logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Otomotif    Mobil    Merek Mobil

Kelemahan Suzuki APV: Terlalu Kecil, Terlalu Besar


Masuk ke pasar otomotif Indonesia sebagai salah satu upaya menyeimbangkan dominasi produk kerjasama Toyota dan Daihatsu yaitu Avanza dan Xenia, Suzuki APV memang tidak terlalu signifikan. Hal ini terlihat ketika produsen Suzuki mengeluarkan varian dari Suzuki APV yang dibandrol dengan harga lebih mahal hanya karena perbedaan pada aksesoris, yang boleh dikatakan jeblok di pasaran. Para pengamat dan peminat otomotif Indonesia kemudian menelisik apa sebenarnya yang menjadi titik lemah dari Suzuki APV ini.

Melihat dan memperhatikan Suzuki APV rasanya pikiran yang timbul adalah keimutan dan kelucuan bentuk bodinya. Ada yang mengatakan bentuk atau model bodinya seperti roti tawar. Tidak hanya itu ketika dicoba di jalanan dalam medan yang berbeda pun konsumen merasakan memang ada masalah dengan bodi Suzuki APV ini.Padahal interiornya termasuk mewah, sekalipun tetap saja mesinya ada di bawah jok baris depan. Jadi, bisa dikatakan bahwa salah satu kelemahan Suzuki APV adalah pada bodinya. Sementara dari tenaganya cukup mumpuni untuk jenis mesin 1500cc ini.

Mobil Van

Suzuki APV dirancang untuk mobil keluarga. Artinya kendaraan yang diproduksi Suzuki ini mengisi pasar yang telah lebih dahulu diisi Avanza dari Toyota dan kembarannya Xenia dari Daihatsu, Maven dari Mitsubishi dan yang lebih mewah dari Nissan.  Ruangan penumpang yang lega membuat mobil ini cocok untuk keluarga berjumlah 6 orang. Barang-barang pun cukup banyak yang bisa dibawa dengan mobil ini. Berekreasi dengan Suzuki APV tentu akan cukup menyenangkan. Semua anggota keluarga bisa diajak.

Suzuki APV merupakan anak Suzuki Carry tapi dengan tampang yang lebih menawan. Mobil 1500cc ini cukup bagus untuk diajak keliling kota ataupun keluar kota yang tidak terlalu jauh karena menurut beberapa orang, tempat duduk penumpang tidak terlalu nyaman. Kaki terasa ada yang mengganjal dan bikin pegal. Ini juga kelemahan lain selain bentuk bodinya yang terlihat bongsor.

Pilihan warna untuk mobil jenis ini cukup bagus. Ada abu-abu dan hitam yang menjadi favorit para pemakainya. Penggunaan bahan bakar lumayan. Standar saja. Tidak terlalu boros. Namun, ada saja yang kurang dari mobil keluarga ini. Para pengguna merasakan ada yang mengganjal ketika diajak kencang di jalan tol di atas 80 km/jam yaitu agak melayang alias tidak mantap.

Bodi Terlalu Besar untuk Ban yang Terlalu Kecil

Bodi Suzuki APV seperti kapsul. Imut memang. Namun, coba perhatikan dengan saksama. Bodi yang imut dan agak bongsor tersebut ternyata tidak ditunjang dengan ukuran ban yang sesuai. Ban yang dipakai harusnya berukuran R14, bukan R13, biar agak imbang dengan bentuk bodi. Ban yang terlalu kecil itu membuat kenyamanan penumpang terganggu. Apalagi, saat melewati medan yang kurang bersahabat. Goncangan sangat terasa. Mungkin sasis mobil harus diganti agar kenyamanan lebih terasa. Selain itu seperti disebutkan sebelumnya ketika diajak kencang pun Suzuki tidak senyaman mobil keluarga lainnya, agak limbung. Mungkin ini erat kaitannya dengan bentuk sasis dan ukuran ban yang seperti kekecilan. Padahal untuk jenis Suzuki lainnya seperti Escudo misalnya, termasuk yang enak untuk dibawa lari. Mantap di jalan rata dengan kecepatan tinggi, dan tetap  nyaman ketika dibawa di jalan berbatu.

Selain itu, bodi Suzuki APV yang tampak mulus itu sepertinya kurang aman. Dengan tidak memiliki moncong atau kepala, bila terjadi kecelakaan, sopir dan penumpang yang duduk di sebelah sopir akan celaka lebih parah dibanding mobil yang ada kepalanya. Rasanya, jarak mobil yang sedang dikendarai dengan mobil lainnya sangat dekat seperti hanya ditutupi pembatas tipis. Apalagi, bila diperhatikan lebih lanjut, bahan pembuat bodi tampak tipis sekali. Sehingga membuatnya ringan dan tidak bisa mengimbangi terpaan angin pada saat mobil ini dibawa lari kencang.

Letak Mesin

Letak mesin mobil Suzuki APV ada di tengah. Hal ini, selain akan menimbulkan panas berlebih pada kaki penumpang, akan menyulitkan membenahi mesin bila terjadi kerusakan. Mekanik harus masuk ke bawah mobil dan berbaring memeriksa kerusakan mesin. Sepertinya pihak Suzuki harus memikirkan bagaimana mengatasi permasalahan ini. Selain itu, letak ban cadangan alias ban serep juga tidak strategis sehingga akan sedikit memakan waktu ketika akan menggunakannya.

Memang letak mesin seperti ini ada yang menyukainya. Namun, bila dipertimbangkan dengan saksama, lebih bagus jika letak mesin di depan atau di belakang sekalian, seperti milik letak mesin mobil VW.

Letak mesin di bawah ini memang sama persis dengan induknya yaitu Suzuki Carry. Ada yang mengira produk Suzuki APV ini hanya akal-akalan produsen untuk menaikkan pamor Suzuki Carry yang terlanjur dicapai sebagai mobil angkutan kota dan angkutan pedesaan. Coba saja perhatikan, dari mulai bentuk bodi yang hanya menambah sedikit moncong depan yang sebenarnya bukan untuk ruang mesin, ukuran ban, model sasis sama persis dengan Suzuki Carry. Hanya saja letak tempat duduk yang semuanya menhadap depan dengan interior yang tampak lebih dan modern. Padahal dibanding dengan Suzuki Carry, harganya jauh lebih mahal. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran konsumen. Artinya hanya untuk mengganti interior, letak jok penumpang dan moncong di depan, harus membayar jauh lebih mahal dibanding dengan Suzuki Carry sebagai induknya.

Namun anehnya sekalipun di pasaran tidak terlalu bagus, produsen malah terus mengeluarkan varian baru dari Suzuki APV ini yang sebenarnya telah kalah bersaing dengan Avanza dan Xenia, bahkan dengan keluaran Mitsubishi yang pada beberapa bagian terlihat sama yaitu Maven, Suzuki APV tetap saja tak berkutik.

Penggunan mobil di Indonesia tentu saja terus berkembang dan lebih cerdas, mengingatkan mudahnya memperoleh akses tentang teknologi otomotif sekarang ini. Jadi bisa dipastikan hanya golongan kecil saja yang membeli mobil hanya karena senang dengan bentuk bodi atau tongkrongannya, selebihnya bisa berpikir lebih rasional termasuk masalah konsumsi BBM, interior dan kenyamanan kendaraan tersebut baik ketika dibawa menghadapi medan sulit seperti jalan berlubang atau bergelombang, maupun untuk diajak lari pada kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan.

Hal inilah semestinya yang harus menjadi perhatian para produsen bila produknya ingin masuk pasar dan disambut dengan gegap gempita. Bila tidak, produknya bisa dipastikan hanya akan numpang lewat setelah itu lupakan. Apalagi bila dari sisi harga jauh lebih mahal. Dan inilah sebenarnya yang jadi masalah dengan Suzuki APV, harganya terlampau mahal untuk mobil keluarga dengan tampilan dan spesifikasi teknis seperti itu. Rupanya kalau Suzuki APV ingin diterima masyarakat dengan lebih baik, harus berusaha untuk meninggalkan spesifikasi yang dimiliki induknya yaitu Suzuki Carry, dengan memberi ban yang lebih besar dan memikirkan mesin agar jangan disimpan di tengah lagi misalnya. Tapi semua itu kembali kepada produsen, tentu saja punya alasan tersendiri kenapa tetap menyimpan mesinnya di tengah seperti halnya Suzuki Carry.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Harga Mobil Bekas Avanza yang Laris Manis
  • Histori Mitsubishi Lancer
  • BMW Indonesia Mengejar Mission Impossible 5
  • Proton Exora, Mobil Asal Malaysia
  • Variasi Mobil Avanza: Memperindah Mobil Atau Demi Keamanan?
  • Kelebihan Kijang
  • Mobil Proton: Mencari Rumput di Tetangga
  • Mobil Ceper Retro dan Mobil Terceper di Dunia
  • Mazda: Satu Lagi Produsen Kendaraan dari Jepang
  • Wow, Toyota Starlet Masih Diburu Orang Hingga Sekarang
  • BMW - Mobil Berteknologi Ramah Lingkungan
  • 10 Mobil Termahal di Dunia Beserta Daftar Harganya
  • Meski Bekas, Harga mobil Avanza Tetap Tinggi
  • 5 Generasi Toyota Kijang
  • Antara Toyota Kijang Innova, Avanza, dan Xenia
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA