logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Nutrisi    Vitamin

Kelainan Metabolisme Karbohidrat: Diabetes Mellitus


Ilustrasi kelainan metabolisme karbohidrat

Salah satu penyakit yang dapat timbul akibat kelainan metabolisme karbohidrat adalah diabetes mellitus atau dikenal juga sebagai penyakit gula darah dan penyakit kencing manis. Diabetes merupakan penyakit gangguan kronis akibat adanya gangguan dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Tanda dari penyakit diabetes adalah meningkatnya gula darah yang dikenal dengan istilah glukosa secara cepat dan hal ini sangat berisiko terhadap penyakit jantung, stroke, ginjal, dan kehilangan fungsi saraf.

Gula darah yang meningkat ini disebabkan oleh gangguan sistem metabolisme, di mana tubuh (khususnya pankreas) tidak sanggup memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang dibutuhkan. Ada berbagai tipe diabetes mellitus. Setiap tipe memiliki gejala dan penyebab yang berbeda. Inilah ketiga tipe diabetes mellitus tersebut.

Kelainan Metabolisme Karbohidrat: Diabetes Mellitus Tipe 1

Diabetes tipe 1 disebut sebagai diabetes Mellitus yang tergantung pada insulin (IDDM), penyakit diabetes tipe 1 banyak menyerang anak-anak dan remaja; tetapi bisa juga menyerang orang dewasa. Ini akibat adanya kerusakan sel-sel beta pada pankreas, di mana pankreas adalah tempat untuk memproduksi hormon insulin. Insulin dibutuhkan tubuh untuk megendalikan kadar darah. Pada penderita diabetes tipe 1 harus membiasakan diri mengendalikan kadar gula darah mereka dengan kedisiplinan saat mengonsumsi makanan.

Diabetes tipe 1 ini hingga sekarang belum ditemukan pencegahan maupun pengobatannya. Bahkan diet dan olahraga tidak dapat mengobatinya. Pada awal menderita diabetes tipe 1, penderita memiliki fisik yang cukup sehat serta berat badan yang ideal. Respons tubuh mereka terhadap insulin pun relatif normal, terutama di tahap awal munculnya diabetes.

Rusak dan hilangnya sel beta pada diabetes ini disebabkan oleh salah reaksi dari autoimunitas, yang kemudian menghancurkan sel-sel beta pada pankreas. Reaksi seperti ini bisa jadi dipicu oleh infeksi pada tubuh penderita. Karena kerusakan sel-sel ini, produksi insulin terganggu. Para ahli medis lantas mencetuskan terapi pemberian insulin di bawah pengawasan terhadap si penderita. Intinya, penanganan diabetes tipe 1 fokus pada penggantian insulin. Jika insulin tidak diperoleh oleh tubuh, penderita terancam koma bahkan meninggal dunia.

Adapun pemberian insulin bisa dilakukan melalui injeksi, pump, atau inhaled powder. Pemberian insulin tersebut harus dibarengi dengan gaya hidup sehat, termasuk di antaranya mengatur diet dan melakukan olahraga teratur. Penanganan diabetes tipe 1 ini adalah perawatan jangka panjang yang harus dilakukan secara disiplin dan penuh komitmen.

Kesadaran penderita untuk mendapatkan perawatan serta pengobatan yang tepat dapat membantu tingkat glukosa dalam tubuhnya kembali normal. Yang dimaksud dengan normal adalah antara 80 - 120 mg/dl, 4 - 6 mmol/l. Jika kadar glukosanya rendah kembali, akan terjadi hipoglisemia yang mengakibatkan pasien hilang kesadarannya.

Kelainan Metabolisme Karbohidrat: Diabetes Mellitus Tipe 2

Diabetes tipe 2 disebut juga Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau diabetes yang tidak tergantung pada insulin, diabetes tipe II ini banyak menyerang ke orang pada umur lebih dari 40 tahun. Pada penderita ini kadar insulinnya mengalami peningkatan dan mengakibatkan hilangnya sensitivitas terhadap insulin oleh sel-sel tubuh. Hal ini biasanya disebabkan karena faktor kegemukan atau obesitas. Pada tipe 2 ini diperlukan program diet yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Kelainan metabolisme karbohidrat yang satu ini pada dasarnya disebabkan oleh mutasi gen, terutama gen-gen yang memengaruhi kinerja sel beta, proses sekresi hormon insulin, dan mengatur resistensi sel kepada insulin. Organ hati pada penderita diabetes tipe 2 juga menjadi kurang peka pada insulin. Glukosa dapat diserap oleh otot lurik tetapi sekresi gula darah pada hati meningkat. Gen yang bertanggung jawab atas kelainan ini sering kali ditemukan pada kromosom 19.

Tahap awal terjadinya diabetes tipe 2 ditandai dengan meningkatnya jumlah insulin di dalam darah. Hal ini bisa diatas dengan mengonsumsi obat anti-diabetes, yang berfungsi meningkatkan sensitivitas terhadap insulin sekaligus mengurangi produksi glukosa di organ hati. Sayangnya, semakin parah diabetes tipe 2 ini, semakin sulit juga sekresi insulin sehingga diperlukan terapi lebih lanjut.

