Percik Renungan Kehidupan Seorang Wanita, Semestinya Kita Sehati
Ilustrasi kehidupan
Kehidupan setiap orang secara garis besar adalah sama. Lahir, tumbuh, bekerja, menikah memiliki keturunan, lalu mati. Artinya, secara langkah, rezeki, pertemuan dan maut, bisa dipastikan semua makhluk yang bernyawa mengalaminya. Kehidupan banyak maknanya, ada kehidupan di alam semesta, di bumi, di langit, di lautan, kehidupan hewani, kehidupan secara biologi, dan seterusnya.
Tulisan ini bukan untuk menggurui, kita saling berbagi saja soal pengalaman, apa dan bagaimana hidup dan kehidupan. Sebab, panggung kisah tentang kehidupan apabila dikupas tuntas tetap saja tidak tuntas, lantaran banyak sekali cerita di dalamnya. Dunia ini panggung sandiwara, ada kehidupan yang sedih, humor, kelam, duka, gembira, tanpa tujuan. Kehidupan kadang sulit dimengerti. Mengapa? Karena kehidupan berjalan tidak seperti apa yang kita inginkan. Semesta memiliki cara berpikir tersendiri yang tidak pernah kita duga. Masalah datang, kehilangan orang yang kita sayangi, karier tersendat.
Karena kehidupan sangat luas artinya, bagaimana bila kita batasi saja dengan rahasia kehidupan seorang wanita, apa keinginan tersembunyi dari seorang wanita, dan apa yang selalu dipikirkannya. Mengapa harus wanita yang kita bahas? Sederhana saja, di dunia ini jika tidak ada wanita, maka tidak ada kehidupan karena wanitalah yang melahirkan, wanita memiliki sifat rahim.
Dalam banyak epik kisah-kisah kehidupan, wanita juga memberi andil besar bagi kehidupan. Nabi Adam a.s. saja kesepian tanpa seorang wanita. Setelah Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan dari surga, terpisah selama 300 tahun, mereka pun akhirnya bertemu kembali di Bukit Jabal Rahmah (bukit cinta kasih-sayang). Jangan sepelekan cinta, cinta itu penyakit yang tidak ada obatnya.
Problematika Kehidupan
Jika kita diberi masalah, kita anggap Tuhan membenci kita. Dan jika kita diberi kesenangan, kita anggap Tuhan mencintai kita. Padahal sesungguhnya, tidaklah demikian. Hidup di dunia ini semuanya ujian belaka. Susah-senang, miskin-kaya, laki-laki-perempuan, orang bodoh-pintar, karyawan-pengusaha, bujangan-menikah, semua akan kena ujian. Tinggal bagaimana kita istiqomah.
Istiqomah bahasa manajemennya adalah tekun dan fokus. Sampai keberhasilan datang. Keberhasilan terjadi karena mampu mengendalikan. Lihat berapa orang yang terjatuh, gagal, nyaris gila, keluarga hancur berantakan mereka kemudian bangkit dan pada akhirnya bisa sukses. Tidak ada orang yang tidak pernah gagal. Tidak ada orang yang selalu sukses, bahkan orang yang pernah sukses pun masih berpeluang gagal. Kenapa bisa begitu? Itulah kehidupan.
Mengenal Kehidupan Dunia Wanita
Laki-laki dan perempuan diciptakan berbeda. Derajat laki-laki dan perempuan pun berbeda, seperti kata dalam lagu "wanita dijajah pria" dan ada kalanya pun pria tidak kuasa melawan wanita. Pun seperti bait sebuah puisi:
Perempuan bukan diciptakan dari tulang ubun-ubun karena berbahaya jika membiarkannya dalam sanjung puja. Bukan pula diciptakan dari tulang kaki, karena nista, diinjak, dan diperbudak, melainkan perempuan diciptakan dari tulang rusuk kiri, dekat di hati untuk dicintai, dekat dengan tangan untuk dilindungi.selama-lamanya.
Rasulullah bersabda, “Wanita diciptakan dari tulang rusuk. Jika kamu meluruskannya, ia akan patah. Bersikap lemah lembutlah kepada wanita, kamu akan dapat hidup bersamanya. Berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka itu (bagaikan) tawanan di sisi kalian. Kalian tidak berkuasa terhadap mereka sedikit pun kecuali bila mereka melakukan perbuatan nista. Jika mereka melakukannya, tinggalkanlah mereka di tempat tidur. Pukullah dengan pukulan yang tidak melukai. Jika ia menaati kalian, janganlah berbuat aniaya terhadap mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
Rasulullah melanjutkan bersabda, “Orang mukmin yang baik adalah yang paling baik kepada istrinya.” (HR. Bukhari)
Rahasia Terbesar Kehidupan Wanita
Kalau Anda tipe laki-laki yang susah mengerti kehidupan perempuan, ada baiknya Anda segera belajar dari sekarang. Berikut ini rahasia dalam kehidupan wanita.
- Wanita sangat membutuhkan perlindungan, baik itu bersifat materi, fisik, spiritual, emosional.
- Wanita tidak menyukai intimidasi. Ia bisa menjadi sangat cerewet, bila merasa terancam.
- Wanita ingin tampil cantik selalu. Kalau Anda sebagai laki-laki memiliki pasangan wanita, lihat ketika ia akan ke undangan. Berapa pun banyaknya baju, sepatu, tas, dan aseksori lainnya, wanita tetap saja berkata, “tidak punya baju.”
- Wanita ingin diperhatikan selalu. Bagi kebanyakan pria, ungkapan cinta cukup diucapkan sekali sesuai keperluan, bagi wanita tidak begitu. Kalau perlu minimal dalam sehari, satu kali.
- Banyak pria yang tidak pernah mendengarkan ungkapan isi hati pasangan mereka.
- Wanita suka berbicara untuk menenangkan hati.
- Wanita ingin selalu mengetahui isi hati pria. Bahkan, tidak jarang wanita ingin selalu mengetahui apa isi sms pria pasangannya.
- Wanita selalu ingin menjadi fokus bagi diri Anda para pria.
- Wanita paling tidak menyukai kalau ada pasangannya memiliki teman wanita.
- Wanita ingin kesetaraan. Kesetaraan di sini maksudnya adalah wanita ingin merasakan apa yang dirasakan oleh pria. Pria kadang keliru menanggapi hal ini.
- Kebanyakan wanita tidak suka ditanya umur. Ia akan merasa sensitif, apalagi dikatakan sudah tua.
- Wanita pada dasarnya suka sekali berbelanja.
- Tidak ada wanita yang tidak senang dipuji. Jadi, tidak heran gara-gara pujian dan rayuan gombal, kehidupan wanita bisa direnggut. Contohnya: berapa banyak gadis-gadis muda yang tertipu oleh jejaring sosial semisal Facebook, lantaran ia dipuji cantik dan berbakat. Penipu mengiming-iming akan memberi pekerjaan menjadi artis.
Mengenal Kehidupan Dunia Pria
Penelitian menyebutkan, otak laki-laki berisi seks semata. Selain seks, laki-laki pun hanya memikirkan makanan. Maksudnya apa? Godaan laki-laki seperti orangtua dulu bilang adalah harta, tahta, dan wanita. Banyak pria yang digoda oleh harta bisa tahan, digoda oleh tahta bisa tahan, digoda oleh wanita belum tentu. Ia bisa tergelincir.
Kehidupan dunia pria berbeda dengan wanita. Contoh: banyak pria yang sudah menikah lebih berani terbuka kepada wanita. Lantaran ia sudah pernah mengenal wanita sebelumnya. Pertanyaannya, sebagian pria malah meneruskan godaan ini ke arah selingkuh dan itu tentu saja tidak baik. Perbedaan lainnya adalah saat pria dan wanita menghadapi masalah.
Pria melihat berkomunikasi saat ada masalah adalah sebuah cara untuk mendeteksi dan menganalisis situasi dan persoalan. Sementara itu, wanita menganggap komunikasi untuk membuatnya merasa nyaman. Jadi, kalau ada perempuan yang curhat, laki-laki jangan memberi pendapat atau solusi [kecuali diminta], itu bisa menyebabkan masalah bagi perempuan.
Persoalan lain yang dapat menyulut api pertikaian umumnya pria selalu mengharapkan wanita sepemikiran dengannya. Kodrat perempuan dan laki-laki berbeda. Dan umumnya, kekeliruan seorang wanita adalah agar sang pria selalu sehati dengannya. Tidak bisa, selalu ada ruang atas setiap perbedaan, baik hal kecil maupun hal besar. Di sinilah pentingnya toleransi. Ingat rumusnya, kalau ada salah satu pihak mau mengalah dan bersikap lembut. Insya Allah pihak yang lain pun akan mengikuti.
Semua bisa dimulai, apakah dari pihak wanita atau dari pihak pria. Jangan gengsi sebab yang kita kejar bukan kemenangan satu orang, tapi kemenangan bersama, apalagi untuk orang yang sudah berkeluarga, punya anak dan tanggungan. Kita berbeda pendapat dan pikiran boleh karena kalau semua orang berpikir hal yang sama, nanti malah tidak ada yang berpikir.
Ingat yang dikatakan Tuhan dalam Al Quran, “Di dalam kehidupan, mudah saja bagiku untuk menciptakan semua manusia dalam keadaan satu kaum. Aku menciptakannya berbeda-beda, berbangsa-bangsa, agar kalian saling mengenal, menyayangi, dan saling menghormati.”
Ya, sudah semestinya kita sehati.
Menyelami Kehidupan Suami Istri
Kehidupan suami istri tidaklah semudah yang dibayangkan ketika sebelum menikah. Bagi seorang anak yang menyaksikan orang tuanya hidup dengan damai, tenteram, dan jauh dari konflik, tentunya akan membayangkan dan mengharapkan kehidupan pernikahannya seindah pernikahan orang tuanya.
Mungkin saja sang anak tidak tahu bagaimana kedua orang tuanya saling menahan diri dan saling menahan emosi ketika berada di depan anak-anak mereka sehingga konflik yang mereka alami hanya untuk mereka sendiri. Tapi bagi anak yang menyaksikan orang tuanya bertengkar setiap hari, mungkin akan merasakan betapa peliknya kehidupan suami istri.
1. Pilihan
Kehidupan pernikahan seperti apa yang diidamkan adalah suatu pilihan. Tapi terkadang suami istri tak mempunyai pilihan dan terhanyut dalam kehidupan pernikahan yang penuh konflik. Hal ini didukung juga oleh kondisi ekonomi dan kenakalan anak-anak. Maka jadilah kehidupan suami istri yang penuh kemesraan semakin jauh dari harapan.
Kening selalu saja berkerut tanda bosan dan sakit hati yang semakin mendalam. Terkikisnya rasa sayang ini akan semakin meruncingkan keadaan yang memang sudah tidak kondusif. Kata-kata saling menyerang, kata-kata kecaman meluncur bagai air terjun yang tak terbendung lagi. Keduanya semakin membenci satu sama lain. Tak ada lagi kata cinta dan kasih sayang yang seharusnya ada di antara keduanya.
Anak-anakpun akhirnya muak dan merasa tidak betah tinggal di rumah. Anak-anak merasa menjadi korban karena baik ayah maupun ibunya selalu saja saling menyalahkan keadaan.
2. Tatapan Mata, Genggaman Tangan
Seharusnya istri akan menyenangkan suami dan begitupun sebaliknya. Untuk mendapatkan rasa ini, ada baiknya suami istri sering-sering saling menatap dan memperhatikan wajah masing-masing.
Suami tidak akan melanjutkan kata-kata kasarnya ketika melihat wajah istrinya yang bertekuk, begitu pun istri tak akan terlalu sering berbalas pantun menusuk jantung dan hati suami serta mengumbar pidatonya pada saat melihat wajah suami sudah terlihat muak mendengar suaranya.
Saling pengertian ini akan membuat kehidupan pernikahan mereka damai. Selain itu, seringlah memegang tangan pasangan. Pada saat memegang atau bahkan menggenggam tangan yang semakin kasar tersebut, adakah rasa damai? Bila ada rasa damai, itulah artinya rasa cinta dan sayang itu semakin meningkat.
Pada saat di mobil, ada baiknya kedua tangan suami tak berada di kemudi terus-menerus. Ada kalanya suami membiarkan tangan istri menggenggam tangannya. Atau istri mengelus tangan suami yang berada di tangkai over gigi. Perasaan sayang yang selalu tersalurkan ini akan menambah kemesraan dan perasaan rindu pada saat berjauhan. Hal ini tidak hanya untuk pasangan yang baru saja bersatu, tapi juga untuk pasangan yang telah lama hidup bersama.
3. Pelukan
Sering-seringlah memeluk pasangan karena lewat pelukan itu akan terasalah bahwa beban hidup semakin ringan. Bila perlu suami bertanya parfum apa yang disukai istri dan istri pun bertanya parfum apa yang disukai oleh suaminya. Bau badan ini akan menyatukan rasa keduanya sehingga tak mampu menyakiti. Ikatan batin pun akan semakin kuat.

