Kehidupan dan Komunikasi untuk Para Pasutri

Bagi manusia sebagai mahluk sosial, kehidupan dan komunikasi adalah hal terpenting. Pada dasarnya manusia membutuhkan teman untuk berbicara dan berbagai cerita, juga teman untuk saling menguatkan. Bayangkan, apa jadinya kehidupan tanpa komunikasi.
Oleh sebab itulah, manusia diciptakan berpasang-pasangan dan perlunya sebuah pernikahan. Kebutuhan akan teman itu dipenuhi oleh sebuah jalinan pernikahan yang membuat dua orang lawan jenis saling mengikat janji dan menjadi teman seumur hidup, di dalam susah maupun senang.
Namun, tidak jarang juga komunikasi merupakan inti masalah yang seringkali terjadi dalam perpecahan rumah tangga dan melahirkan perceraian. Jadi, tetap harus diingat bahwa menjalin komunikasi yang baik bagi para pasutri (pasangan suami istri) itu sangat penting dan merupakan pengikat sebuah keharmonisan keluarga.
Komunikasi Dua Arah
Komunikasi akan terjalin dengan baik bila ada respon dari pihak lain. Tidak melulu hanya satu orang yang bercuap-cuap dan yang satunya hanya menggangguk mengiyakan. Butuh dua pendapat. Bukankah berpikir dengan dua kepala jauh lebih baik daripada berpikir dengan satu kepala saja.
Komunikasi tetap membutuhkan saling respon. Isinya pun tidak melulu membicarakan tentang keluhan ataupun ladang gosip, namun bisa berbicara tentang masa depan, kehidupan, ataupun cerita lucu. Komunikasi bagi para pasutri tidaklah terbatas.
Bisa saling menyemangati ketika susah, bisa saling berbagi tawa bila ada yang lucu, yang penting selalu jaga hubungan berbicara dua arah. Jangan sampai terhadap pasangan sendiri kita malah kesulitan bicara dan memilih berdusta, atau diam saja dan memilih manut yang tidak jelas.
Kalau komunikasi tidak disertai dengan kejujuran dan sama pandangan, hubungan lebih cepat menjadi renggang lalu menciptakan rasa lelah dan malas untuk berbicara.
Ada Saatnya Mendengar, Menghibur, dan Mengkritik
Dengarkan! Itu salah satu cara agar kita bisa memuaskan seseorang. Namun, berapa banyak juga orang yang bosan dengan orang yang selalu mendengarkan tapi tidak memberi kontribusi lebih. Anda harus tahu situasi tepat untuk bertindak ketika berbicara.
Bila pasangan Anda tengah merasa kesal dan jengkel. Sebaiknya Anda menjadi pendengar yang baik, jangan malah ikut-ikutan jadi kompor yang memanasi. Bila pasangan sedang down, Anda harus menjadi seorang penghibur.
Penghibur tidak selalu harus melawak atau menyanyi, cukup membelai punggung pasangan Anda dan mengatakan, tenang saja, semua pasti baik-baik saja, sudah menjadi sebuah hiburan bagi pasangan. Dan ada saatnya Anda maju dan mengkritik tindakan pasangan Anda yang dirasa tidak pantas atau berlebihan.
Kritik pun harus dilayangkan dengan kelembutan. Ucapan yang mengandung kritik bila disampaikan dengan tegas akan melukai hati pasangan, katakan dengan lemah lembut agar pasangan dapat menerima kritikan dengan baik.
Jalin Selalu Komunikasi
Berbicara, mendengarkan adalah dua hal yang saling berhubungan dengan erat. Dua hal tersebut berhubungan dengan komunikasi. Selalu ada yang mendengar ketika orang berbicara, dan ketika salah satu diam, yang lain berbicara.
Tetap jaga komunikasi dengan pasangan, dan selalulah bercerita. Dengan bercerita, pasangan Anda akan selalu tahu kondisi Anda, dengan begitu dia akan dapat menebak, sedang apakah Anda, dan apakah sedangmasalah yang Anda hadapi atau tidak.






