Mengenal Kehamilan Trimester Kedua
Salah satu proses kesehatan kelahiran seorang bayi, bisa dideteksi sejak masuk kehamilan trimester kedua. Di masa ini, kondisi kesehatan seorang ibu hamil yang baik, akan mulai menuju proses pemulihan. Mengingat pada masa trimester pertama kehamilan, seorang ibu biasanya akan mengalami gejala mual yang disertai rasa lemas sepanjang hari. Akibatnya, kondisi fisik sang ibu akan mengalami penurunan secara drastis.
Pada kehamilan trimester kedua ini, perkembangan janis dalam rahim ibu sudah mulai menunjukkan aktivitas. Seperti adanya kemampuan menerima rangsang atas respon yang diberikan dari luar. Bagi bayi, masa kehamilan ini pun akan menjadi sebuah masa yang paling nyaman dibandingkan tiga tahap kehamilan yang dijalaninya. Sebab, janin sudah mulai tumbuh dan disertai dengan masih luasnya ruang gerak di dalam rahim ibu.
Perubahan sikap pun biasanya terjadi pada seorang ibu pada masa kehamilan trimester kedua ini. Selera makan yang sempat hilang di awal kehamilan akan kembali muncul. Di samping itu, berbagai keluhan yang biasanya terjadi seperti mual, rasa tidak nyaman dan lain lain akan hilang dengan sendirinya. Ibu pun akan mulai bisa merasakan pergerakan dari janin yang dikandungnya. Berat badan ibu hamil pun akan mulai meningkat pada masa ini, yang menunjukkan pada lingkungan sekitarnya bahwa dirinya sedang hamil.
Proses kehamilan trimester kedua ini dihitung ketika usia janin memasuki minggu ke 13. Janin yang normal akan memiliki rentang panjang tubuh antara 6,5 hingga 7,8 cm. Sementara berat janin berkisar antara 13-20 gram. Aktivitas yang dilakukan janin di usia ini antara lain mulai belajar menelan sari makanan yang masuk ke dalam tubuh ibu. Sementara aktivitas fisik lain adalah mulai bisa menelan bagian ibu jari.
Pada ibu, di masa ini akan muncul proses persiapan menuju kelahiran. Diantaranya pada bagian payudara mulai muncul kolostrum. Koslostrum adalah cairan yang kaya dengan nutrisi dimana fungsinya adalah memberikan nutrisi di awal-awal masa menyusui ketika ASI mulai dihasilkan. Seorang ibu hamil di masa ini akan membutuhkan penambahan 300 kalori setiap hari. Namun, perlu diwaspadai pola makan seorang ibu hamil di usia ini. sebaiknya, makanan instan atau juga junk food serta yang mengandung kadar gula tinggi mulai dikontrol.
Perkembangan Janin
Janin yang berada dalam trimester kedua ini biasanya akan mencapai panjang total hingga 33 cm dengan berat mendekati 1 kg. Perkembangan fisik janin yang terjadi pada janin meliputi terbentuknya bagian tubuh. Meski belum sempurna, namun bagian tubuh seperti mata, alis, tangan, mulut, telinga dan hidung sudah mulai menampakkan perkembangan. Sehingga apabila dilihat melalui alat USG, sudah nampak sebuah miniatur bayi yang lengkap bagian tubuhnya.
Perkembangan bagian tubuh ini akan terjadi pada usia janin menginjak minggu ke 20. Pada saat itulah, pada bagian kepala janin juga akan mulai tumbuh rambut tipis. Untuk gerakan yang biasa dilakukan janin pada usia kehamilan trimester kedua adalah menendang-nendang bagian perut ibu. Hal ini dimungkinkan karena ruang gerak dalam rahim yang masih sangat longgar. Sehingga janin akan terus bergerak mencari tempat yang paling nyaman.
Pada minggu ke 21, posisi kepala janin mulai mengarah ke bawah. Hanya saja, karena bagian rahim masih longgar, posisi ini belum akan permanen hingga janin menemukan posisi yang tepat. Pada bayi perempuan, di usia ini proses pembentukan vagina sudah mulai berjalan.
Bagian organ dalam tubuh janin pun akan mengalami pembentukan pada kehamilan trimester kedua ini. Organ yang sudah mulai terbentuk diantaranya bagian hati, jantung dan juga paru-paru. Meskipun demikian organ organ tersebut belum berfungsi secara penuh dan masih dalam taraf penyesuaian.
Indra pendengaran bayi mulai bisa mengenali rangsang dari luar. Oleh karena itu, sebaiknya pada kehamilan trimester kedua ini orang tua mulai mengadakan komunikasi dengan janin. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan kecerdasan anak sejak di dalam kandungan.
Kondisi Ibu Hamil
Pada ibu hamil di masa trimester kedua ini akan mengalami beberapa perubahan bentuk tubuh. Seperti pada bagian payudara akan mulai membesar dan bagian pantat akan terangkat ke atas. Selain itu, bagian organ jantung ibu hamil akan bekerja lebih keras karena memompa udara 20 % lebih banyak dari biasanya.
Mulai minggu ke 14, ibu hamil harus mulai bisa menyesuaikan posisi tidur. Jangan sampai tidur dalam posisi tengkurap karena akan menekan bagian perut. Tidur dalam kondisi miring merupakan posisi yang sangat disarankan. Untuk membangun ikatan batin dengan janin, sejak usia ini mulailah dibangun komunikasi yang baik dengan janin. Tujuannya, agar memudahkan komunikasi antara ibu dan anak setelah melahirkan.
Dalam kondisi kandungan yang mulai membesar, bagi ibu yang bekerja di kantor mulailah meninggalkan sepatu yang menggunakan hak. Hal ini untuk mengurangi beban pada kaki yang bisa menyebabkan nyeri. Selain itu dengan menggunakan sepatu berhak tinggi akan meningkatkan resiko jatuh.
Memasuki minggu ke 22 biasanya seorang ibu akan mengalami peningkatan nafsu makan. Hal ini seiring dengan pertumbuhan janin yang mulai membutuhkan asupan makan lebih banyak. konsumsilah makanan yang mengandung gizi tinggi dan mengandung nutrisi. Kurangilah makanan berpengawet atau juga makanan instan.
Pada saat istirahat, sebaiknya gantung atau ganjal bagian kaki dengan bantal. Hal ini untuk mengurangi rasa pegal pada bagian belakang tubuh. Selain itu, kurangi tidur siang karena akan mempercepat pertumbuhan sel darah putih dan bisa beresiko menyebabkan pendarahan berlebih saat melahirkan.






