logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Keluarga    Tips Keluarga    Artikel Umum Keluarga    Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kdrt

Menyikapi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Kekerasan dalam rumah tangga atau biasa dikenal dengan istilah kdrt, merupakan salah satu masalah yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat. Biasanya pihak wanita yang sering menjadi korban KDRT. Namun, tak jarang laki-laki juga bisa menjadi korban KDRT.

Kekerasan dalam rumah tangga KDRT menjadi salah satu penyebab utama perceraian. Tentu hal ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan. Bagaimana bila masyarakat kita sudah enggan untuk berumah tangga disebabkan karena trauma terhadap kekerasan dalam rumah tangga KDRT.

Padahal, tujuan dua orang berbeda jenis membentuk rumah tangga, adalah untuk saling melengkapi dan bukan untuk saling menyakiti.

Bentuk-Bentuk KDRT

KDRT tak hanya berbentuk segala macam penyiksaan fisik namun juga non fisik. Penyiksaan fisik misalnya: memukul, menampar, meninju, hingga membunuh.

Sedangkan penyiksaan non fisik, misalnya: selingkuh, berkata-kata yang sangat menyakitkan, tidak memperlakukan dengan baik, tidak adil dalam bersikap, tidak bertanggung jawab, dan sebagainya.

Penyiksaan secara batin ternyata lebih menyakitkan daripada penyiksaan secara fisik. Bila penyiksaan fisik bisa diobati, tak begitu dengan penyiksaan batin yang lukanya kadang tak bisa disembuhkan seumur hidup.

Sebab-Sebab Pemicu KDRT

Sebab-sebab adanya kekerasan dalam rumah tangga (kdrt), antara lain:

  • Tak ada lagi komunikasi yang baik antara suami istri. Dalam berumah tangga, komunikasi menjadi salah satu hal yang penting. Kurangnya komunikasi menyebabkan munculnya kesalahpahaman. Bila tidak disikapi dengan baik, kesalahpahaman tersebut bisa menimbulkan kdrt.
  • Perselingkuhan. Perselingkuhan yang dilakukan oleh salah satu pihak, suami atau istri juga menjadi penyebab kdrt. Pasangan yang merasa dikhianati oleh pasangan yang lainnya biasanya menyiksa untuk tujuan balas dendam.
  • Laki-laki adalah segalanya. Dalam masyarakat kita, masih berparadigma bahwa laki-laki adalah segalanya, sedangkan perempuan adalah makhluk yang lemah yang bisa diperlakukan semaunya. Pendapat seperti inilah yang menjadi pemicu kdrt. Suami merasa bisa melakukan apa saja termasuk menyiksa istri, dengan alasan untuk mendidik istri menjadi lebih baik.

Menghindari KDRT

Kekerasan dalam rumah tangga (kdrt) bisa dihindari dan tidak perlu ditakuti. Kedudukan suami dan istri adalah sama di mata hukum. Siapa saja yang merasa disakiti berhak melaporkan pasangannya tanpa perlu merasa takut dan malu.

Namun, sebelum KDRT itu terjadi, diupayakan pasangan suami istri melakukan tindakan preventif. Beberapa tindakan preventif yang bisa dilakukan oleh pasangan suami istri antara lain:

  • Menjalin komunikasi yang baik. Manusia tidak akan pernah tahu apa yang ada di dalam pikiran manusia lainnya, sekalipun itu adalah suami istri. Oleh sebab itu, komunikasikan segala hal kepada pasangan kita untuk menghindari pertikaian yang bisa memicu kdrt.
  • Tidak meladeni kemarahan pasangan. Pertengkaran bisa terjadi bila kedua belah pihak saling “menyetujui”. Bila salah satu pihak saja yang menyulut kemarahan sedangkan pihak yang lain diam atau tidak melayani, maka pertengkaran tidak akan terjadi. 
  • Saling mengingatkan bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah dan malah sebaliknya.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • 7 Tips Memotret Bayi Lucu Anda
  • Tips Hidup Hemat: Cara Jitu Mengatur Finansial Anda
  • Membiasakan Pola Hidup Hemat
  • Manfaat Hidup Hemat di Jaman Serba Sulit
  • Mendidik Wanita Melalui Artikel KDRT
  • Lucunya Punya Anak Kembar
  • Bagaimana Menjadi Suami Istri Harmonis
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA