logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Kesehatan    Macam-Macam Penyakit    Penyakit Kulit dan Kelamin

Ancaman Penyakit Kelamin Wanita


Ilustrasi kelamin wanita

Secara psikologis dan fisik, wanita memiliki perbedaan dengan kaum pria. Kaum wanita lebih memiliki sensitifitas, baik secara psikologis maupun dari sisi kondisi fisiknya. Oleh karena itu, ada beberapa bagian tubuh dari wanit yang memerlukan penanganan khusus agar tetap dalam kondisi sehat. Salah satu bagian tubuh yang sangat sensitif tersebut terletak pada bagian kelamin wanita.

Hal ini karena bagian kelamin wanita memiliki struktur yang cenderung terbuka. Akibatnya, ancaman resiko terhadap masuknya kuman atau virus yang membahayakan lebih besar daripada ancaman yang menimpa pada kaum pria. Untuk mencegah masuknya bakteri atau kuman melalui bagian kelamin wanita inilah, seorang wanita harus menjaga kebersihan bagian vital tersebut. Jika tidak maka tinggal ditunggu saja bahaya IMS atau PMS.

Bahaya IMS

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang telah ditularkan melalui aktivitas seksual. Beberapa contoh terkenal dari IMS adalah sifilis, AIDS, herpes, dan gonorhea. Dokter lebih memilih penggunaan "IMS" ini dengan istilah Seperti Penyakit Menular Seksual (PMS), karena adalah mungkin bagi seseorang untuk terinfeksi tanpa menunjukkan tanda-tanda penyakit, yang berarti bahwa infeksi dapat diteruskan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala. IMS merupakan masalah serius di banyak bagian dunia karena sulit untuk di cegah, dan upaya pengobatan tanpa akses ke resource yang tepat.
Manusia telah menyadari bahwa beberapa penyakit tampaknya ditularkan melalui aktivitas seksual selama ratusan tahun. Salah satu PMS yang paling awal diidentifikasi adalah sifilis, penyakit yang pernah melanda massif masyarakat Eropa. Pada pertengahan abad ke-20, manusia seolah mengantri terkena IMS, namun akhirnya banyak yang disembuhkan dengan munculnya penisilin. Menjelang akhir abad ke-20, bagaimanapun juga, IMS semakin menjadi jadi dengan hadirnya penyakita tanpa obat seperti AIDS yang muncul, dan kali ini bersamaan dengan munculnya Ebola yang pernah sama sama resistan terhadap obat Infeksi, menantang para dokter dan peneliti untuk mencari pengobatan baru sebelum infeksi ini menyebar.
IMS seringkali berbentuk jamur, virus, bakteri, atau parasit. Banyak IMS dapat ditularkan melalui kontak non-seksual. Dan umumnya, IMS dilewatkan melalui kontak langsung cairan tubuh, yang berarti bahwa risiko tertular IMS dapat sangat dikurangi dengan penggunaan hambatan selama kontak seksual. Untuk alasan ini, pendidik kesehatan mendorong penggunaan kondom bagi golongan yang beresiko.
Setelah terinfeksi dengan IMS, ada berbagai pilihan pengobatan, tergantung pada jenis infeksi. Dalam beberapa kasus, antibiotik atau antiviral dapat digunakan untuk mengobati IMS, mengetuk keluar tubuh pasien dengan bantuan sistem kekebalan tubuh. Dalam kasus lain, seperti AIDS atau herpes, tidak ada obat, meskipun obat dapat digunakan untuk mengobati gejala atau mengurangi berkecambahnya viral pasien.
Di negara berkembang, infeksi menular seksual adalah masalah besar, karena alat pencegahan seperti kondom jarang tersedia atau secara sosial ditolak dengan alasan moral dan agama. Sehingga ini merupakan masalah super besar bagi negara berkembang. Karena pengobatan bisa teasa menyulitkan apabila seseorang telah terinfeksi karena obat yang tepat mungkin tidak tersedia, atau pasien mungkin tidak dapat mematuhi rejimen obat yang tersedia. Beberapa ilmuwan telah menyuarakan keprihatinan bahwa perawatan yang selesai sebagian dan dari infeksi yang luas dapat menciptakan versi baru dari IMS yang susah diobati di masa depan, alias virusnya bermutasi. Dan yang lebih menyedihkan lagi, korban rentan adalah perempuan produktif, yang kelak bisa menularkan penyakitnya kepada keturunannya sendiri.

Memahami Hak Reproduksi

Di sisi lain, dengan kondisi IMS tersebut akan lebih baik bagi kaum wanita untuk memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada bagian kelamin wanita tersebut. seperti munculnya perubahan siklus menstruasi yang tidak teratur, munculnya sesuatu di sekitar bagian tersebut atau juga ada perasaan yang tidak wajar yang berasal dari saluran reproduksi wanita tersebut.

Secara umum, munculnya beberapa masalah yang berhubungan dengan bagian kelamin wanita pada dasarnya merupakan indikasi terjadinya masalah hormonal. Namun bisa juga hal ini disebabkan proses hubungan seksual yang kurang tepat. Bila menghadapi kondisi tersebut, langkah yang paling tepat adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Akan lebih baik lagi, jika kita bisa melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin guna mendapatkan pemeriksaan yang lebih teliti.

Dengan demikian, kita bisa mengetahui dengan pasti apa penyebab dari masalah yang terjadi pada bagian kelamin wanita terseut. Demikian juga, untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai kondisi terkini seperti masalah kesehatan seksual, pencegahan kejahatan seksual serta tips aman tentang perawatan bagian vital perempuan tersebut.

Hal inilah yang selama ini belum banyak dilakukan masyarakat. Mengingat, sebagian besar kaum perempuan di Indonesia masih merasa malu untuk datang ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Sebab, ada sebuah stigma yang muncul di tengah masyarakat bahwa penyakit yang terjadi pada bagian kelamin wanita adalah penyakit yang diidentikkan dengan perilaku negatif yang dilakukan seseorang.

Pemahaman inilah yan harus diubah. Sebab, datang ke dokter spesialis tersebut bukanlah identik dengan perilaku negatif seseorang. Melainkan sebuah upaya untuk menjaga dan merawat kesehatan diri seseorang, khususnya pada bagian kelamin wanita.

Dan bagi kaum perempuan yang mengalami masalah kesuburan, merupakan hal yang baik apabila mereka mau berkonsultasi dengan dokter. Sebab, dengan demikian akan didapat sebuah informasi mengenai penyebab masalah kesuburan yang mereka alami.

Masalah Kelamin Wanita

Sebagai bagian yang rentan, ada beberapa masalah yang kerap muncul pada bagian kelamin wanita. Beberapa jenis masalah yang sering muncul tersebut di antaranya adalah :

1. HPV HPV merupakan singkatan dari Human Papillomavirus. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi virus yang muncul karena adanya hubungan seksual yang paling umum. Penyakit ini cenderung tidak membahayakan. Meski demikian, apabila pada test smear menunjukkan hasil yang kurang normal, dokter yang memeriksa akan memberikan rujukan untuk dilakukan sebuah uji laboratorium.

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena penyakit HPVini adalah dengan  melakukan cervical smear atau dengan cara screening kesehatan seksual. Selain itu, proses pemeriksanaan secara rutin perlu dilakukan minimal sekali setiap tiga tahun sekali. Bagi perempuan yang merokok, sebaiknya segera menghentikan kebiasan buruk ini. Sebab dari hasil penelitian menunjukkan fakta adanya keterkaitan antara kebiasaan merokok dan kanker vulva. Selain itu, bagi mereka yang memliki resiko hubungan seks tinggi, sebaiknya menggunakan pelindung kondom pada saat berhubungan seksual.

2. PID Satu dari sepuluh wanita di dunia diduga mengalami masalah yang dikenal dengan nama Pelvic Inflamatory Disease ini. Apabila gangguan ini tidak segera ditangani, akan berdampak pada hilangnya kesuburan seorang wanita.

Gejala penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya rasa sakit pada bagian pinggul ketika terjadi hubungan seksual. Selain itu, akan muncul pendarahan yang kurang teratur dan pada bagian vagina akan muncul bau yang berbeda dari biasanya. Meski tidak berbahaya, namun sebaiknya segeralah memeriksakan diri apabila mengalami masalah tersebut.

Bagi mereka yang sudah terkena masalah ini pada bagian kelamin wanita, bisa menyembuhkan dengan menggunakan antibiotik. Selain itu, untuk mencegah agar tidak terkena gangguan PID ini, seseorang harus bisa menjaga perilaku seksualnya. Hindari melakukan seks bebas tanpa menggunakan pengaman seperti kondom. Selain itu yang paling utama adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rutin pada dokter spesialis. Hal ini khususnya harus dilakukan oleh mereka yang memiliki resiko tinggi.

3. BV Bacterial Vaginosis kerap dialami perempuan pada usia produktif. Infeksi IMS ini termasuk salah satu jenis masalah yang kerap muncul. Gejala yang mengiringi infeksi ini seperti munculnya rasa gatal yang berlebih, munculnya bau amis serta terjadinya perubahan pada bagian dalam kelamin wanitta. Meski tidak berbahaya, apabila infeksi ini dibiarkan bisa berkembang menjadi PID.

Menjaga Kesehatan Kelamin Wanita

 Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam upaya menjaga kesehatan bagian kelamin wanita. Diantaranya adalah :

  1. Membersihkan dengan cairan khusus secara rutin. Pastikan semua perlengkapan yang digunakan saat membersihkan bagian tersebut dalam kondisi steril dan bersih dari kuman.
  2. Bergantilah menggunakan pakaian dalam minimal dua kali sehari.
  3. Hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat dalam jangka waktu lama.
  4. Biasakan hidup sehat.
  5. Menghindarkan diri dari perilaku seks bebas.
  6. Memeriksakan diri secara rutin ke dokter.

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Penyakit Kulit dan Obatnya
  • Panu, Penyakit Kulit Jamur yang Tidak Berbahaya
  • Penyakit Kulit Bayi: Mengatasi Ruam Popok dan Biang Keringat
  • Macam-macam Penyakit Kelamin
  • Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kulit Panu
  • Penyakit pada Kulit Tidak Mematikan Tetapi Memalukan
  • Dampak Negatif Seks Bebas
  • Ragam Penyakit Kulit dan Kelamin yang Harus Dihindari
  • Mengenal Lebih Dekat Penyakit Campak pada Balita
  • Penyakit Sifilis - Bahaya dan Mematikan
  • Jenis jenis Penyakit Kelamin dan Cara Mencegahnya
  • Ragam Penyakit Kulit Kelamin
  • Waspada Nyeri pada Batang Pelir
  • Beberapa Penyebab Penyakit Kulit
  • Kondisi dan Penanganan Macam Penyakit Kulit
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA