-anak. Penulis anak ini tidak asal menulis novel, tapi punya konten yang bagus.
Mreka adalah anak-anak kreatif yang tergabung dalam Kecil-Kecil Punya Karya. Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK) sebetulnya adalah sebuah wadah yang dibentuk secara khusus oleh penerbit buku DAR! Mizan untuk menampung kreativitas anak-anak Indonesia menuangkan segala imajnasinya dalam bentuk tulisan.
Anak-anak yang terlibat di dalamnya berusia sekitar 7 hingga 12 tahun. Kecil-Kecil Punya Karya adalah sebuah nama unik yang diberikan oleh Andi Yudha Asfandiyar. Sejak awal dibentuk, Kecil-Kecil Punya Karya sendiri sudah mempunyai segmentasi dan jenis buku yang akan diterbitkan sebagian besar adalah novel.
Akhir tahun 2003 menjadi awal langkah Kecil-Kecil Punya Karya dalam dunia penerbitan. Terdapat beberapa buku yang menjadi pionir misalnya sebuah novel yang dikarang oleh Sri Izzati pada tahun 2003 berusia 7 tahun berjudul Kado untuk Ummi, kemudian ditahun yang sama diterbitkan sebuah buku kumpulan puisi yang ditulis oleh Abdurahman Faiz.
Dalam tahun pertama perjalanannya Kecil-Kecil Punya Karya mengalami banyak hambatan. Dalam 3 tahun pertama sejak didirikannya masih sedikit sekali karya yang bisa diterbitkan, alasannya tentu karena masih sedikitnya penulis cilik yang bergabung. Terlebih lagi, karena masih baru, tentu banyak yang meragukan keberhasilan Kecil-Kecil Punya Karya dalam menarik minat para penulis cilik.
Hingga akhirnya pada tahun 2008, dihelatlah sebuah acara yang dinamakan dengan Konferensi Penulis Cilik KKPK. Melalui ajang inilah berkumpulnya para penulis cilik. Hal ini menambah pula lebih banyak anak yang mau bergabung dalam penulisan buku. Konferensi penulis ini diselenggarakan secara rutin setiap tahun dan bertujuan untuk menjaring dan menemukan bakat-bakat anak Indonesia dalam bidang menulis.
Dan, memang tujuan diselenggarakan konferensi ini tercapai, setiap tahunnya jumlah penulis KKPK selalu bertambah. Hingga tahun 2012 sudah ada sekitar 194 orang anak yang tergabung dan jumlah karya yang diterbitkan ada lebih dari 200 buku.
Kecil-Kecil Punya Karya kini sudah dikenal menjadi pioner sekaligusbrand dalam penerbitan buku-buku bacaan anak, terutama anak-anak usia Sekolah Dasar dengan rentang usia 7 hingga 12 tahun. Karena keberhasilannya ini, maka banyak pula penerbit buku lain yang menerbitkan buku serupa yakni buku-buku bacaan untuk anak.
Sepertinya ini adalah angin segar bagi dunia pendidikan kita, karena sebelumnya sangat jarang ditemukan buku bacaan yang tepat untuk anak-anak. Ada banyak kekhawatiran orangtua ketika anaknya justru memilih bacaan remaja atau bahkan dewasa yang sebetulnya sangat tidak cocok untuk menjadi bacaan anak-anak. Dengan adanya buku-buku hasil karya anak-anak kreatif ini, maka anak kita bisa mendapatkan buku bacaan yang memang sesuai dengan usia serta pertumbuhan dan perkembangannya.
Buku bacaan yang diterbitkan pun bukan sekedar memenuhi kuota penerbitan buku anak saja, namun memang kualitas dari setiap buku yang dihasilkan sudah cukup baik sehingga menjadi sangat layak untuk diterbitkan. Hal ini terbukti dari tingginya animo masyarakat untuk bisa menikmati buku-buku hasil karya mereka ini.
Pemerintah pun tidak luput memberikan perhatian serta dukungan, melalui Kementerian Pendidikan Republik Indonesia memberikan dukungan penuh kepada setiap agenga kegiatan yang akan dilaksanakan. Misalnya saja dalam acara Konferensi Penulis Cilik Indonesia yang sudah dilakukan pada tahun 2010 dan 2011. Konferensi ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mempertemukan seluruh penulis cilik yang tergabung dalam Komunitas Penulis Cilik Indonesia.
Karya Fenomenal Penulis Cilik Indonesia
Ini adalah bukti bahwa karya yang dihasilkan penulis cilik juga berkualitas dan sangat layak untuk dibaca, dinikmati serta diapresiasi keberadaannya. Mereka memang serius dan bekerja dengan baik layaknya penulis dewasa pada umumnya.
Selama penerbitan buku-buku hasil Kecil-Kecil Punya Karya, ternyata terdapat beberapa buku yang dianggap fenomenal. Mungkin karena besarnya minat pembaca untuk membeli buku ini adalah salah satu faktor keberhasilan penjualannya. Berikut ini adalah 5 buah karya yang dianggap sebagai karya yang fenomenal.
1. Novel karangan Shara yang berjudul My First Make Up. Shara adalah seorang anak yang berusia 10 tahun saat menulis novel ini. novel ini sendiri bercerita mengenai seorang gadis yang diberi nama Shabryna Azizah, sebelumnya ia dikenal sebagai gadis yang berperilaku seperti laki-laki atau tomboi, cuek, dan tidak suka memperhatikan penampilannya. Namun, pada akhirnya berubah menjadi seorang gadis modis yang rapi dan bersih.
2. Novel karangan Amira yang berjudul Roxy! Roxy! 2: Totally Changed. Sesuai dengan judulnya, novel ini menceritakan tokoh yang bernama Roxy yang tiba-tiba menjadi artis terkenal. Diceritakan pula kehidupan Roxy yang penuh dengan suka duka saat menjadi seorangsuperstar.
3. Novel karangan Shara yang berjudul Reporter Cilik. Novel ini ditulis saat Shara, sang penulis berusia 9 tahun. Shara memang dikenal sebagai seorang penulis cilik yang aktif serta produktif dalam menghasilkan karya-karya terbaiknya.
4. Novel karangan Ramya berjudul Pink Cupcakes. Novel ini bercerita tentang sebuah persahabatan antara dua orang, namun sayang dua sahabat karib ini terpaksa harus pergi karena salah satu di antara mereka ternyata bukan manusia seperti pada umumnya. Saat menulis buku ini, penulis sedang berusia 12 tahun.
5. Novel berjudul Shopaholic Girl dikarang oleh Alya. Shopaholicadalah sebutan bagi seseorang yang sangat gemar belanja. Itulah yang terjadi pada tokoh utama dalam novel ini yang bernama Gabriella. Kisahnya menjadi menarik ketika si tokoh utama tiba-tiba berubah dari kebiasaannya semula semenjak bertemu dengan tokoh utama lain yang bernama Verera. Keunikan dari novel ini adalah adanya konflik khas remaja, yaitu percintaan. Sehingga konflik itulah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi novel ini.
Antara Menulis dan Kreativitas Anak
Anak-anak dengan segala potensi yang mereka miliki, seharusnya mendapatkan dukungan penuh serta wadah yang tepat untuk menyalurkan potensi itu. Menulis adalah aktivitas yang paling sering dilakukan oleh anak baik di rumah maupun di sekolah, namun menulis dalam arti menuangkan ide dan imajinasinya di atas kertas adalah sesuatu hal yang luar biasa.
Dalam menulis, tidak hanya bisa menyalurkan ide saja, namun akan ada pertambahan ilmu disana. Bisa kita bayangkan jika setiap anak Indonesia terbiasa dengan kegiatan menulis dalam bentuk apapun maka dipastikan akan bertambah jumlah anak yang cerdas di negeri ini. Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh ketika anak terbiasa dengan aktivitas menulis ini, selain bisa menyalurkan bakat serta kreasinya, menulis bisa jadi adalah media anak untuk menuangkan ide serta apa yang dipikirkannya.
Setiap anak terlahir dengan bakat dan potensi masing-masing, orangtua adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap hal tersebut. Anak haruslah diberi ruang bebas untuk berekspresi dan menuangkan ide sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing. Masa kanak-kanak adalah rentang usia dimana masa keemasan berlangsung, di saat-saat inilah pertumbuhan serta perkembangan berlangsung secara pesat.
Oleh karena itulah, salah satu asupan yang harus diperhatikan selain makanan adalah pentingnya asupan informasi namun yang sesuai dengan usia maupun tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Di masa modern seperti sekarang ini, ruang anak menjadi begitu terbatas. Hal ini bisa kita lihat, bagaimana mulai hilangnya lagu anak-anak yang beredar di pasaran sehingga yang terjadi anak dikenalkan dengan lagu dewasa yang tentu tidak sesuai dengan tahapan usianya.
Hal yang sama juga dengan tayangan televisi, hampir tidak ada tayangan televisi yang benar-benar memberikan pendidikan yang baik unuk anak. Justru yang ditampilkan adalah tayangan-tayangan yang sangat jauh dari kata layak untuk ditonton anak.
Kecil-Kecil Punya Karya bisa menjadi solusi yang tepat untuk memberikan ruang yang lebih bebas bagi anak, dengan memberikan pilihan bacaan yang memang sesuai denagn tahapan pertumbuhan dan perkembangannya.

