logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Kelompok Sosial

Kelompok Sosial

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Ilustrasi kelompok sosial 

 

Berdasarkan asal usul katanya, kelompok sosial dibagi menjadi dua kata yakni kelompok dan sosial. Menurut KBBI, kelompok adalah kumpulan atau golongan atau gugusan. Sementara itu, sosial adalah berkenaan dengan masyarakat. Bila kedua kata tersebut digabungkan, pengertian dasar dari kelompok sosial adalah kumpulan atau golongan atau gugusan yang berkenaan dengan masyarakat. 

Menurut Soerjono Soekanto, kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan manusia-manusia yang memtuskan untuk hidup bersama-sama dan berinteraksi satu sama lain sehingga timbul hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi.

Syarat-syarat kelompok sosial menurut Soekanto adalah orang-orang yang terkandung di dalamnya harus merasa sebagai bagian dari kelompok tersebut, memiliki norma-norma yang mengatur hubungan di antara para anggotanya, memiliki tujuan bersama, dan berinteraksi satu sama lain antaranggota. 

Ciri-ciri Kelompok Sosial

Berikut ini ciri-ciri kelompok sosial:

  • Memiliki hubungan atau interaksi antaranggota dalam kelompok itu
  • Memiliki struktur sosial yang jelas misalnya dengan adanya struktur organisasi kelompok tersebut.
  • Memiliki tujuan yang ingin dicapai bersama-sama.
  • Memiliki aturan atau norma-norma yang diterima umum oleh setiap anggota dalam kelompok tersebut.

Berdasarkan definisi dan ciri-ciri tersebut, kelompok sosial haruslah sebuah kumpulan orang-orang yang terorganisir. Orang-orang yang tergabung dalam kelompok tersebut harus memiliki hubungan atau setidaknya memiliki visi yang sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Kelompok Sosial dan Aplikasinya

Kelompok sosial bukanlah sekumpulan orang-orang yang berkumpul pada suatu waktu dan kemudian membubarkan diri tanpa tujuan yang jelas. Contoh kasus yang menarik untuk dijelaskan dengan konsep ini adalah kerumunan orang. Kerumunan orang bukan sebuah kelompok sosial karena tidak memenuhi ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas.

Bagaimana dengan sebuah organisasi? Organisasi adalah sebuah bentuk kelompok sosial. Organisasi tersebut bisa bertujuan untuk mencapai keuntungan tertentu seperti pada perusahaan (organisasi profit) atau organisasi yang sifatnya tidak bertujuan untuk mencari profit seperti organisasi sosial.

Oleh karena itu, definisi kelompok akan tampak sangat luas asalkan memenuhi persyaratannya. Dalam lingkup analisis kelompok sosial, seorang peneliti wajib meneliti pertanyaan dasar yang mendasari pengertian kelompok sosial, apakah kelompok itu memiliki ciri-ciri sebagaimana dijelaskan di awal? 

Apakah organisasi profit termasuk kelompok sosial? Perusahaan merupakan salah satu bentuk organisasi dan juga kelompok sosial. Perbedaan utama dari perusahaan dengan kelompok sosial lainnya adalah tujuan yang hendak dicapai. Perusahaan memiliki tujuan utama untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya sehingga meningkatkan value perusahaan dan para stakeholder perusahaan tersebut. 

Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan biasanya menyusun sebuah struktur organisasi. Masing-masing posisi pada struktur organisasi tersebut harus memiliki spesifikasi dan deskripsi kerja tertentu sehingga tidak membingungkan posisi lainnya. Posisi tersebut masing-masing dipegang oleh anggota dari kelompok sosial yang tergabung dalam organisasi profit tersebut.

Kejelasan job description pada sebuah organisasi (terlebih organisasi profit seperti perusahaan) sangat penting. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi ambiguitas dan tumpang tindih tanggung jawab di antara anggota kelompok sosial dalam kasus ini. Seorang direktur utama memiliki tanggung jawab mengarahkan perusahaan sehingga mencapai tujuan yang telah dinyatakan sebelumnya.

Seorang direktur utama, sebagai anggota kelompok sosial, tidak memiliki kewajiban untuk melakukan pembersihan setiap properti yang dimiliki perusahaan secara langsung. Direktur utama hanya memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa property atau kantornya bersih sehingga meningkatkan citra perusahaan. Siapa yang melakukan pembersihant tersebut? Tentu saja bagian lain yang ada di perusahaan atau petugas outsourcing yang sengaja dipekerjakan oleh perusahaan.

Bila dianalisis, sesungguhnya organisasi profit memiliki seluruh ciri-ciri yang dipersyaratkan sehingga disebut sebagai kelompok sosial. Telah dijelaskan di awal, organisasi profit seperti perusahaan memiliki tujuan yang jelas. Selain itu, terjadi interaksi antaranggota yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Interaksi tersebut bisa terlihat dari aliran kerja atau aliran informasi yang terdapat di perusahaan. Selain itu, setiap perusahaan akan memiliki value yang hendak dibagi ke seluruh anggota organisasi (baca : karyawan dan direksi). Value tersebut ditularkan sehingga tingkah laku karyawan, seluruh anggota kelompok sosial, sesuai dengan value perusahaan.

Value tersebut bisa dikategorikan norma yang digunakan oleh organisasi tersebut. Selain itu, bisanya perusahaan juga memiliki Standing Operation Procedure (SOP) tertentu sehingga karyawan, bagian dari kelompok sosial, dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. SOP dan value tersebut bisa dikatakan sebagai norma yang berlaku di perusahaan. 

Bagaimana dengan Organisasi Non-profit, apakah termasuk dalam kelompok sosial? Berbeda dengan organisasi profit, organisasi non-profit tidak bertujuan untuk memperoleh keuntungan atau profit sebesar-besarnya. Pada organisasi non-profit tujuan yang ingin dicapai beraneka ragam. Salah satu contoh organisasi non-profit adalah sekolah.

Tujuan sekolah tentu saja bukan mencari keuntungan, melainkan untuk mendidik anak didik, anggota kelompok sosial dalam kasus ini, sehingga memiliki pengetahuan yang bisa berguna bagi mereka di masa yang akan datang. Tujuan sekolah bukan hanya transfer ilmu (transfer of knowledge) tetapi juga transfer akhlak (Transfer of wisdom). Oleh karena itu, efek sosial akan lebih terasa pada organisasi non-profit bukan hanya sebatas pada tujuan finansial. 

Sekolah memiliki tujuan yang lebih luas, bukan sekadar memberikan pengajaran pada anak didik. Sejatinya sekolah (bentuk interaksi kelompok sosial) merupakan tempat mendidik seorang manusia menjadi manusia seutuhnya. Budi pekerti, akhlak dan interaksi sosial antarmanusia jauh lebih penting dibandingkan pengetahuan itu sendiri. Sebuah pengetahuan bisa didapat dari buku, tetapi tidak untuk akhlak dan budi pekerti. Budi pekerti haruslah diajarkan dengan sabar dan penuh cinta.

Seorang guru (bagian dari anggota kelompok sosial dalam organisasi non-profit) sesungguhnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang sangat berat. Mereka tidak hanya berkewajiban untuk mengajari anak-anak macam-macam pengetahuaun, tetapi juga mendidik anak-anak tersebut. Tanggung jawab untuk mendidik ini sebenarnya tidak hanya dialihkan kepada guru-guru yang ada di sekolah.

Tanggung jawab tersebut harus tetap melekat pada orang tua. Dilihat dari ciri-ciri dan syarat kelompok sosial, sekolah bisa digolongkan ke dalamnya. Sekolah sejatinya memiliki tujuan sosial yang lebih besar (masuk ke dalam syarat pertama sebuah kelompok sosial). Selain itu, sekolah juga memiliki struktur organisasi dan pembagian kerja yang jelas.

Sekolah sebagai tempat pembentukan karakter anak didik memiliki kewajiban untuk menularkan nilai dan norma yang dimiliki sekolah. Tidak hanya terbatas sekolah, norma-norma yang secara umum diterima masyarakat pun sejatinya juga diajarkan sekolah. Oleh karena itu, sekolah dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk kelompok sosial.

Kelompok Sosial - Pandangan Sekolah Masa Kini

Sebagai sebuah tempat untuk mendidik, sekolah menjadi tempat yang sakral dan vital di sebuah negara. Sebuah negara wajib memiliki bentuk sekolah dan sistem pendidikan yang baik. Sistem pendidikan yang baik menjadi keniscayaan karena akan menghasilkan sumber daya manusia (anggota kelompok sosial) yang unggul dan memiliki karakter bangsa dan negara.

Namun, pada praktiknya, terjadi degradasi atau transformasi fungsi dan tujuan sekolah (kelompok sosial). Meskipun hal itu tidak terjadi secara kontras, namun sejatinya telah terjadi penurunan fungsi sekolah. Sekolah hanya dijadikan tempat transfer pengetahuan (Transfer of Knowledge), bukan lagi Transfer Akhlak (Transfer of Wisdom).

Fungsi awal dan sejati dari sekolah harus dikembalikan ke bentuk aslinya. Tidak hanya di sekolah, perubahan tersebut bisa dimulai bahkan ketika anak didik (calon anggota kelompok sosial) belum duduk manis di bangku sekolah. Maksudnya, peran orang tua dan orang-orang terdekat anak didik mempunyai tanggung jawab yang besar dalam membangun karakter anak didik tersebut.

Pelajaran mengenai kejujuran, kerja keras, penghormatan kepada orang yang lebih tua, dan saling mengasihi antarsesama wajib diberikan. Oleh karena itu, kelompok sosial seperti sekolah tidak hanya dibebani tanggung jawab yang begitu besar. 

 

Tolong di SHARE :
Share
 
Artikel Terkait

Mengenal Forum Bebas Indonesia
Forum bebas Indonesia adalah sebuah forum berbasis web yang diciptakan untuk menampung aspirasi masyarakat Indonesia mengenai semua hal. Ada banyak forum bebas Indonesia yang telah menjamur di masyarakat bahkan menjadi buah bibir oleh pihak-pihak yang berkontribusi bagi Negara Indonesia.

Hal Penting di Balik Berdirinya Suatu Himpunan
Himpunan merupakan perkumpulan sekelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Himpunan sedikit banyak mirip dengan organisasi, ada anggota, dan ketua. Dalam berbagai bidang, sekelompok orang ini pasti sering Anda temui. Mulai dari bidang sosial, hukum dan kesehatan.

Bola Mania Adalah Konsumen yang Loyal
Bola mania merupakan koloni penggemar sepak bola, bola mania disatukan dengan hobi yang sama yakni menonton bola. Komunitas bola mania biasanya sangat fanatik dengan sebuah klub sepak bola. Bola mania atau sporter merupakan nyawa kedua bagi klub sepak bola, mereka tak bosan menyemangati kesebelasan favoritnya, di mana pun berlaga.

Viking Bonek Satu Hati - Kebersamaan Sejati Duo Suporter Indonesia
Viking Bonek satu hati adalah istilah yang melekat erat pada dua suporter fanatik klub sepak bola Indonesia, Persib Persebaya. Viking Persib satu ini ini benar-benar memiliki ikatan yang akrab. Mereka saling bersahabat antara yang satu dan lainnya.

Mengenal Pendekatan dalam Perilaku Organisasi
Tahukah Anda pengertian perilaku organisasi? Perilaku organisasi jika dilihat dari sudut pandang keilmuan memiliki pengertian yaitu suatu ilmu yang membahas tentang perilaku tiap-tiap individu atau kelompok terhadap organisasi, membahas interaksi antara perilaku antara individu yang terdapat di dalam organisasi tersebut serta perilaku antara kelompok dengan kelompok yang ada di dalam organisasi, yang kesemuanya bertujuan untuk kemajuan suatu organisasi.

Bobotoh Persib - Pendukung Fanatik Persib Bandung
Setiap pertandingan sepakbola di manapun selalu dimeriahkan oleh para supporter fanatik atau holigan. Namun kehadiran mereka tak hanya sekadar memberi dukungan kepada tim kesayangan yang tengah berlaga. Tak jarang, para supporter fanatik ini justru membuat kerusuhan yang bahkan mengakibatkan pertandingan dibatalkan. Salah satunya adalah Bobotoh Persib.

Mengenang Tragedi Poso yang Memilukan
Kasus Mesuji dan Bima pada Desember 2011, seakan membuka kembali ingatan semua orang bahwa bangsa ini rawan konflik horizontal. Meskipun akar permasalahan kedua kasus tersebut karena dipicu konflik kepentingan penguasaha dengan masyarakat setempat, namun jika tak disikapi dengan bijak, bisa berbahaya. Dapat menimbulkan tragedi kemanusiaan. Dan Indonesia sudah pernah mengalami hal itu, tragedi Poso adalah salah satunya.

Pembentukan Kepribadian Melalui Masyarakat Multikultural
Tuhan menciptakan manusia beraneka ragam bentuk fisik, warna kulit, bahasa, dan budayanya. Jika perbedaan itu disikapi dengan positif ketika berdampingan sebagai masyarakat multikultural, akan bermanfaat sekali karena tiap kelompok masyarakat memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang memiliki keramahan, ketegasan, jiwa dagang, dan kelebihan lain yang jika dikolaborasikan akan bermanfaat untuk menciptakan kesejahteraan semua kelompok masyarakat.

Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
Perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat kultural sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kebudayaan itu sendiri. Oleh sebab itu, kita juga harus memahami terlebih dahulu hakikat kebudayaan.

Program Pemberdayaan Masyarakat Desa
Program pemberdayaan masyarakat desa harus dilakukan dan dioptimalkan. Desa memiliki potensi yang luar biasa besar dibanding dengan kota yang lahannya tercabik-cabik oleh pabrik, industri, pengolahan sampah, apartemen, hotel, pusat perbelanjaan, pembangunan jalan, dan pemukiman liar. Jika dilihat, kota begitu semrawut. Berbeda dengan di desa, semuanya begitu tertata rapi dan asri.

Menyikapi Keanekaragaman Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
Keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural adalah hal yang tak bisa dihindari. Apa saja contoh keanekaragaman tersebut? Perbedaan profesi, suku, agama, warna kulit, pola pikir, tingkat ekonomi, dan lain-lain, adalah contoh-contoh keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat.

Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
Ada beberapa jenis atau tipe kelompok pada kelompok sosial dalam masyarakat multikultural. Setidaknya pembagian kelompok sosial dalam masyarakat multikultural itu ada kelompok primer, sekunder, keanggotaa dan acuan yang masing-masing memiliki fungsi penting.

Merintis Pembangunan Masyarakat Harmoni
Konflik berujung bentrok fisik kerap mewarnai wajah publik kita. Di jalanan sampai gedung parlemen. Jakarta sempat mencekam akibat perkelahian di Koja. Makasar saban hari rusuh mahasiswa dan polisi. Publik cemas dan waswas. Pembangunan masyarakat harmoni kian sulit terwujud. Padahal, Indonesia punya falsafah Bhineka Tunggal Ika. Unity in diversity.

Mempertanyakan Masyarakat Bahari Indonesia
Masyarakat bahari merupakan karakter asli bangsa Indonesia. Negeri maritim memiliki laut yang luas. Namun ketika Indonesia memasuki era pembangunan modern, ternyata masyarakat bahari kurang tersentuh pembangunan. Padahal mereka memiliki potensi ekonomi yang luar biasa hebatnya.

Masyarakat Islam Indonesia
Masyarakat Islam itu cukup majemuk. Dalam kemajemukan itu mereka harus memu hidup dalam damai dan tidak dalam perselisihan. Islam cinta damai dan menghargai keyakinan orang lain. BIla setiap orang memahami bagaimana menghargai orang lain, maka perdamaian itu tidak sulit tercipta.

Belajar pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan bisa menjadi contoh bagaimana kehidupan yang sesungguhnya. Walaupun ada juga pedesaan yang telah berubah menjadi perkotaan dengan segala permaslahannya, beberapa desa masih seperti desa yang sebenarnya.

