Kelemahan Suzuki Thunder

Kelemahan Suzuki Thunder yang banyak terjadi, tidak menyebabkan motor merk ini kehilangan penggemar. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2000 dengan versi 250 cc, kini Suzuki Thunder masih diproduksi.
Hanya saja, saat ini versi 250 cc sudah tidak lagi diproduksi dan hanya berfokus pada Suzuki Thunder 125 cc saja.
Tetap Disukai
Menggunakan mesin berkode EN 125, Suzuki Thunder kini diklaim sebagai salah satu motor dengan jumlah pengguna terbesar. Hal ini khususnya jika dilihat dari jumlah club Suzuki Thunder yang mencapai puluhan nama.
Yang menunjukkan bahwa motor ini banyak disukai masyarakat dan menjadi pilihan. Baik untuk penggunaan sehari-hari maupun untuk keperluan khusus, seperti touring.
Thunder dikenal irit bahan bakar untuk motor lelaki. Selain itu, dengan kapasitas tangki bahan bakar yang bisa ditampung cukup banyak, yaitu 14 liter dan residu 2 liter. Sehingga untuk keperluan berkendara jarak jauh, pengendara Thunder tidak perlu terlalu sering mengisi bahan bakar di jalan.
Di sisi lain ada beberapa hal yang dikeluhkan oleh sebagian masyarakat terkait performa Suzuki Thunder ini. Di mana bagi sebagian konsumen, hal ini terasa sangat mengganggu khususnya bagi mereka yang sering menggunakan kendaraannnya untuk beraktivitas yang tinggi.
Kelemahan
Beberapa hal yang menjadi kelemahan motor ini adalah :
- Kemampuan tenaga yang kurang optimal. Mengingat kapasitas mesin yang hanya 125 cc, harus memikul beban kendaraan seberat 130 kg dalam keadaan kosong. Bayangkan, bila harus ditambah bobot pengendara dan jumlah bahan bakar dalam kondisi full. Betapa terengah-engahnya motor ini. Dalam keadaan standard penuh, motor ini hanya bisa dipacu pada kecepatan maksimal 135 km/ jam.
- Struktur rangka bulat yang kurang menunjukkan kesan tangguh. Bandingkan dengan “adiknya” yaitu Suzuki Shogun yang meski kecil namun terlihat gagah dengan swing arm kotak yang terlihat kokoh.
- CDI menggunakan limiter. Bagi mereka yang mendamba kecepatan. Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap pencapaian kecepatan kendaraan. Beberapa pemilik Thunder mengganti CDI mereka, dengan CDI milik Suzuki Shogun tahun 96-99 yang tanpa limiter. Tentu, ada perubahan besar yang dilakukan khususnya untuk posisi dudukan dan soket yang berbeda.
- Nyala lampu kurang terang. Bandingkan dengan motor sejenis yang memiliki nyala lampu lebih terang.
- Komstir. Ini adalah bagian yang digunakan untuk mengatur kekencangan stang. Komstir milik Thunder sering mengalami masalah yaitu sering tidak seimbang yang menyebabkan stang motor terasa oleng termasuk pada jalan yang lurus dan halus.
| Beri rating untuk artikel di atas |








