logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Zikir

Rahasia Kekuatan Zikir


Ilustrasi kekuatan zikir

Di zaman modern seperti sekarang ini banyak orang yang diliputi rasa khawatir , resah, gelisah serta stres. Kejadian demi kejadian yang  menimpa, banyaknya permasalahan yang tak terselesaikan membuat hati menjadi tidak tenang.

Salah satu cara terbaik untuk menghindari dan mengobati perasaan hati tersebut adalah dengan berzikir. Karena kekuatan zikir akan mengarahkan hati menjadi tenang.

Makna Kekuatan Zikir

Zikir adalah melepaskan diri dari kelalaian dengan senantiasa menghadirkan kalbu bersama Allah Swt. Pendapat lain mengatakan bahwa zikir adalah mengulang-ulang nama Allah Swt dalam hati maupun lewat lisan. Ini bisa dilakukan dengan mengingat lafal jalalah (Allah Swt), sifat-Nya, hukum-Nya, perbuatan-Nya, atau suatu tindakan yang serupa.

Zikir bisa pula berupa doa, mengingat para rasul-Nya, nabi-Nya, wali-Nya, dan orang-orang yang memiliki kedekatan dengan-Nya, serta bisa pula berupa takarub kepada-Nya melalui sarana dan perbuatan tertentu seperti membaca, mengingat, ceramah, dan bercerita.

Berdasarkan pemahaman tersebut, maka mereka yang berbicara tentang kebenaran Allah Swt, atau yang merenungkan keagungan, kemuliaan, dan tanda-tanda kekuasaan-Nya di langit dan di bumi, atau yang mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya sesungguhnya dengan berbuat demikian mereka tengah berzikir.

Zikir bisa dilakukan dengan lisan, hati, anggota badan, ataupun dengan ucapan yang terdengar orang. Orang yang berzikir dengan menggabungkan semua unsur tersebut berarti telah melakukan zikir secara sempurna.

Apa itu zikir lisan? Zikir lisan adalah zikir dengan kata-kata semata tanpa kehadiran kalbu. Itulah kekuatan zikir lahiriah yang memiliki keutamaan besar seperti yang ditunjukkan oleh beberapa ayat Al Quran, hadist, dan atsar.

Zikir lisan terbagi lagi ke dalam beberapa bagian. Ada yang terikat dengan waktu dan tempat serta ada pula yang bebas. Yang terikat misalnya bacaan ketika dan setelah salat, bacaan ketika haji, sebelum, tidur, setelah bangun, sebelum makan, ketika menaiki kendaraan, zikir di waktu pagi dan petang, dan seterusnya.

Sementara yang tidak terikat dengan waktu, tempat, ataupun kondisi, misalnya pujian kepada Allah Swt, berupa doa, atau munajat lainnya. Demikian pula dengan bacaan salawat atas Nabi Muhammad Saw yang akan memberi pengaruh yang lebih besar ke dalam kalbu kepada para pemula ketimbang zikir yang tidak disertai munajat.

Zikir lisan ada yang bersifat ri’ayah (memelihara ingatan dan kesadaran terhadap Allah Swt), permintaan duniawi, atau permintaan ukhrawi. Yang bersifat ri’ayah misalnya ketika mengucapkan kalimat, “Allah bersamaku, Alah melihatku.” Ucapan tersebut mengandung usaha untuk menjaga kemaskahatan kalbu.

Berikut dikemukakan beberapa ayat Al Quran yang berkaitan dengan anjuran dan keutamaan atau kekuatan zikir.

“Wahai orang-orang yang beriman berzikirlah dengan menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang” (QS. Al-Ahzab 33: 41-42)

“Yatu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata, “Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imran 3: 191)

“Dan laki-laki serta perempuan yang banyak mengingat Allah, Allah telah sediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS. Al-Ahzab 33: 35)

“Karena itu, ingatlah kalian pada-Ku, niscaya Aku pun ingat pada kalian. Serta bersyukurlah kepada-Ku dan jangan mengingkari nikmat-Ku” (QS. Al-Baqarah 2: 152)

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Alah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Al-Ra’d 13: 28)

“Ingatlah Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu di waktu petang dan pagi” (QS. Ali Imran 3: 41)

“Sebutlah nama Tuhanmu di waktu pagi dan petang” (QS. Al-Insan 76: 25)

Keutamaan Orang Berzikir

Lewat Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Bila seorang hamba mengucapkan la ilaha illa Allah secara tulus dari kalbunya, tentu pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya sampai tembus ke arasy selama ia menjauhi dosa-dosa besar” (HR. Tirmidzi)

Malik Ibn Anas mendengar bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Orang yang mengingat Allah di tengah-tengah kaum yang lalai seperti orang yang berperang dibelakang kaum yang lari. Orang yang mengingat Allah ditengah kaum yang lalai tak ubahnya seperti ranting hijau di tengah pohon kering. Orang yang mengingat Allah di tengah kaum yang lalai seperti lampu di rumah yang gelap. Tempat duduk mereka di surga akan diperlihatkan kepada orang-orang itu, padahal mereka masih hidup. Mereka akan diberi ampunan sebanyak orang fasih dan ajam. Yang dimaksud fasih adalah manusia sementara ajam adalah binatang.”

Menurut Mu’adz Ibn Jabal, “Tidak ada amal yang lebih bisa menyelamatkan seseorang dari siksa daripada zikir pada Allah” (HR. Malik dalam kitab Al-Muwaththa)

Abu Sa’id al-Khuduri meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya, “Siapakah hamba yang lebih utama dan mulia di sisi Allah pada hari kiamat?” Rasulullah Saw menjawab, “Orang-orang yang banyak berzikir kepada Allah”, Beliau ditanya lagi, “Apakah mereka lebih mulia daripada orang yang berperang di jalan Allah?” “Seandainya ia terkena pukulan pedang lalu mengucurkan darah. Tapi, kalau tidak, derajat orang yang berzikir itu lebih mulia.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

Dalam riwayat lain, Razin menyebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya, “Ibadah apakah yang lebih utama dan mulia di sisi Allah Swt pada hari kiamat nanti?”, Beliau menjawab, “orang yang berzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Abu Musa Ra, bahwa Nabi Muhammada Saw bersabda, “Perbedaan antara rumah yang terisi dengan zikir dan rumah yang tak terisi dengan zikir seperti perbedaan antara orang hidup dan orang mati” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain, “Perbedaan antara orang yang berzikir kepada Tuhan dan orang yang tak berzikir kepada Tuhan seperti perbedaan antara orang hidup dan orang mati.” (HR. Bukhari)

Zikir untuk Ketenangan Jiwa

Zikir adalah cara untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah Swt, dengan zikir ini jika dilakukan dengan sungguh-sungguh maka seseorang akan terhindar dari perasaan tidak tenang.Dalam QS. Ar-ra'du: 28  Allah berfirman,  yang artinya "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram".

Melalui ayat tersebut Allah  Swt menunjukkan kepada kita sekalian bahwa  mengingat Allah Swt (berzikir) adalah obat yang paling ampuh  untuk mengatasi semua masalah baik yang sifatnya pribadi maupun umum.

Pada ayat lain yaitu QS. Al Baqarah: 152 Allah Swt juga berfirman, yang artinya "Maka ingatlah kepada Ku, niscaya Aku mengingatmu dan bersyukurlah kepada Ku dan jangan kamu ingkari (nikmat) Ku", dan masih banyak ayat-ayat ataupun hadist yang menyatakan tentang keutamaan dan kekuatan zikir.

Kekuatan zikir itu sendiri selain dapat membuat hati menjadi tenang, juga mempertebal keimanan, mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta membersihkan hati dan mensucikan jiwa.

Zikir dapat menjadi obat berbagai macam penyakit batin,seperti ujub, riya dan sombong. Dengan memperbanyak zikir maka akan menututupi kesalahan kesalahan yang dilakukan dalam beribadah kepada Allah Swt.

Zikir Menghalau Godaan Syaitan

Sebuah hadist Rasulullah menyatakan bahwa syaitan itu selalu bersemayam dihati manusia, dia akan selalu menggoda dari arah manapun. Dia tak mengenal putus asa dalam usahanya untuk menggelincirkan manusia ke dalam lembah dosa.

Setiap waktu syaitan akan selalu berusaha menjerumuskan manusia, dia  memasukkan perasaan khawatir  ke dalam hati manusia.  Bila manusia selalu berzikir maka syaitan akan menjauhinya, tapi apabila manusia itu lengah dari berzikir maka dia akan kembali mendekatinya. Syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Pada hadist lain dinyatakan bahwa syaitan selalu duduk dan meletakkan ujung hidungnya di hati manusia. Dia akan pergi bila hati manusia berzikir,  tapi akan datang kembali jika zikir itu tidak dibacanya lagi.

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa seseorang telah dikabulkan do’anya oleh Allah Swt, dalam do’anya ia ingin melihat syaitan dalam mengganggu manusia. Orang tersebut melihat ke sebelah kiri hatinya, saat syaitan akan memasukkan belalainya. Syaitan tersebut berbentuk seperti nyamuk dengan posisi duduk, dimulutnya terdapat belalai yang berbentuk seperti jarum.

Saat manusia berzikir kepada Allah Swt, belalai tersebut akan ditarik ke belakang. Ketika sedang lengah syaitan memasukkan rasa was-was dan racun dosa dihati manusia itu melalui belalainya tersebut. Begitu besar manfaat kekuatan zikir dalam menghalau bisikan dan godaan syaitan. Maka janganlah lengah dari berzikir.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Keutamaan Dzikir Sesudah Shalat
  • Dalil Bacaan Dzikir Sesudah Sholat
  • Manfaat Bacaan Zikir
  • Pentingkah Dzikir Setelah Sholat Fardhu?
  • Manfaat Zikir Malam
  • Membincang Zikir Harian
  • Mengenal Manfaat Zikir Islam
  • Tata Cara Bacaan Dzikir Setelah Sholat
  • Dzikir Asmaul Husna Membuat Hidup Optimis
  • Manfaat Zikir Setelah Sholat
  • Memahami dzikir
  • Pengertian Zikir: Adab Berzikir
  • Khasiat Zikir bagi Diri Sendiri
  • Manfaat Majelis Dzikir
  • Keutamaan Dzikir Qolbu
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA