Mengintip Kelemahan Minerva 150R
Kelemahan Minerva 150r merupakan sebuah keterkejutan bagi dunia otomotif. Mengingat, bahwa motor tersebut merupakan produk dari sebuah negara yang dijadikan kiblat tekhnologi dunia, yaitu Jerman. Dan lazimnya produk otomotif Jerman, Minerva pada awalnya dipercaya juga memiliki kedahsyatan tekhnologi yang mampu menandingi permainan pabrikan Jepang, khususnya di Indonesia.
Namun, begitu motor ini diluncurkan, segera saja muncul gosip miring yang membicarakan kelemahan Minerva 150r. Sebab ternyata begitu banyak lubang di sana sini yang mengiringi kisah Minerva 150r melaju di jalanan.
Padahal secara penampilan fisik Minerva 150r tidaklah kalah dengan desain motor Jepang yang berpedoman pada kesan futuristik. Bahkan, adopsi body yang menyerupai motor balap, mengesankan bahwa motor yang dipangku ban ring 17 ini mampu melesat lebih kencang dari para pesaing yang sama – sama bertenaga 150cc.
Kelemahan Minerva 150r
Sebelum Anda memutuskan untuk membeli Minerva 150r, ada baiknya membaca beberapa kelemahannya,
- Mesin yang mengadopsi teknologi Honda GL Pro, menjadikan tenaga yang dihasilkan tidak sedahsyat penampilannya.
- Body motor cenderung bergetar, khususnya jika diajak berlari mulai kecepatan 100 km/jam.
- Kopling motor yang mudah selip. Hal ini khususnya terjadi ketika mesin dalam kondisi panas. Akibatnya, pengguna harus lebih sering mengganti oli agar kopling tidak mudah selip sebagai akibat panas berlebihan dari mesin.
- Kontur desain yang lebih cenderung ke arah sport, menjadikan motor ini cepat membuat lelah pengendaranya. Khususnya pada bagian pundak. Motor ini lebih nikmat jika digunakan pada jarak pendek saja.
- Ukuran lampu rem dan lampu belakang yang kecil, cukup membahayakan terutama bila berkendara ke luar kota pada malam hari. Sebab, pengendara di belakang akan kurang jelas melihat khususnya pada saat pengereman mendadak.
- Bentuk lampu yang menyatu dengan bodi, menjadikan kurangnya cahaya pada malam hari khususnya jika harus melewati jalan yang berbelok-belok.
- Layanan purna jual yang belum merata, serta kurang bonafidnya proses penjualan yang mengesankan bahwa nama besar Minerva tidak serius dalam memberikan pelayanan kepada konsumen.






