logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Pengetahuan Umum    Sejarah Dunia

Rempah-Rempah: Daya Pikat Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia


 

Ilustrasi kedatangan bangsa eropa di indonesia

 

Sejarah mencatat ada empat bangsa Eropa yang pernah menjajah berbagai wilayah di Nusantara. Kedatangan bangsa Eropa di Indonesia itu awalnya membawa niat mencari sumber rempah-rempah yang menguntungkan dalam perdagangan. Namun, melihat keelokan dan kekayaan alam di Nusantara, niat tersebut berubah menjadi hasrat ingin menjajah.

Surga Rempah-Rempah

Memang, sejak dahulu Indonesia telah dikenal sebagai surga rempah-rempah. Tanaman seperti cengkeh, jahe, jintan, merica, kemiri, bawang merah/putih, dan sebagainya, tersedia melimpah ruah. Khususnya di wilayah Indonesia Timur (Maluku). 

 Rempah-tempah pada masa prakolonial merupakan barang dagangan paling berharga. Tak hanya digunakan sebagai penyedap rasa, rempah-rempah juga biasa digunakan dalam pengobatan. Karenanya, ketenaran rempah-rempah tak kalah dengan emas batangan. 

Berbekal alasan seperti itu, bangsa-bangsa Eropa berupaya mencari jalan menuju pulau-puau di Nusantara yang diketahui sebagai sumber rempah-rempah. Mulai dari bangsa Portugis, Spanyol, Belanda hingga Inggris, pernah mencicipi keuntungan perdagangan rempah-rempah tersebut. Perdagangan yang akhirnya mengambil bentuk monopoli dan penguasaan wilayah (kolonial). Inilah cerita awal kedatangan bangsa Eropa di Indonesia.

Bangsa Portugis

Pada awal abad ke-16 (1511), bangsa Portugis di bawah pimpinan Alfonso D’albuquerque, menguasai Malaka, pusat perdagangan Islam di Asia Tenggara. Tujuannya adalah untuk mendominasi sumber perdagangan rempah-rempah. 

Tak puas menguasai Malaka, Portugis kemudian melanjutkan ekspedisinya menuju Timur, yaitu ke Ternate (Maluku) tahun 1512. Berbeda dengan Malaka yang merupakan pusat perdagangan rempah-rempah, Ternate adalah sumbernya. Penghasil utama remah-rempah yang berkualitas dan bernilai jual tinggi. 

Bangsa Portugis pun berupaya menaklukkan Ternate yang saat itu dikuasaai kerajaan-kerajaan lokal. Peperangan tak terhindarkan dan berakhir dengan dikuasainya Ternate oleh bangsa Portugis.

Tak hanya mendirikan pos dan benteng perdagangan, bangsa Portugis juga berupaya “menginternalkan” budaya mereka ke dalam rakyat Ternate. Budaya Portugis tersebut sampai sekarang masih dapat dilacak jejaknya di kehidupan masyarakat Ternate (Maluku). Inilah sejarah kedatangan bangsa Eropa di Indonesia. Salah satunya adalah, Portugis.

Bangsa Spanyol

Tidak ingin kalah dengan negara tetangganya (Portugis), bangsa Spanyol juga turut serta dalam “perburuan” rempah-rempah. Hanya bedanya, jika Portugis mengambil arah timur melewati Afrika dan India, maka Spanyol sebaliknya. Mereka mengambil arah barat, yaitu melewati Benua Amerika, kepulauan Filipina, dan akhirnya mendarat ke Ternate pada 1521.

Terjadilah perseteruan antara kedua bangsa kolonial tersebut untuk memperebutkan penguasaan atas Ternate. Perseteruan yang memaksa Paus (pemimpin spiritual umat Katolik) untuk campur tangan. Kedua bangsa itu akhirnya berdamai dengan menandatangani Perjanjian Saragossa (Zaragoza). Perjanjian yang salah satu isinya berupa pemberian “hak milik” wilayah Kepulauan Ternate kepada bangsa Portugis. 

