Menghadapi Kehamilan Trimester Pertama

Kehamilan merupakan sebuah peristiwa besar dalam kehidupan seorang wanita. Sebab, melalui kehamilan, seorang wanita akan menjalani sebuah fase baru yang sangat berat, yaitu menjadi seorang ibu. Fase paling riskan biasanya adalah pada kehamilan trimester pertama, saat kondisi janin masih rentan.
Kondisi tubuh wanita pun baru dalam proses menyesuaikan diri di kehamilan trimester pertama itu. Perubahan hormon besar-besaran terjadi. Begitu pula perubahan fisik. Bagi janin, masa 3 bulan pertama adalah kunci dari pembentukan semua sistem bakal tubuh dan organ dalam serta fisiknya. Jika terjadi kekurangan salah satu unsur pembentuk yang penting, maka ketidaksempurnaan dapat terjadi.
Morning sickness
Pada wanita, perubahan fisik ditandai dengan payudara yang mulai mempersiapkan diri untuk memproduksi ASI, hingga menjadi lebih besar. Mual dan muntah, sering disebut sebagai morning sickness, kerap kali terjadi. Punggung nyeri, sering BAK, gampang lelah dan pusing, juga menjadi keluhan bagi wanita dalam kehamilan trimester pertama.
Jangan menuruti keadaan lemas dan tidak nafsu makan, hingga membuat calon ibu malas mengkonsumsi penganan bergizi. Tetaplah makan segala hal yang bernilai gizi bagi janin, agar kebutuhan pembentukan tubuhnya tidak kekurangan. Minum susu yang khusus ditujukan bagi ibu hamil, sebab biasanya terdapat tambahan kandungan mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.
Makanan Ibu
Pantangan bagi ibu yang sedang menghadapi kehamilan trimester pertama adalah, tidak merokok, jangan sekali-kali minum minuman keras, dan mengkonsumsi obat sembarangan. Konsultasi selalu dengan dokter ibu, jika hendak mengkonsumsi obat tertentu.
Makanan yang dianjurkan adalah yang mengandung asam folat, yaitu zat yang membantu perkembangan sel otak janin. Sumbernya ada di hati, telur, beras-berasan (beras merah, putih), buncis. Dalam susu khusus ibu hamil pun ada.
Jauhi Stres
Kehamilan trimester pertama juga rentan dengan kondisi kejiwaan ibu yang belum siap menghadapi kehamilan. Terkadang ibu menjadi stres dan tegang, serta khawatir. Sebaiknya, jauhi segala perasaan tidak nyaman itu, jika ibu ingin janinnya juga nyaman dan senang.
Bersikaplah santai dan relaks, serta jauhi stress. Pasrahkan segalanya pada Tuhan, dan jangan segan untuk curhat atau meminta dukungan pada suami, keluarga dan teman terdekat ibu, agar perasaan ibu jadi nyaman. Nah, bahagia bukan?