Antusiasme Sepak Bola Masyarakat Perkotaan
Penampilan gemilang Timnas Indonesia pada AFF Suzuki Cup 2010, membuat pamor Firman Utina dan kawan-kawan melesat bak meteor. From nothing to something. Demam bola melanda publik Indonesia. Media menaruh Tim Garuda di halaman depan (headline). Saban hari, jurnalis cetak dan televisi memberitakan Timnas dari A-Z. Euforia ini menjangkiti semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali, masyarakat perkotaan.

Mencermati Pengertian Masyarakat Tradisional
Pengertian masyarakat tradisional bukan sekadar masyarakat yang minim informasi atau tidak terjamah oleh modernisasi. Pengertian masyarakat tradisional diartikan sebagai sekelompok masyarakat yang hidup dengan tradisi tertentu.

Kelompok Informasi Masyarakat Mencegah Bencana
Bencana Indonesia terjadi bukan karena ramalan cenayang atau boleh jadi juga tidaklah sebuah azab. Indonesia memang termasuk ring of fire \\\'lingkaran api\\\'. Indonesia dikelilingi lautan dan gunung aktif. Jadi, bencana adalah sesuatu yang sulit ditolak. Salah satu jalan untuk mengantisipasi bencana-bencana tersebut adalah dengan membentuk kelompok informasi masyarakat.

Ciri-ciri Masyarakat Kota dan Desa
Ciri-ciri masyarakat kota itu banyak. Mengenal ciri-ciri masyarakat kota akan membuat orang yang ingin tinggal di kota dapat menyesuaikan diri dengan cepat.

Ciri-Ciri Masyarakat Modern
Saat ini kita sudah memasuki kehidupan modern, yang artinya merubah masyarakat menjadi lebih modern. Lalu bagaimanakah ciri-ciri masyarakat modern? Seperti apa ciri-ciri masyarakat modern itu?

Rumah Dunia Banten: Sosial Bermodal Kreativitas
Rumah Dunia tetap konsen di dunia pendidikan tanpa memungut biaya sepeser pun sehingga persoalan kebersihan dan kesehatan menjadi masalah yang belum terselesaikan hingga hari ini.

Viking Bandung, Kemapanan Kelompok Suporter Terbesar
Viking adalah salah satu dari beberapa kelompok pendukung fanatik tim sepak bola Persib Bandung. Kelompok ini dideklarasikan pada 17 Juli 1993 di sebuah rumah di Jalan Kancra Nomor. 34, Bandung.

Konsep Dasar Pembentukan Kelompok Sosial
Kelompok sosial adalah tema yang sangat luas untuk dibicarakan. Salah satunya adalah pembentukan kelompok sosial di dalam masyarakat. Ada poin-poin yang mendasari pembentukan kelompok tersebut, serta ada banyak ragam tipe dan jenis kelompok sosial yang terbentuk. Semua terlindungi dan terjamin di dalam Pasal 28 UUD 1945.

Topik Terkait
Kelompok Sosial
Antropologi Sosial
Definisi Sosial
Departemen Sosial
Diferensiasi Sosial
Dinamika Sosial
Etika Sosial
Fenomena Sosial
Gejala Sosial
Gerakan Sosial
Hubungan Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Sosial
Integrasi Sosial
Interaksi Sosial
Jaringan Sosial
Karya Ilmiah Sosial
Kerja Sosial
Kompetensi Sosial
Konflik Sosial
Kontrak Sosial
Lembaga Sosial
Lingkungan Sosial
Masalah Sosial
Masalah Sosial Remaja
Metode Penelitian Sosial
Mobilitas Sosial
Nilai Sosial
Norma Sosial
Organisasi Sosial
Pekerja Sosial
Pelapisan Sosial
Pendidikan Sosial
Pengendalian Sosial
Pengertian Sosial
Penyimpangan Sosial
Perilaku Sosial
Permasalahan Sosial
Perubahan Sosial
Perubahan Sosial Budaya
Pranata Sosial
Sains Sosial
Sistem Sosial
Sosial Budaya
Sosial Ekonomi
Status Sosial
Stratifikasi Sosial
Struktur Sosial
Teori Belajar Sosial
Teori Pembelajaran Sosial
Teori Perubahan Sosial
Teori Sosial

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA