Kekuatan Militer Rusia: Masih Besar di Dunia

Suatu ketika, Hitler dengan Werhmacht dan Divisi Panzernya yang digdaya di daratan Eropa pernah diberitahu oleh bawahannya, Jenderal Guderian, agar jangan sampai menyentuh Rusia walau hanya satu sentilan karena kekuatan militer Rusia sangatlah misterius. Akan tetapi, Hitler menggila. Jangankan satu sentilan, wilayah Soviet Rusia seluas ribuan hektar diduduki dari utara ke selatan, dari ke kaki Moskow sampai Kiev. 2 juta tentara Rusia di tawan. Ratusan ribu mati. Apakah Operasi Barbarossa berhasil?
Salah. Justru itulah titik balik perang. Hitler meremehkan daya tahan perang orang Rusia yang terkenal gigih dan ulet. Darah orang Rusia telah dicampuri bangsa pejuang dari dunia. Bangsa Cossack, Mongol, Tartar, China, Jepang, India, Turki, Armenia, Russ, Hun. Bahkan, Indian Eksimo. Tanah Rusia begitu luas. Pabrikan senjatanya disembunyikan di pedalaman lembah pegunungan Kaukasus. Pesawat pengebom sulit melewatinya. Mimpi buruk lainnya adalah teknologi senjata Rusia lebih maju dari Amerika Serikat sekalipun.
Tank T34 yang merupakan tank kelas "satpam" di Rusia bertanding dengan Mark III Jerman. Sementara itu, Tank IS II yang merupakan tank perang sesungguhnya, mengungguli semua tank Jerman. Termasuk, King Tiger dalam perang tank terbesar sepanjang sejarah di Kursk, Ukraina. Lebih dari itu, para pahlawan Rusia seolah tidak pernah habis-habisnya. Loyalitas mereka pada Tanah Air begitu spartan. Rusialah yang melempar wanita ke medan perang. Hasilnya, bikin ngeri.
Lydia Litvyak merupakan salah satu pilot Ace dari angkatan udara Rusia dan salah satu dari dua Ace pilot tempur wanita di dunia bersama Katya Budanova. Senjatanya Lagg-3 merupakan pesawat tempur yang prestisius semasa perang.
Modern Russia dan Tanding Senjata
Seusai Perang Dunia II, peta kekuatan semakin jelas. Inggris bukanlah adidaya lagi, kekuatan lautnya tidak lagi utuh. Amerika Serikat (AS) pun begitu. Seusai perang, prajurit hanya ingin pulang. Namun, Rusia masih menyimpan ambisi mengenai superioritas senjata. Jenderal George Patton, pimpinan divisi Panzer AS mengerti hal ini. Namun, beliau mati misterius dalam "kecelakaan" mobil setelah telepon terakhirnya ke markas komando untuk menghantam kekuatan Rusia mumpung sedang lengah.
Akhirnya, Rusia sulit dihentikan. Produksi senjatanya memaksa Amerika Serikat melakukan hal yang sama. Ketika AK 47 tercipta, ditandingi dengan senapan serbu M16. Ketika Izhevsk Mechanical Works mengenalkan yang lain sejenis AK 74, AS menandinginya pula dengan senapan taktis M4. Ketika Tank IS III berkeliaran, AS memberikan varian tank M1 A. Ketika jet F-16 tertandingi oleh Su 27 flanker, AS mengenalkan jet stealth F-22. Ketika nuklir Rusia mencapai 4279 hulu ledak lebih, AS kelewatan dengan menumpuknya menjadi 5966 hulu ledak nuklir.
Seolah tidak ada habisnya perlombaan "ketololan" ini. Dunia beberapa kali jadi korban perang senjata. Namun, pada akhirnya, perlombaan senjata ini berhenti ketika Rusia menjadi korban korupsi dan kroni.






