Membina Keharmonisan Rumah Tangga
Membina keharmonisan rumah tangga merupakan amanat terbesar ketika dua orang memutuskan untuk membentuk rumah tangga. Sejak langkah pertama itu mereka jejakkan, maka mulai saat itu pula mereka sudah memasang ancang-ancang untuk mencapai keharmonisan rumah tangga.
Berbagai upaya dilakukan agar mereka dapat menjadi keluarga yang berbahagia dan selalu dilingkupi suasana yang nyaman serta selalu penuh kasih dan sayang. Mereka terus berusaha menciptakan satu hubungan yang mengarah pada terciptanya keharmonisan rumah tangga. Bahkan, seringkali mereka harus mengalah dan merelakan kebutuhan egoismenya dihilangkan untuk mencapai kebersamaan yang utuh.
Seperti kita ketahui, pada awal pertemuan dan kebersamaan mereka, posisi mereka adalah sosok dengan kondisi kepribadian yang berbeda. Tetapi, mereka dituntut untuk dapat melangkah bersama dalam berbagai kondisi yang sama. Mereka telah kehilangan jati diri saat harus melangkah untuk kehidupan bersama. Semakin utuh hati dan langkah hidup mereka, maka semakin solid keberadaan mereka dan semakin dekat mereka pada tingkat keharmonisan rumah tangga.
Kebersamaan dalam keinginan
Hidup dalam sebuah rumah tangga berarti kita hidup dalam sebuah kebersamaan. Karena hal tersebut, maka untuk menciptakaan keharmonisan rumah tangga, kita harus selalu mengedepankan kebersamaan dalam setiap keinginan. Jangan sekali-kali kita mengedepankan keinginan pribadi dan mengabaikan keinginan pasangan kita.
Jika kita lebih mengutamakan kebutuhan diri dan mengabaikan kebutuhan pasangan kita, maka pada saatnya akan berhadapan dengan pasangan kita sebagai sosok yang berseberangan. Jika hal tersebut terjadi, berarti kita telah kehilangan jalan menuju keharmonisan rumah tangga.
Oleh karena itu, untuk membina keharmonisan rumah tangga, maka kita harus membina kebersamaan dalam setiap keinginan kita. Jadikan keinginan bersama sebagai langkah konkrit untuk membina rumah tangga yang harmonis. Bagaimanapun, jika kita mengedepankan kebersamaan dalam keinginan, maka terciptalah kondisi ideal sebuah keluarga.
Selalu mengedepankan kebutuhan bersama
Hidup sebagai suami istri berarti kita menjalani kehidupan bersama, kebersamaan ini berlaku untuk segala hal dalam kehidupan. Tidak ada lagi kebutuhan diri pribadi untuk masing-masing pihak. Ini merupakan konsekuensi logis dari sebuah hubungan bersama. Mereka harus mengubah orientasi hidup pribadinya menjadi hidup bersama.
Dengan mengedepankan orientasi kebutuhan hidup bersama ini, maka hal tersebut mengkondisikan sebuah interaksi antar personal yang utuh. Mereka sudah melebur menjadi satu bagian integral dalam sebuah rumah tangga. Tidak ada lagi si A atau si B dalam setiap kegiatan hidup, melainkan segala hal secara bersama-sama.
Jika kita ingin membina keharmonisan rumah tangga, maka salah satu langkah yang harus kita lakukan memang harus mengedepankan kebutuhan bersama. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi oleh sebuah rumah tangga, maka itu artinya kebutuhan bersama. Oleh karena itu, mereka harus menyamakan persepsi atas kebutuhan keluarga.
Mengurangi egoisme
Siapapun sebenarnya mempunyai tingkat egoisme yang tinggi. Tingkat egoisme ini terutama terkait dengan segala hal yang berhubungan dengan diri pribadi. Jika kita telah menyatu dalam sebuah ikatan keluarga atau rumah tangga, maka kita harus merelakan kebutuhan pribadi kita.
Kebutuhan pribadi atau egoisme diri sebenarnya merupakan kebutuhan pokok masing-masing orang. Ini merupakan bentuk atau perwujudan eksistensi diri. Dalam kehidupan berumah tangga, jenis kebutuhan ini tidak dapat lagi dipertahankan sebagai sebuah idealisme. Kita sudah menjadi bagian hidup pasangan kita dan sudah seharusnya memikirkan bagaimana mengkondisikan kehidupan bersama sebagai pola terbaik.
Untuk membina keharmonisan rumah tangga, maka mengurangi egoisme diri merupakan salah satu cara efektif yang seharusnya kita lakukan. Dengan mengurangi egoisme, maka kita membuka peluang seluasnya untuk sebuah kebersamaan yang utuh. Dengan demikian, maka kehidupan harmonis merupakan hal terbaik yang kita jalani.
Memasang target hidup bersama
Setiap hubungan mempunyai target yang akan dicapai dalam satuan waktu tertentu. Begitu juga halnya dengan hidup berumah tangga. Ada satu titip acuan yang harus kita sepakati untuk dicapai dalam satuan waktu tertentu agar kebersamaan kita menunjukkan nilai positif.
Bahwa setiap orang mempunyai target dalam kehidupannya. Tetapi target yang bersifat pribadi atau egois sudah tidak berlaku dalam upaya mengembangkan dan membina keharmonisan rumah tangga. Kita harus menyamakan target atau setidaknya mengarahkan target hidup kita sebagai target hidup bersama.
Dengan cara seperti inilah, maka diharapkan proses membina keharmonisan rumah tangga bukan sekedar untuk memenuhi ambisi diri pribadi, melainkan untuk menciptakan interaksi efektif dalam sebuah rumah tangga yang bahagia.
Oleh karena itulah, jika kita ingin dapat membina keharmonisan rumah tangga, maka setidaknya aspek-aspek yang dijelaskan tadi dijadikan sebagai pedoman hidup. Dengan menjadikan sebagai pedoman hidup, maka kita sudah mengkondisikan diri kita sebagai sosok yang yang efektif dalam berpikir dan bertindak.






