Kedaulatan Rakyat Yogyakarta dan Belajar Jadi Wartawan
Ilustrasi kedaulatan rakyat yogyakarta
Kedaulatan Rakyat Yogyakarta pertama kali didirikan pada 27 September 1945. Di masa transisi dari penjajahan dan kemerdekaan serta pengakuan kedaulatan akan adanya Indonesia tercipta. Di usianya yang sudah menapak 65 tahun, tentunya, berbagai perubahan dari waktu ke waktu mampu diadaptasi dengan baik oleh salah satu media cetak terbesar di Yogyakarta ini.
Akhirnya, pada saat itulah, dimulai sebuah era media bernama Kedaulatan Rakyat. Media ini berbentuk media cetak dan mengikuti perkembangan zaman. Kedaulatan Rakyat Yogyakarta pun memilih menerbitkan media mereka dalam bentuk web.
Konten Kedaulatan Rakyat Yogyakarta
Kedaulatan Rakyat Yogyakarta tidak hanya memberikatakan isi berita yang bersangkutan dengan seputaran daerah Yogyakarta, yang meliputi Sleman, Bantul, Gunung Kidul, dan Kulonprogo, tetapi meliputi daerah Jawa Tengah, yaitu Surakarta, Banyumas, Klaten, dan Magelang.
Dalam koran Kedaulatan Rakyat pun dibahas beberapa rubrik menarik, sebagai keindahan berita yang akan disuguhkan. Hukum dan kriminal, olah raga, pendidikan, mancanegara, opini, dan panggung, berita yang lebih mengarah kepada pemberitaan tentang hiburan.
Kedaulatan Rakyat juga sering disapa oleh para pembaca setianya dengan sebutan KR dan memilki tagline atau slogan, suara hati nurani rakyat.
Sebagai media, tentunya, KR tak luput dari pemberitaan yang berisikan informasi. Di antaranya adalah informasi yang memberitakan hotel, tempat-tempat hiburan seperti club, tempat dan jadwal acara bioskop.
Rubrik Khusus Kedualatan Rakyat Yogyakarta
Ada satu bagian rubrik khusus uni yang menjadi ciri khas Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, yaitu adanya rubrik "Sungguh-sungguh Terjadi". Sebuah tulisan yang berasal dari informasi pembaca setia KR yang memberitakan hal-hal yang tidak diterima oleh para peminat media.
Terkadang, dalam rubrik "Sungguh-sunguh Terjadi" ini, berisikan tulisan-tulisan yang bercerita tentang humor-humor khas Jawa, dengan mengunakan bahasa Jawanya.
Selain itu, setiap harinya, Kedaulatan Rakyat Yogyakarta juga menghadirkan beberapa rubrik yang berbeda. Di antaranya rubrik tentang kuliner, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan rubrik untuk anak-anak di hari Minggu.
Koran harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta ini, biasanya, diserbu habis oleh para pembaca yang juga job seeker, pada koran edisi Sabtu, karena Kedaulatan Rakyat Yogyakarta menampilkan berita berbentuk iklan lowongan kerja.
Perkembangan dunia gadget pun tak pernah luput dari pengamatan Kedaulatan Rakyat yogyakarta. Surat kabar ini menyediakan iklan yang menampilkan tempat-tempat menjual peralatan gadget, seperti handphone.
Sekarang ini, Kedaulatan Rakyat Yogyakarta bisa ditemui di Jl. Pangeran Mangkubumi 40-44, Yogyakarta. Di kantornya tersebut, Kedaulatan Rakyat, memberikan kesempatan membaca gratis dengan memajang koran mereka di dalam papan agar mudah dinikmati siapa saja dan tentunya bagi para pembaca setia Kedaulatan Rakyat Yogyakarta.
Belajar Jadi Wartawan
Dengan membaca koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Anda bisa mengenal dunia kewartawanan, khususnya cara membuat berita yang membuat masyarakat tertarik untuk membacanya. Karena ketika membaca Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Anda menemukan banyak berita yang telah ditulis oleh wartawan. Cara mereka menuliskan berita tersebut yang layak dipelajari ketika ingin jadi wartawan. Ada 12 hal yang dilakukan para wartawan saat akan menulis berita.
1. Temukan Fakta Menarik
Sudah jamak diketahui, bahwa kerja wartawan adalah mencari fakta yang siap dijadikan bahan untuk dibuat berita. Setelah fakta dapat, maka yang mesti dilakukannya adalah memilah dan milih fakta yang menarik.
Untuk menemukannya, wartawan harus membuka mengumpulkan semuanya. Mulai dari catatan perjalanan, hasil wawancara yang sudah ditranskipkan, foto-foto hasil jepretan. Maka dilakukan pemilihan. Kesampingkan informasi yang kurang menarik, dan fokuslah pada yang menarik.
2. Temukan Angle
Bila sudah menemukan bahan-bahan yang siap dijadikan berita, maka cobalah pikirkan mana angle alias sudut pandang yang menarik. Caranya cukup mudah. Anda tentunya sudah mengetahui bahwa wartawan adalah pelayan masyarakat dalam hal informasi atau berita. Karena itu, pikirkan informasi apa yang diharapkan oleh pembaca.
Carilah yang unik dan belum dikupas oleh media lain. Sebab dengan mengangkat hal ini, ada sisi beda antara news atau berita yang Anda racik dengan berita media lain. Persaingan media saat ini cukup kuat. Maka pemilihan angle yang baik menentukan posisi.
3. Isi Berita: Ditulis dengan Feutures atau Paramida Terbalik
Saat Anda ingin membuat berita. Maka pikirkan terlebih dahulu cara penulisan beritanya. Apakah model penulisan berita features ataukah paramida terbalik? Jika model paramida terbalik, maka lalukan pengurutan fakta dari yang paling penting, penting dan tidak penting. Hal ini dilakukan, agar mudah melakukan pemotongan berita jika halaman pemuatan beritanya tidak mencukupi.
Jika model penulisan features, maka Anda mesti membuat berita dengan model cerita seperti tulisan fiksi. Ada klimaks berita yang disebar-sebar. Untuk penulisan model ini lebih baik ditanya dulu seberapa besar ruang berita yang diberikan, agar tidak sia-sia penulisan berita yang Anda lakukan.
4. Gunakan Lead Menarik
Sama seperti menulis artikel, dalam penulisan berita juga ada lead atau kalimat pembuka. Kalimat pembuka yang menarik membuat pembaca tertarik membaca berita hingga selesai. Lead ini ibarat pemolesan wajah. Semua orang punya wajah hanya tinggal cara memolesnya saja. Apakah menarik atau tidak? jika polesannya menarik akan membuat orang lain terpikat.
Bila baca koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Anda akan ketemu dengan tulisan berita dengan penyajian model tulisan features. Tulisan seperti ini, leadnya dilakukan dengan beragam cara. Ada yang yang memulainya dengan pepatah kuno, pantun, pertanyaan, analogi, candaan, syair lagu, sindiran dan lain-lain. Pembuatan lead pada dasarnya tergantung kepiawaian dan wawasan wartawan sendiri. Yang penting, harus terang, lugas dan memikat.
5. Gaya Penulisan Berdasarkan Sudut Pandang
Agar berita menjadi bagus, maka gaya penulisan harus dipikirkan.Bisa dengan model pembaca, model wartawan dan penulis, atau model wartawan sendiri. Kalau model pembaca, berarti ini model penulisan diluar dari wartawan. Ia menuliskan berita dari sudut pandang murni pembaca. Jika model wartawan dan penulis, maka berita yang diracik berdasarkan sudut pandang keduanya. Sedangkan model wartawan, tulisan yang hanya dari sudut pandang wartawan saja. Semua tergantung bagaimana wartawan bisa melibatkan pembaca dalam topik yang diangkatnya.
6. Gunakan Bahasa yang Tepat
Selain gaya penulisan, wartawan juga harus pintah memilih gaya bahasa yang digunakan. Secara umum, wartawan mesti menulis berita dengan penulisan yang baku, sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan tata bahasa Indonesia. Namun, wartawan bisa juga mencampurkan bahasa asing dan bahasa daerah. Atau campuran bahasa-bahasa lainnya.
Kenapa dibolehkan? Lantaran pemilihan bahasa yang tepat menjadi bagian dari penentuan keberhasilan tulisan yang digagas wartawan. Selain itu, penentuan bahasa penting dilakukan berdasarkan topik yang sedang dikupas, plus audiens pembacanya.
Untuk melihat contoh bahasa, Anda bisa bandingkan berita yang dikonsumsi oleh masyarakat secara umum di koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Maka berita tersebut akan berbeda dengan berita yang khusus untuk anak-anak pada hari Minggu.
7. Tambahkan Ilustrasi
Agar racikan berita yang dibuat wartawan tidak kering, wartawan dibolehkan ilustrasi dan contoh. Tujuannya, cukup sederhana. Yaitu, agar pembaca bisa terbantu menjadi lebih paham terhadap berita yang diangkat. Bahkan ilustrasi ini bisa menjelaskan maksud berita melebihi gambar.
8. Jika Perlu Foto, Tampilkan
Jika memiliki ruang yang cukup besar, tampilkan foto yang menceritakan dengan jelas tentang berita yang dikupas. Tentang kejadian dan daerah berita yang dijadikan topik bahasan oleh wartawan. Sehingga kehadiran foto memperkuat kekuatan berita tulisan yang digagas.
Tak hanya itu, kehadiran gambar dapat membangkitkan inspirasi pembaca dan juga dapat mendekatkannya kepada objek berita. Karena itu, foto yang diangkat mendampingi berita haruslah foto yang menarik.
9. Kupas Dengan Tuntas
Tulisan berita yang dibuat haruslah dalam kondisi tuntas. Jangan menggantung. Meski berita yang ditulis adalah berita yang sepele, tetap saja pembahasannya harus dengan tuntas dilakukan. Pasalnya, berita yang dibaca masyarakat di koran juga banyak. Anda harus bisa membuat pembaca tetap ingat dengan ulasan berita yang Anda buat.
10. Buatlah Judul yang Menarik
Setelah semua tersusun dengan baik, baru pikirkan judulnya. Judul berita yang baik adalah yang lugas, jelas, dan menarik. Plus, judul harus bisa menggambarkan simpulan dan isi.
Selain itu, judul juga bisa menjadi pancingan agar pembaca tertarik ingin membaca berita hasil racikan Anda. Namun demikian, judul yang dibuat tidak boleh menipu. Karena ini bisa merusak reputasi koran tempat hasil liputan berita Anda ditayangkan.
11. Teliti Sebelum Dimuat
Langkah terakhir, telitilah kembali tulisan yang dibuat. Apakah berita yang diceritakan sesuai dengan fakta dan diksi yang digunakan sudah tepat dan tidak salah ada salah ketik. Karena itu, pastikan berita yang dimuat benar-benar telah sempurna.
Inilah bahasan seputar profil Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, plus beberapa informasi yang layak dipelajari bagi siapa saja yang ingin menjadi wartawan. Khususnya, wartawan Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.

