Kekuatan Diri dalam Sang Pemimpi
“Eropa, Boi! Eropa!” Tutur Arai pada Ikal di film Sang Pemimpi. Ikal bertekad untuk pergi ke Sorbone, Prancis. Sejak SMA mimpi tersebut sudah terukir. Arai, pemuda gila yang menyeret Ikal pada petulangan mimpi. Karena Arai juga Ikal mau bersusah payah menggapai mimpi. Kekuatan diri jadi kunci mereka untuk pergi ke Eropa. Melanglangbuana di negeri orang. Melancong ke belahan dunia lain. Luar biasa!
Kekuatan Diri
“Orang-orang macam kita ini kan mati kalau tak punya mimpi” Kata Arai. Mimpi adalah kekuatan diri. Mimpi adalah karakter. Mimpi adalah tujuan hidup. Bermimpi maka kau akan hidup. Kekuatan diri yang ditopang oleh mimpi adalah kombinasi dahsyat. Mimpi adalah tujuan dan kekuatan diri adalah cara. Menyimak perjuangan para pemimpi di dunia ini tak ada yang mudah. No free lunch. Bermimpi itu gratis, tapi perjalanan menuju mimpi tersebut harus dibayar oleh peluh keringat.
Kekuatan diri akan menyangkut soal karakter. Karakter yang kuat akan mencetak kekuatan diri yang tangguh. Mengejar mimpi itu tidak mudah. Butuh jatuh bangun. Pasti akan menemui kegagalan. Menjadi salah. Tanpa karakter yang tangguh kekuatan diri akan lemah. Character is doing the right thing when nobody watching. Bermimpi adalah untuk diri sendiri. Bukan untuk orang lain. Bermimpi bukan untuk pamer. Melainkan datang dari dalam pribadi. It’s all about your heart.
Sang Pemimpi
Film Sang Pemimpi adalah film inspiring. Mencerahkan. Menggugah. Dan mampu menginspirasi. Letak kekuatan di film ini adalah ide cerita yang orisinil dan sinematografi yang mumpuni. Kita percaya Riri Riza dan Mira Lesmana adalah orang terbaik di industri ini.
Sedangkan Andrea Hirata adalah novelis terbaik di Indonesia. Perpaduan ini membuat film Sang Pemimpi sarat makna. Menonton film ini bak disuntik ratusan harapan dan mimpi. Otak kita dipenuhi angan suatu saat harus pergi ke luar negeri!
Keterbatasan bukan jadi halangan. Justru dari keterbatasan kita kian kreatif. Menjadi pintar tidak perlu uang banyak. Ilmu bisa didapat di mana saja. Membaca buku dan membaca lingkungan. Hal terpenting adalah karakter yang akan membentuk kekuataan diri.
Karakter akan membuat mimpi jadi visi lalu jadi kenyataan. Tak lupa membawa sahabat untuk share. Bahkan, menaiki puncak mimpi itu bersamaan. Pepatah bilang “when we dreaming alone it is only a dream. When we dreaming with others it is the beginning of reality”.