Penanganan jangka panjang diabetes tipe 2 dilakukan dengan melakukan olahraga teratur, mengurangi asupan karbohidrat, dan mengurangi berat badan secara signifikan. Penanganan-penanganan tersebut dapat berangsur-angsur mengembalikan kepekaan hormon insulin.

Kelainan Metabolisme Karbohidrat: Diabetes Mellitus Tipe 3

Diabetes mellitus tipe 3 disebut juga diabetes mellitus gestasional. Tipe diabetes ini terjadi pada ibu yang sedang mengandung, dan biasanya kesembuhan akan didapat berangsur-angsur setelah melahirkan. Diabetes tipe 3 berbahaya karena berpotensi mengganggu kesehatan janin atau ibunya. 20% - 50% penderita diabetes tipe ini dapat bertahan hidup, sedangkan sisanya meninggal dunia. Diabetes tipe 3 ini hanya terjadi pada sekitar 2% - 5% dari seluruh kehamilan di dunia.

Secara alamiah, penderita diabetes tipe 3 dapat sembuh dengan sendirinya pasca melahirkan. Namun bukan berarti kelainan metabolisme ini tak memerlukan penanganan khusus. Jika ibu hamil dengan diabetes tipe 3 mengabaikan diabetesnya, risiko kesehatan akan menghantui janin dan ibunya. Kerusakan vascular bisa merusak fungsi plasenta. Bayi yang telah lahir bisa mengalami penyakit jantung bawaan, berat badan lahir di atas normal, cacat otot rangka, sindrom gangguan pernapasan, dan terganggu sistem saraf pusatnya.

Kelainan Metabolisme Karbohidrat - Diabetes Mellitus dan Resiko Asterosklerosis

Agar terhindar dari risiko terkena asterosklerosis, penderita diabetes harus rajin dan mengurangi faktor yang berisiko pada terjadinya serangan jantung dan stroke. Dan berusaha dan disiplin agar kadar gula dalam darah (glukosa) bisa senormal mungkin dan mengurangi kadar kolesterol pada darah.

Komplikasi kronis pada penderita diabetes terjadi akibat adanya pengikatan glukosa pada protein, yang disebut dengan istilah glikosilasi. Ini bisa menyebabkan perubahan-perubahan struktur dan fungsi banyak pada protein tubuh dan meningkat beberapa kali lipat dan bisa menyebabkan penyakit jantung, ginjal, dan penyakit saraf. Oleh sebab itu, penderita diabetes harus rajin memantau kadar gula darah mereka dan melakukan kontrol yang baik

Kelainan Metabolisme Karbohidrat - Menghindari dan Mengobati Diabetes Mellitus

Pengobatan yang efektif dan tepat bagi penderita diabetes adalah melakukan pergantian dalam menu makanan dan minuman serta biasakan menerapkan pola atau gaya hidup sehat. Diabetes bisa ditangani dengan mengontrol konsumsi karbohidrat ke dalam tubuh.

Karbohidrat kompleks yang tinggi, diet yang kaya serat yang dikolaborasikan dengan makanan-makanan yang lebih alami merupakan cara yang lebih alami dan merupakan diet pilihan dalam merawat diabetes. Semua karbohidrat sederhana, alkohol, dan makanan yang mengandung lemak jenuh harus dibatasi. Perbanyak mengkonsumsi kacang polong, bawang merah, dan bawang putih secara teratur.

Selain pengobatan melalui terapi insulin dan obat-obatan kimia, penderita diabetes juga bisa mencoba obat-obatan tradisional. Obat-obatan untuk diabetes salah satunya adalah Gymnema Sylvestre,adalah tanaman asli dari hutan tropis India. Penelitian pernah dilakukan, memakai objek percobaan dengan memakai anjing dan kelinci yang terkena diabetes, hasilnya membuktikan bahwa gymnema dapat meningkatkan kontrol glukosa.

Dosis yang dipakai adalah 400 miligram per hari, baik pada diabetes tipe I maupun diabetes tipe II. Gymnema tidak menyebabkan efek samping dan memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Dengan kemauan kuat untuk kembali sehat, kelainan metabolisme karbohidrat dalam bentuk diabetes mellitus tidak akan merenggut hidup Anda.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mengenal Pentingnya Vitamin untuk Mata
  • Tumis Sayuran Favorit
  • Status Gizi Menurut WHO Bukan Hanya untuk Balita
  • Mengenal Sumber Vitamin E
  • Pisang, Buah yang Kaya Manfaat
  • Vitamin D dalam Kehidupan
  • Waspadai Berbagai Penyebab Panas Dalam
  • Kurma Lancarkan Persalinan
  • Manfaat Gizi - Semua Ada Pada Makanan
  • Pembuatan Garnish Sayuran
  • Macam-Macam Potongan Sayuran
  • Tips Mempertahankan Nutrisi Jenis Jenis Sayuran
  • Variasi Harga Suntik Vitamin C
  • Perhatikan Gangguan Kesehatan di Dunia Wanita
  • Kandungan Gizi Sayuran - Kubis, Sayur Baby dengan Gizi yang Mewah
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA