logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Indonesia

TNI sebagai Pusat Kekuatan Militer Indonesia


Ilustrasi kekuatan militer indonesia

Kekuatan militer Indonesia selama ini dianggap kurang “berfungsi” karena memang boleh dikatakan Indonesia jarang sekali berkonfrontasi (perang) dengan negara lain. Militer Indonesia “baru” kelihatan bekerja apabila terjadi bencana alam (force majeure), konfik kepentingan antarsuku dan golongan, dan penjaga perbatasan wilayah. Indonesia adalah negara kelautan. Oleh karena itu, pemerintah sekarang mulai bergiat mendukung agar putra-putra terbaik Indonesia lebih memilih akademi pelayaran dan penerbangan. Sebab, laut dan udara sangat berkaitan erat dalam hal pemantauan wilayah.

Sewaktu Indonesia bersitegang dengan Malaysia. Ramai media massa yang mengangkat pemberitaan seputar seberapa besar kekuatan militer Indonesia. Ternyata walaupun Indonesia “kurang memadai” dalam alat persenjataan. Tetapi, Indonesia memiliki semangat tempur yang disegani, baik dari segi Angkatan Laut (AL), Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU). Menurut Global Fire Power, kekuatan militer Indonesia menduduki peringkat ke 18. Bukankah fondasi utama dari kekuatan militer adalah peralatan dan persenjataan, sumber daya manusia, dan latihan. Makanya, ada semboyan: “lebih baik mandi keringat di medan latihan. Daripada mandi darah di medan pertempuran.”

Kekuatan Militer Indonesia – Sejarah Panjang TNI

Tentara Nasional Indonesia atau TNI mulai dibentuk pada awal kemerdekaan. Awalnya, TNI merupakan pengembangan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Badan Keamanan Rakyat saat itu merupakan organisasi yang berfungsi untuk mempertahankan tanah air dari penjajah Belanda, yang tak lelah berusaha untuk kembali merebut kekuasaannya di Indonesia. Baru pada 5 Oktober 1945 Badan Keamanan Rakyat diperbaiki tata kelolanya dan diubah namanya menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Beberapa waktu kemudian, timbul kesadaran untuk membuat sebuah kekuatan militer berstandar internasional. Lantas TKR pun diganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan dilakukan perbaikan di berbagai aspek.

Selanjutnya, pemerintah di awal kemerdekaan berusaha mempertajam kekuatan militer NKRI sambil tetap berusaha menggempur gangguan asing demi mewujudkan kedaulatan dan kemerdekaan seutuhnya bagi bangsa Indonesia. Di samping TRI, perjuangan juga muncul dari berbagai organisasi masyarakat yang satu visi dengan pemerintah: menjaga kedaulatan tanah air. Melihat potensi dalam organisasi-organisasi masyarakat ini, TRI kemudian digabungkan dengan organisasi-organisasi tersebut hingga secara resmi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ini terjadi pada tanggal 3 Juni 1947.

TNI merupakan kekuatan baru di bidang militer Indonesia, yang dengan gigihnya berjuang di masa-masa awal kemerdekaan pada tahun 1945 - 1949. Dengan eksistensi perjuangannya, TNI mencitrakan diri sebagai tentara revolusi, tentara rakyat, sekaligus tentara nasional. Seiring berjalannya waktu, TNI terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanannya dan berusaha untuk tetap kuat menghadapi berbagai gangguan politik dan militer.

Rongrongan di bidang politik pernah terjadi di tahun 1950 – 1960-an. Rongrongan tersebut datang dari golongan komunis. Golongan komunis berusaha memengaruhi TNI agar terpengaruh ideologi mereka melalui program TNI-Masyarakat, Biro Perjuangan, dan sebagainya. Adapun rongrongan di bidang militer datang di Madiun dan Jawa Barat. Saat itu terjadi pemberontakan PKI dan pergolakan senjata di Madiun, dan terjadi peristiwa separatis Darul Islam di wilayah Jawa Barat.

TNI pun mendapat rongrongan dari luar negeri, ketika Belanda melancarkan Agresi Militernya dengan peralatan dan persenjataan perang yang lebih berkualitas dan modern. Saat menghadapi Agresi Militer Belanda inilah TNI sempat kewalahan karena keterbatasan personel. Akhirnya, rakyat Indonesia melancarkan Perang Rakyat Semesta. Pada perang ini, TNI dan masyarakat bekerja sama mengerahkan segala potensi untuk melawan Agresi Militer Belanda tersebut.

Sepanjang perjalanannya, TNI banyak melakukan perjuangan untuk mempertahankan keutuhan negara ini. Sayangnya keretakan pernah terjadi di tubuh TNI, terutama TNI Angkatan Darat. Pasalnya, terjadi campur tangan politik dalam bidang miiliter dan permasalahan intern TNI yang menimbulkan pecahnya peristiwa 17 Oktober 1952. Peristiwa itu juga memicu TNI untuk terjun ke dunia politik dengan mendirikan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI), sebuah partai politik yang turut serta pada pemilu 1955.

Di tahun 1962, tercetus gagasan untuk menyatukan TNI dan POLRI menjadi satu organisasi terpadu bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Dengan terciptanya ABRI, diharapkan TNI dan POLRI dapat melaksanakan tugasnya secara lebih efisien dan efektif tanpa mudah terpengaruh kepentingan politik pihak tertentu. Namun rupanya ABRI menghadapi berbagai permasalahan, termasuk masuknya paham PKI dengan penyusupan dan pembinaan khusus. Setelah keadaan mulai tenang dan era pemerintahan berganti menjadi Orde Baru, ABRI sebagai pusat kekuatan militer Indonesia mulai bisa bernapas tenang. ABRI mulai melakukan tugas-tugas sosial yang menyentuh rakyat secara langsung, seperti program ABRI Masuk Desa (AMD).

Fungsi dan Tugas TNI sebagai Kekuatan Militer Indonesia

Sesuai perubahan konstitusi dan kebijakan pemerintah yang sedang menjabat, tugas dan fungsi ABRI pun berubah-ubah; meski pada dasarnya tetap berfungsi sebagai lembaga pelindung rakyat dan negara. ABRI di era reformasi kembali ke nama asalnya, yakni TNI. Tugas TNI pun mengalami perubahan, tercantum dalam Undang-Undang nomor 34 tahun 2004.

TNI berperan sebagai alat negara untuk mempertahankan kesatuan dan kedaulatan yang tugasnya dilakukan atas dasar kebijakan dan keputusan politik pemerintah. Pada praktiknya, TNI bertugas untuk menghadang beragam bentuk ancaman militer dari luar dan dalam negeri, menjaga kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah, dan menjaga keselamatan bangsa Indonesia.

Atas dasar hal tersebut tugas pokok TNI diklasifikasikan ke dalam 2 jenis, yakni operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang. Operasi militer selain perang adalah operasi-operasi yang dilaksanakan guna memberantas gerakan militer separatis, pemberontakan, aksi terorisme, menjaga area batas negara, dan melaksanakan kebijakan politik luar negeri di bidang militer. Termasuk juga di dalamnya melindungi objek vital nasional, melindungi presiden, wapres, dan keluarga mereka, membantu tugas POLRI dalam mengamankan negara, dan sebagainya.

Untuk melaksanakan tugasnya itu, TNI dikelola dan diklasifikasikan ke dalam berbagai lembaga pertahanan Tentara Nasional Indonesia. Lembaga-lembaga tersebut terdiri dari:

  • Angkatan Darat (TNI-AD)

  • Korps Pasukan Khusus (Kopassus)

  • Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad)

  • Angkatan Laut (TNI-AL)

  • Korps Marinir (KorMar)

  • Angkatan Udara (TNI-AU)

  • Pasukan Khusus (Paskhas)

Kekuatan Militer Indonesia – Perlengkapan Perang TNI

TNI memiliki segudang peralatan dan persenjataan militer untuk menyokong tugasnya dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan negeri. Peralatan dan persenjataan militer ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan ditempatkan di berbagai museum militer agar masyarakat awam bisa memahami dan mengetahui fungsi peralatan dan persenjataan tersebut. Inilah beberapa perlengkapan perang yang dimiliki oleh TNI:

  • Tank 350 unit

  • 1.060 unit artileri

  • Kapal selam 2 unit SSK.

  • Anti submarine warfare (ASW).

  • Kapal perang jenis PSC.

  • Kapal patroli dilengkapi senjata kaliber 20 mm, 4 unit

  • Kapal patroli torpedo anti-submarine 4 unit.

  • Pesawat tempur TNI-AU 247 unit. Jenis pesawat fighter TNI-AU F-5, F-16, Sukhoi, Su-30, dan 2 unit Su-27 dan berbagai jenis lainnya.

  • Helikopter 38 unit jenis Assault dan Transport (tipe NAS-332L Super Puma serta NAS-330 Puma).

Itulah sekilas informasi mengenai Tentara Nasional Indonesia sebagai pusat kekuatan militer Indonesia. Semoga bermanfaat!

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kekayaan Potensi Laut Indonesia
  • Bukan Sekali Gunung Bromo Meletus
  • Soekarno dan Ibu Kota Sementara, Yogyakarta
  • Sejarah dan Makna di Balik Gambar Logo Garuda
  • Apa yang Harus Dilakukan Negara Indonesia Untuk Maju
  • Peta Kekuatan Tentara Nasional Indonesia
  • Luas Hutan Indonesia Menyempit
  • Indonesian, Dari Sabang Sampai Merauke
  • Membangun Semangat Proklamasi Pada Remaja
  • Bendera Merah Putih - Bendera Sederhana Penuh Makna
  • Toba - Danau Terbesar di Indonesia
  • Sejarah KB dan Keunikannya
  • Unsur-Unsur Negara Republik Indonesia
  • Mutiara di Kawasan Wisata Indonesia Timur
  • Sejarah Uang Indonesia – dari Ma hingga Rupiah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA