Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi: Batu Ginjal
Semua kerja organ tubuh itu bekerja secara otomatis dan memberikan efek menyehatkan bagi tubuh kita. Salah satu sistem organ yang bekerja ekstra dalam tubuh kita adalah sistem ekskresi. Organ ekskresi adalah organ-organ yang berfungsi untuk mengeluarkan sisa proses metabolisme dari tubuh.
Zat-zat yang dianggap tidak berguna lagi bagi tubuh, seperti zat garam yang berlebihan, air, amoniak, dan karbondiaksida akan dikeluarkan melalui organ eksresi tertentu. Misalnya, garam akan dikeluarkan melalui kulit dalam bentuk keringat dan karbondioksida akan dikeluarkan oleh paru-paru. Selain kulit dan paru-paru, organ ekskresi lainnya adalah ginjal dan hati. Organ ekskresi yang akan dibahas kali ini adalah ginjal. Selain itu, akan dibahas juga kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi berupa gangguan batu ginjal.
Ginjal
Manusia memiliki sepasang ginjal yang letaknya di sebelah kiri dan kanan tulang belakang di daerah pinggang. Posisi ginjal kiri lebih tinggi daripada ginjal kanan. Warna ginjal seperti hati, yakni berwarna merah keunguan. Jika kita amanti bentuknya, mirip biji kacang merah.
Kedua ginjal tersebut terdiri dari jutaan unit penyaring yang terisi darah dari arteri renal melalui kumpulan pembuluh darah halus yang disebut glomeruli. Setiap kumpulan dikelilingi oleh organ seperti cangkir yang disebut kapsul Bowman, yang tersangkut pada tubule. Di sinilah terjadi penyaringan. Zat yang tersaring akan dimampatkan menjadi tetesan air kencing yang kemudian dialirkan ke kantung kemih. Ginjal ini mempunyai perangkat yang lebih hebat dibandingkan dengan mesin cuci darah buatan manusia.
Gangguan Batu Ginjal
Ginjal bekerja untuk menyaring darah agar tetap bersih setiap hari tanpa henti. Jika kita tidak memperhatikan kesehatan organ ginjal, tentu akan berdampak buruk bagi kesehatan seluruh tubuh. Salah satu gangguan pada ginjal adalah batu ginjal.
Penyakit batu ginjal ini disebabkan adanya benda keras seperti batu yang terbentuk dari garam-garam yang ada dalam air kemih yang kemudian mengeras dan membentuk batu. Batu ginjal tersebut dapat pula disebabkan kekurangan penghambat pembentukan batu. Batu ginjal ini mengandung zat kalsium, asam urat, mineral, dan sistin.
Batu ginjal dapat terbentuk di dalam ginjal atau di dalam kandung kemih. Batu ginjal ini akan mengakibatkan rasa nyeri, perdarahan, atau penyumbatan aliran kemih dan infeksi. Gejala lain yang dapat dirasakan adalah mual dan muntah, perut kembung, demam, mengigil, dan ada kandungan darah dalam air kencing.
Untuk mengatasi batu ginjal yang tidak menimbulkan gejala, penyumbatan, atau infeksi dapat dihilangkan dengan banyak minum. Minum banyak air akan meningkatkan air kemih dan membantu membuang batu-batu ginjal yang ukurannya masih sangat kecil tersebut.
Akan tetapi, jika batu ginjalnya agak besar dan menyebabkan gejala yang disebutkan sebelumnya, perlu penanganan medis dengan segera. Cara pengobatannya bisa dilakukan dengan gelombang ultrasonik. Gelombang tersebut akan memecahkan batu dan dikeluarkan oleh air kencing. Selain itu, dilakukan operasi kecil untuk mengangkat batu dengan endoskopi yang dimasukkan ke dalam ureter bagian bawah.






