Keinginan Manusia: Muda Foya-Foya, Mati Masuk Surga
Naif sekali makhluk yang bernama manusia ini. Mentang-mentang mempunyai ego dan nafsu, keinginan manusia hanya yang enak-enak. "Kecil bahagia, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga." Itulah slogan manusia.
Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa
Apapun yang dilakukan oleh manusia, sesungguhnya untuk mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Bila kebahagiaan tak mampu diraih, manusia akan kecewa. Kekecewaan itu akan membuat manusia berbuat sesuatu yang, bahkan, dapat membahayakan dirinya. Kekecewaan juga membuat ketenangan jiwa sulit diraih.
Segala bentuk hiburan dan kegiatan yang dianggap dapat memberikan kebahagiaan dan ketenangan jiwa akan dilakukan dan didatangi oleh manusia. Jeleknya adalah terkadang manusia-manusia yang tak berhati nurani akan melakukan hal-hal tak terpuji hanya untuk melampiaskan nafsunya. Saling sikut, saling rampas, saling menyakiti sebagai balas dendam, tak segan dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan "kebahagiaan" semu.
Jalan sesat, seperti mendatangi kuburan yang dianggap keramat, pun dilakukan atas nama mendapatkan ketenangan jiwa. Belum lagi, memakai batu dan jimat-jimat yang diyakini akan mendatangkan kedamaian. Manusia itu makhluk berakal, tapi gayanya mencari ketenangan jiwa kadang masih kalah dibanding makhluk lain.
Lihatlah buaya. Hewan berwajah sangar tersebut mungkin lebih bahagia dibanding manusia. Buaya hanya butuh makan dan seks. Tempat tinggalnya tak perlu dihias dan diberi banyak perabotan.
Harta
Manusia menganggap bahwa harta adalah salah satu sumber kehidupan yang harus didapatkan. Dengan harta, manusia bisa melakukan banyak hal. Termasuk, dapat menjadi penguasa manusia lainnya. Penjajahan yang terjadi adalah salah satu bentuk pencarian harta. Manusia memang tak pernah puas bila sudah menyangkut harta. Makan berpiring emas, bercangkir perak, bersendok dan bergarpu kristal sekalipun, belum akan membuat manusia lega.
Bahkan, bila manusia itu diberi satu gunung emas, dia pasti akan mencari gunung-gunung emas yang lainnya. Itulah manusia. Mahluk serakah yang sangat buas dalam mencari harta. Kerusakan lingkungan atau pembunuhan manusia lain demi segenggam berlian pun akan dilakukan dengan sepenuh hati dan segenap jiwa. Apa yang digambarkan dalam film Blood Diamond bisa menjadi contoh keserakahan manusia.
Meraih Surga
Semua manusia ingin masuk surga. Jangankan surga yang sesungguhnya, di dunia nan fana ini pun, manusia berusaha untuk menciptakan surga dengan berbagai kemewahan dan keindahan. Keinginan meraih surga inilah yang masih membuat manusia berbuat kebaikan. Bila tak ingat ada surga, manusia akan menjadi sejahat-jahatnya makhluk. Hidupnya hanyalah menjadi budak nafsu perut dan yang di bawah perut.
Berbagai petunjuk agama diikuti dan dijalankan dengan harapan akan masuk surga. Walaupun tahu bahwa tak mudah untuk meraih surga tanpa rida dari-Nya, tetap saja manusia berusaha menjadi makhluk mulia. Godaan pasti ada dan akan selalu ada, tetapi ruh manusia yang asalnya suci itu selalu ingin menuju jalan kesucian yang sudah ditetapkan sehingga surga yang diharapkan akan mampu dimasuki dengan mudah.






