Kedokteran
Bagi kalangan dokter, mungkin tidak banyak yang tahu mengenai hubungan antara ilmu kedokteran dengan agama khususnya agama Islam. Hubungan antarkedua aspek penting ini memang terjalin begitu kuat. Akan tetapi, hal ini sering tidak disadari oleh kita semua sehingga hubungan ini terkesan sangat tidak relevan. Banyak cara pengobatan yang dapat dilakukan dengan luar biasa yang terkait dengan jaran Islam.
Pengajaran ini juga seringkali dijadikan sebagai ajaran kedokteran yang sangat membantu atas kesembuhan seseorang sedang terbaring lemas oleh penyakit. Seperti misalnya, bagi penderita sakit yang saraf-sarafnya kaku, ketika dibacakan ayat suci Al-quran, saraf yang kaku tersebut akan aktif kembali. Mungkin akan terdengar sangat mustahil dalam hal tersebut, akan tetapi di sinilah letak hubungan antara ilmu kedokteran dan ajaran Islam.
Hal ini tentu mengetuk hati kecil, kita sebagai manusia bahwa betapa dahsyatnya ayat suci Al-quran yang di dalamnya terkandung firman Allah Swt. Ayat-ayat tersebut bisa menjadi salah satu cara pengobatan di luar kemampuan manusia. Hal ini lah yang kemudian diharapkan oleh kita semua, khususnya umat muslim.
Akan terlihat indah dan baiknya jika ilmu kedokteran yang dipelajari oleh dokter yang beragama muslim ini berlandaskan ajaran Islam yang begitu banyak mengandung mukzijat di dalamnya. Hal ini dapat kita lihat di masa sekarang, ketika seseorang yang membutuhkan pertolongan seorang dokter harus lah memiliki uang yang cukup. Tentu hal tersebut sangat mengiris hati manakala pasien tersebut tidak memiliki uang atau harta benda apa pun untuk membayar dokter tersebut.
Ini lah yang kemudian mengetuk hati kita semua untuk menjadikan Islam sebagai landasan dalam ilmu kedokteran yang telah dipelajari. Namun, jika sebaliknya Al-Quran yang disandang sebagai pedoman seorang dokter, tentu hal yang seperti di atas tidak akan terjadi di lingkungan kita. Keterikatan antara ilmu kedokteran dan juga ajaran agama Islam ini tidak semata-mata hanya menjadi satu teori.
Hal ini sebelumnya telah dibahas oleh Imam Ibn Al-Qaiyim Al Jauziah yang menjawab persoalan tersebut dalam buku yang berjudul Pengobatan Menurut Petunjuk Nabi. Gemagung Ikhitiati yang kemudian diterjemahkan oleh H.M.A. Saaridinata.
Buku yang membahas mengenai keterkaitan antara ilmu kedokteran dan juga ajaran Islam ini memiliki judul asli Al-Tibb al-Nabawiya yang dalam versi Inggrisnya berjudul “Healing with teh Medicine of the Prophet (sal allahu ‘alayhi wa salim)”. Al-Qaiyim merupakan seseorang yang dapat dikatakan sebagai seorang ilmuwan yang hidup pada 1292-1350. Ia juga merupakan seorag ahli hukum Islam dan ahli di berbagai cabang ilmu lainnya seperti astronomi, filsafat, kimia, dan tentu saja agama Islam.
Dalam buku yang ia tulis tersebut, kedokteran dan Islam memiliki hubungan yang sebenarnya sangat mudah ditemukan. Ia juga menulis ada 20 hal yang wajib dilakukan oleh seorang dokter dalam setiap menjalankan tugasnya tersebut. Berikut adalah hal-hal yang perlu diketahui dalam hubungan antara kedokteran dan Islam menurut Al-Qaiyim;
- Melakukan diganosis terhadap satu penyakit yang diderita oleh pasien
- Mencari penyebab terhadap adanya penyakit yang diderita oleh pasien
- Memeriksa keadaan pasien untuk menentukan diberikannya obat atau resep obat yang harus dikonsumsi oleh pasien
- Memeriksa pasien, baik itu perilaku dan juga kondisinya
- Meneliti kondisi pada pasien
- Mencari tahu usia pasien yang sakit
- Meneliti kebiasaan dan apa yang sudah menjadi kebiasaan dari pasien
- Mengingat pengaruh musim yang terjadi dalam lingkungan
- Memasukan pertimbangan tempat asal pasien
- Memperhatikan kondisi cuaca pada saat pasien terserang penyakit
- Mencari obat yang tepat serta sesuai yang nantinya akan diberikan kepada pasien
- Meneliti efektivitas serta dosis pada obat yang diberikan pada pasien
- Tidak hanya mengobati satu penyakit yang diderita pasien, dokter juga harus melakukan pencegahan akan terjadinya efek dari satu penyakit yang diderita pasien
- Memilih dan memberikan obat yang sederhana dan juga tepat untuk diberikan kepada pasien. Dokter bisa saja menyruh kita untuk mengurangi makanan atau minuman tertentu untuk memulihkan penyakit dari pasien jika obat-obatan tidak begiti diperlukan dalam pengobatan tersebut.
- Dokter meneliti dan mempertimbangkan ketika ia memeriksa pasien dan mendiagnosis satu penyakit, ia harus dapat memutuskan apakah ia bisa menangani penyakit tersebut dan menyembuhkan pasien tersebut atau kah tidak. Hal ini lah yang harus selalu diperhatikan oleh seorang dokter dan betapa pentingnya sebuah kejujuran dalam ilmu kedokteran.
- Dokter biasanya tidak boleh mengeluarkan zat-zat yang dianggap beracun untuk tubuh pasien sebelum keadaannya sudah stabil dan matang.
- Seorang dokter harus lah memilki wawasan yang luas dan pengetahuannya di berbagai penyakit. Hal ini lah yang menentukan dokter tersebut berkompeten atau tidak.
- Dokter juga harus memiliki sifat dan sikap yang lembut serta sabar terhadap orang yang sedang sakit atau pasiennya, seperti halnya kita harus bersikap lapang dada dan lembut terhadap anak kecil
- Dokter juga harus menggunakan berbagai jenis obat biasa (medis) serta obat batin atau spiritual. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan hati ketika sedang mengobati pasiennya serta menggunakan mata hatinya.
- Dokter harus lah mekakukan pengobatan berdasarkan enam prinsip yang utama. Enam prinsip ini lah yang menjadi sebuah landasan dalam melakukan dan menekuni profesinya sebagai seorang dokter.
- Prinsip yang pertama adalah dokter harus memilihara kesehatan dan sadar akan hal tersebut.
- Prinsip yang kedua, seorang dokter juga harus mengupayakan dan berusaha mengembalikan kesehatan yang hilang pada pasien yang ditanganinya.
- Ketiga, seorang dokter harus lah menyembuhkan penyakit bukan sebaliknya.
- Keempat, setidaknya dokter bisa mengurangi rasa sakit yang diderita pasien dengan sedikit mengurangi berat penyakit yang diderita oleh pasiennya.
- Kelima, dokter harus lah mengabaikan mudarat atau kejelekan yang lebih kecil dan justru harus mengobati yang lebih besar.
- Dan prinsi yang keenam, seorang dokter harus lah mengabaikan manfaat yang lebih kecil untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar. Dalam hal ini seorang dokter harus lah mengabaikan materi dunia dan mengejar amal sholeh untuk akhirat kelak.
Perlu diketahui hal yang terkandung dalam butir ke-20 merupakan hal yang mengandung enam prinsip dalam pengobatan bahwa hal tersebut dapat menentukan apakah seseorang merupakan dokter atau bukan.
Dalam ilmu pengetahuan kedokteran enam prinsip ini merupakan enam dasar hal yang menentukan keahlian dan sifatnya sebagai seorang dokter. Hal ini lah yang kemudian mengantarkan kita kepada sifat Allah Swt yang begitu Maha Mengetahui apa-apa yang tidak diketahui oleh manusia.
Dalam hal-hal yang telah dibahas di atas dapat disimpulkan bahwa seorang dokter harus lah memiliki pengetahuan yang luas dan harus lah berkompeten. Seorang dokter juga harus lah mampu membuat sebuah diagnosis dan penyebab penyakit terhadap pasien yang ditanganinya.
Kemudian ia juga harus melihat pasiennya secara holistik dan tidak hanya mengobati jasmaninya, melainkan juga menyembuhkan poenyakit rohani pasiennya. Seorang dokter juga harus lah memiliki sifat empati yang tinggi ataa pederitaan yang diderita oleh pasiennya. Dan kemudian pada akhirnya seorang dokter harus lah mengobati pasiennya dengan efektif dan efisien.

