logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

Beranda    Binatang Peliharaan    Kelinci    Pemeliharaan Kelinci    Kelinci Panjang Umur

Tips Agar Kelinci Panjang Umur

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 
[img:left]kelinci-panjang-umur.jpg[/img]

“My bunnies had babies! So cute! :)” Demikian komentar si ratu sosialita Paris Hilton dalam akun twitter-nya beberapa hari yang lalu. Ya, meskipun tren hewan peliharaan terus berputar; dari iguana, lou han, sampai landak, kelinci tetap menjadi pilihan favorit keluarga. 

Biaya perawatannya relatif murah jika dibandingkan dengan anjing atau kucing. Selain itu, sosoknya yang menggemaskan menjadi alasan kelinci selalu populer. Berdasarkan sebuah riset pada 2009 lalu, kelinci adalah hewan peliharaan favorit keempat setelah kucing, anjing, dan burung.

Akan tetapi, sayangnya kelinci identik sebagai hewan lemah yang mudah sakit. Cukup jamak kita temui kasus di mana kelinci mati padahal baru beberapa hari dibawa pulang.

Namun, tahukah Anda, pada dasarnya umur seekor kelinci dapat mencapai 12 tahun? Nah, simak tips perawatan berikut agar kelinci panjang umur.

1. No Junk Food, No Cry
 

Mengonsumsi makanan instan atau junk food setiap hari bisa mengurangi umur hidup manusia-dan ternyata demikian juga dengan kelinci. Jika si kuping panjang hanya mendapat dry food alias makanan kelinci pabrikan setiap hari, maka nutrisinya tidak akan terpenuhi dengan baik. Variasikan dengan sayur dan buah.

2. Jangan asal pegang

Untuk menghindari cedera dan syok, kelinci Anda harus dipegang dengan benar. Jangan pernah mengangkat kelinci dengan telinganya!

Cara mengangkat kelinci yang benar adalah tangan kanan menopang bokong kelinci dan tangan kiri menopang dada. Ini pun harus dilakukan oleh orang yang sudah dikenal oleh kelinci Anda, karena jika tidak ia akan panik dan trauma. 

3. Jadwal makan

Pada dasarnya, setiap kelinci makan besar pada saat matahari terbit dan terbenam. Yap, dua kali sehari. Terlalu banyak memberi makan kelinci dapat berujung pada obesitas.

Mungkin di mata Anda kelinci yang gembul seperti bola itu lucu. Akan tetapi, risiko kesehatan yang harus ia tanggung sangat berat.

Selain itu, saat mengganti makanannya, jangan tumpuk makanan baru di atas sisa lama. Kelinci tidak perlu diberi vitamin tambahan kecuali ia baru sembuh dari sakitnya, hamil-melahirkan-menyusui, atau stres. Kebanyakan vitamin malah bisa jadi penyakit untuk kelinci.

4. Mati ketakutan

Ungkapan ini bukan sekadar guyonan; kelinci adalah hewan sensitif dan ia benar-benar bisa mati ketakutan. Ingat selalu telinganya yang panjang. Jadi, jauhkan ia dari sumber suara yang mengagetkan, seperti motor, musik cadas, atau jeritan anak-anak. Jauhkan ia dari ruangan yang suhunya berubah-ubah. Jangan letakkan ia di bawah sinar matahari.

Diangkat atau digendong dengan kasar atau mendadak juga bisa membuat kelinci stres. Kehadiran hewan lain yang lebih dominan bisa membuatnya ketakutan setengah mati. Selain itu, mengingat indra penciumannya yang super-peka, jangan menyemprotkan parfum atau bahan kimia tajam apa pun di dekatnya.

5. Hangout time

Jika Anda meletakkan kelinci dalam kandang, pastikan ia punya waktu jalan-jalan minimal 2 jam per hari. Perhatikan juga hal ini saat melepasnya: pastikan tidak ada kabel menjuntai (ya, kelinci Anda pasti menggigitnya), karpet, atau tanaman beracun di sekitarnya (cek google untuk mencari tahu tanaman apa saja yang beracun untuk kelinci).

6. Tinggal di mana?

Lupakan bayangan romantis mengenai kelinci yang berlompatan bebas di padang rumput. Kelinci domestik alias peliharaan akan hidup lebih lama jika dipelihara di dalam rumah.

Kenapa? Kesehatannya lebih terjaga, terhindar dari risiko stres yang tidak perlu ("berkenalan" dengan kucing tetangga saat jam makan siang, misalnya), cuaca (kelinci tidak tahan udara panas), dan lingkungannya pun lebih bersih (kecuali jika lantai ruang keluarga Anda ternyata sejorok kebun). 

7. Jangan menunda 

Bawa kelinci ke dokter hewan sesegera mungkin setelah Anda mendeteksi gejala sakit (diare, flu, kutu, dll). Banyak penyakit kelinci yang sebenarnya mudah diobati, tetapi karena terlambat ditangani malah menimbulkan kematian.

Oh, iya. Bicara soal dokter hewan, kelinci yang disterilisasi juga akan hidup lebih sehat, lama, dan lebih kalem. 

Intinya, perawatan dan kebersihan akan membuat kelinci Anda lebih sehat dan hidup lebih lama.

Selamat bersenang-senang dengan si kuping panjang!

 

Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA