Mengatasi Kelemahan Wanita

Kelemahan wanita dianggap sebagai salah satu penyebab penghambat karir seorang wanita dalam dunia kerja. Wanita kerap dianggap tidak mampu untuk menduduki posisi tertentu dan lebih condong untuk bekerja pada bidang yang menonjolkan feminisme saja.
Beberapa kelemahan wanita yang menjadikan wanita kerap menduduki posisi nomor dua di antaranya masalah perasaan. Kodrat wanita yang memiliki perasaan lebih halus menjadikan wanita lebih sering mengedepankan masalah perasaan daripada logika dan rasionalitas dalam pengambilan keputusan.
Selain itu, siklus menstruasi seorang wanita pun dijadikan sebagai faktor kelemahan wanita untuk tidak dimungkinkan melakukan jenis pekerjaan tertentu. Sebab, pada saat mengalami siklus menstruasi ini, seorang wanita secara alamiah sering mengalami kelabilan emosional. Sehingga, tak jarang hal ini menimbulkan emosi berlebih pada seorang wanita.
Selain masalah psikologi, kelemahan wanita lain adalah di bidang fisik. Banyak anggapan yang menyebutkan bahwa wanita tidak memiliki fisik yang sekuat kaum pria. Meski hal in dialami oleh sebagian besar pria, namun bukanlah sebuah kebenaran 100 persen. Sebab, dengan era emansipasi pada saat ini banyak pula wanita yang memiliki kekuatan fisik seperti seorang laki-laki. Hal ini dibuktikan pada bidang olahraga, di mana saat ini banyak juga olahraga yang dulu didominasi kaum pria, sudah dimainkan pula oleh kaum wanita. Seperti sepak bola, tinju atau angkat berat.
Mengatasi Kelemahan Wanita
Dengan kondisi ini dan fakta yang ditunjukkan di bidang olahraga, menunjukkan bahwa pada dasarnya kelemahan wanita bukanlah halangan untuk berprestasi. Dalam bidang apa pun, wanita memiliki potensi dan hak yang sama dengan pria untuk meraih cita-citanya.
Yang perlu diperhatikan adalah tentang bagaimana cara untuk mengatasi semua kelemahan tersebut dan menjadikannya sebagai modal untuk meraih prestasi.
- Proses penggunaan perasaan dalam pengambilan keputusan hendaknya dikelola agar tidak menghilangkan unsur rasionalitas dalam proses tersebut. Namun, ubahlah tingkat perasaan tersebut sebagai modal untuk meningkatkan kewaspadaan pada saat seseorang mengambil sebuah keputusan.
- Sikap lemah lembut yang banyak menjadi karakter wanita, hendaknya dikelola sebagai sebuah modal untuk menumbuhkan rasa sabar. Hal ini merupakan sebuah nilai lebih kaum wanita daripada pria yang banyak mengedepankan emosi dalam setiap permasalahan yang dihadapi mereka.
- Tumbuhkan keyakinan dalam diri seorang wanita, untuk sadar bahwa kekuatan fisik bukanlah penentu keberhasilan. Melainkan hanya salah satu penentu keberhasilan namun bukan satu-satunya penentu. Sehingga, meski pun secara fisik wanita banyak yang lemah namun bukanlah hambatan untuk bisa meraih sukses.
- Wanita yang dianugerahi kreativitas harus mampu mengembangkannya menjadi sebuah peluang untuk meraih keberhasilan. Selain itu, peran wanita di Indonesia yang lebih banyak sebagai ibu rumah tangga merupakan sebuah modal karena banyak waktu luang yang tersedia dan fleksibilitas bekerja.