Bangsa Belanda dan Inggris

Dua bangsa yang terakhir ini boleh dibilang telat datang ke Nusantara. Bangsa Belanda pertama kali menjejakkan kakinya pada tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Kedatangan mereka sama seperti bangsa Portugis dan Spanyol, yaitu untuk berdagang. Hal ini terlihat dari dibentuknya suatu komisi perdagangan, yang kemudian dikenal dengan nama Vereegnigde Oostindische Compagnie (VOC). 

Begitu juga bangsa Inggris datang ke Nusantara pada 1811 dengan kongsi dagang bernama East India Company (EIC), berpusat di India. Tujuannya, merebut seluruh wilayah kekuasaan Belanda yang saat itu sudah menguasai sebagian besar Nusantara (tak hanya di Ternate).

Mengulang kelakuan bangsa Portugis dan Spanyol, kedua bangsa ini (Belanda dan Inggris) pun saling bertikai. Peperangan tak terhindarkan, dan baru berakhir ketika disepakatinya perjanjian London tahun 1815.

Berisi kesepakatan bahwa Inggris harus mengembalikan kekuasaannya di Indonesia kepada Belanda. Sejak saat itu, kekuasaan kolonial Belanda tak tergoyahkan hingga invasi Jepang pada tahun 1942 dan kemerdekaan bangsa Indonesia tahun 1945. Inilah dua sejarah kedatangan bangsa Eropa di Indonesia, yaitu Belanda dan Inggris.

Apakah Tujuan Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia Saat ini?

Apa yang menjadi bahasan di atas ihwal kedatangan bangsa Eropa di Indonesia terjadis sebelum terjadi kemerdekaan. Kini, mereka pun masih suka datang ke Indonesia. Tujuannya beragam, namun salah satunya masih ada yang sama. Yaitu, menikmati rempah-rempah milik Indonesia. Hanya saja, saat ini mereka sudah tidak bisa lagi menjajah Indonesia dan mengambil begitu saja rempah-rempah tersebut.

Kini, kedatangan bangsa Eropa di Indonesia dengan tujuan menikmati rempah-rempah yang sudah tercampur dalam bentuk makanan. Terutama makanan yang berhubungan dengan bawang putih dan bawang merah, cukup banyak orang-orang Eropa menyukainya. Sehingga boleh dikata, makanan yang memiliki campuran rempah-rempah bisa menjadi salah satu pemikat kedangan bangsa Eropa di Indonesia.

Makanan Indonesia yang Ada Rempah-Rempahnya

Untuk melihat jenis makanan apa yang dapat memikat kedatangan bangsa Eropa di Indonesia, penulis merasa perlu mencamtumkan beberapa jenis makanan khas Indonesia yang ada rempah-rempahnya. Meksi terkadang tak masuk bahan utama, tapi tanpa rempah-rempah ia tak nikmat.

1. Pempek

Percayakah Anda kedatangan bangsa Eropa di Indonesia karena ingin makan pempek? Jawabannya, bisa iya bisa tidak. Semua tergantung pada lidah mereka. Namun, kebanyakan bangsa Eropa yang suka kuliner menyukai pempek. Apa pasalnya?

Pempek menjadi daya tarik kedatangan bangsa Eropa di Indonesia yang memiliki hobi kuliner disebabkan adanya asam jawa dan bawang putih. Keduanya memang tidak terdapat di dalam pempek, tapi keduanya berada di dalam saus pempek. Saus inilah yang membuat  orang Eropa ketagihan. Karena Pempek berasal dari Palembang, saus tersebut dikenal dengan nama cuko

2. Serabi

Serabi juga menjadi daya tarik kedatangan bangsa Eropa di Indonesia, meski tak semua orang eropa suka memakannya. Pasalnya, serabi tergolong jenis makanan yang manis. Orang-orang Eropa jarang suka dengan makan-manakan yang manis.

Namun bagi orang Eropa yang suka dengan serabi, yang menjadi daya tariknya adalah saus gula merahnya yang dicampur potongan jahe atau daun pandang. Jahe yang menyebabkan orang-orang Eropa menyukai serabi karena bisa menghangatkan.

3. Tahu Gejrot

Makanan yang terbuat dari tahu kulit ini dapat menjadi daya tarik kedatangan bangsa Eropa di Indonesia saat ini. Pasalnya, makanan ini langka buat mereka, tapi disukai karena ada bahan rempah-rempahnya. Yaitu, bawang putih, cabai rawit dan cabai hijau. Pedasnya luar biasa. Namun ini pula yang disukai oleh orang-orang Eropa. Apalagi jika dicampur degan sedikit gula merah, luar biasa nikmatnya makan tahu gejrot

4. Gado-Gado

Makanan yang satu ini memang sangat disukai oleh kebanyak orang Eropa. Makanan yang banyak sayurannya memang memiliki rating tak terkalahkan dilidah orang-orang Eropa lantaran full sayur-sayuran. Plus, diiringi dengan bumbu atau saus kacang yang terdiri dari komposisi bumbu seperti bawang putih, gula merah, garam dan sedikit kencur.

5. Sayur Asem

Sayur asem juga menjadi bagian dari makanan favorit orang-orang Eropa bila datang ke Indonesia. Makanan yang berkuah dan full sayur-sayuran ini memang menjadi makanan yang enak sekali dinikmati. Bayangkan saja, isi sayur asem penuh dengan sayur-sayuran, bumbu pembuat sayur asemnya sendiri tak terlepas dari aneka macam rempah-rempah. Yaitu, bawang putih, kemiri, bawang merah, sedikit jahe dan sedikit terasi.

Maka pantas saja bila sayur asem termasuk pemikat kedatangan bangsa Eropa di Indonesia saat ini. Khususnya bagi orang-orang Eropa yang hobi kuliner, sayur asem hampir tidak pernah terlupakan untuk mereka santap saat di Indonesia.

6. Tempe Bacem

Tempe bacem juga termasuk makanan yang disukai sebagian orang Eropa yang datang ke Indonesia. Pasalnya, di dalam olahan masakannya terdapat rempah-rempah yaitu lengkuas, bawang putih, bawang merah, ketumbah, jintan dan lain-lain. Selain dilatarbelakangi karena ada rempah-rempah, bahan dasar tempe sendiri adalah sayur-sayuran. Sehingga orang-orang Eropa begitu menyukainya.

Terkadang, tempe bacem yang bisa dikategorikan sebagai daya tarik kedangan bangsa Eropa di Indonesia ini enak juga dimakan sebagai cemilan. Sehingga wajar sekali jika sebagian mereka menyukainya.

Inilah artikel yang menceritakan penyebab kedatangan bangsa Eropa di Indonesia, baik dulu maupun saat ini. Namun menjadi pelajaran penting untuk pemerintah agar membantu para petani, dalam hal menghasilkan rempah-rempah yang bagus dan juga menyelamatkan mereka dari oknum yang tidak bertanggungjawab dalam hal pembelian rempah-rempah secea lansung kepada mereka.

Jika saling bantu membantu, maka hasilnya akan maksimal. Ingat, rempah-rempah bisa menjadi warga negara asing untuk datang ke negeri ini. Dari melihat keindahan alam Indonesia hingga menikmati makanan Indonesia yang tak terlepas dari rempah-rempah yang mereka sukai.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Daftar Mata Uang Negara Eropa
  • Meneropong Sejarah Amerika Serikat
  • Hasil Peninggalan pada Zaman Batu
  • Ada Apa dengan Peradaban Bangsa Maya?
  • Sejarah Kakus dan Negara Inggris yang Bau
  • Bingkai Sejarah PBB
  • Negara-negara ASEAN – Menjalin Kerja Sama di Kawasan Asia Tenggara
  • Sejarah Revolusi Amerika
  • Legenda Kuda Unicorn
  • Serba-serbi Sejarah Kaisar Tiongkok
  • Peperangan dalam Perang Dunia Ke 2
  • Piagam Madinah - Konstitusi Pertama Kedaulatan Umat Manusia
  • Peristiwa Perang Dingin, Amerika Serikat Versus Uni Soviet
  • Peradaban Maya Tentang Ramalan Kiamat 2012
  • Sejarah Mesir - Dari Cleopatra, Zeus Hingga Musa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA