logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Keluarga    Tips Keluarga    Rumah Tangga

Indahnya Menjadi Keluarga Harmonis


Ilustrasi keluarga harmonis

Siapa yang tak ingin menciptakan keluarga harmonis begitu melewati gerbang pernikahan? Anda pun pasti termasuk orang yang mendambakan hal ini. Untuk menciptakan keharmonisan keluarga tidaklah sulit selama Anda dan pasangan selalu bekerja sama.

Keluarga harmonis bukanlah keluarga sempurna yang pasti tidak pernah mengalami masalah. Keluarga harmonis adalah keluarga yang selalu rukun karena masing-masing pasangan menerapkan tanggung jawab secara baik. Setiap permasalahan rumah tangga yang datang pun pasti bisa diselesaikan dengan baik.

Kehidupan rumah tangga yang harmonis menjadi impian banyak orang. Harapan-harapan tersebut menjadi harapan yang wajar. Impian membangun sebuah keluarga yang akur, sejahtera, damai, ibarat tujuan utama dari setiap pasangan suami istri.

Keharmonisan Anda dalam berumahtangga bahkan menjadi doa dari banyak pihak. Ketika Anda memutuskan untuk menikah, lalu mengabarkan kepada keluarga atau orang-orang terdekat, doa-doa baik akan dengan deras meluncur tanpa diminta. Itu karena, harmonis adalah memang cita-cita atau harapan setiap manusia.

Terlebih dari kedua orangtua masing-masing mempelai. Berdoa untuk kebahagiaan rumah tangga anaknya pasti menjadi hal yang dilakukan. Tentu saja, karena siapa orangtua yang tidak ingin melihat anak-anaknya bahagia.

Pondasi Keluarga Harmonis

Ibaratkan rumah tangga harmonis adalah sebuah istana megah, harus ada pondasi yang kokoh dan baik agar istana tersebut dapat berdiri dengan gagahnya dan membuat siapa pun iri serta ingin tinggal di istana tersebut. Bagaimana pun keadaannya, sebuah pondasi dibutuhkan ketika ingin membangun sesuatu. Lalu, seperti apa pondasi untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis?

1. Komitmen

Jangan salah arti dengan kata yang satu ini. Karena, sebagian dari Anda mungkin berpendapat, bahwa komitmen hanya untuk perjanjian yang sifatnya tidak sukarela. Ada banyak hal yang harus dipelajari. Komitmen erat kaitannya dengan perjanjian yang dilakukan oleh kedua perusahaan. Lalu, apakah pantas sebuah komitmen diterapkan dalam kehidupan berumahtangga yang dasarnya adalah keikhlasan?

Komitmen merupakan hal penting. Dengan ini, aturan-aturan tidak tertulis dalam berumahtangga akan tercipta. Aturan itu lah yang menjadi pakem atau batasan, sehingga, tidak ada pelanggaran hak atau kewajiban yang dapat menimbulkan konflik dalam berumahtangga.

Bagaimana pun juga, rumah tangga dilakoni oleh dua orang berbeda yang memiliki keinginan serta ego masing-masing. Hal ini dilakukan untuk menyiasati agar semua berjalan dengan baik. Komitmen yang disepakati bisa berkenaan dengan banyak hal. Terutama masalah waktu. Atau jika Anda seorang wanita karir dan ingin tetap bekerja, sebaiknya utarakan ini. Buat persetujuan serta komitmen dari awal.

Komitmen dalam berumahtangga bisa mewujudkan sikap saling menghargai antara pasangan. Dengan mengetahui kebutuhan masing-masing, dan karena sudah dituangkan dalam komitmen, Anda akan belajar menghargai.

Bukan hanya itu, berkomitmen juga membuat masing-masing pasangan dapat saling mengerti. Ketika, pasangan ingin berkomitmen masalah waktu, lambat atau cepat kita akan mengerti tentang kebutuhan pasangan tersebut. Anda akan siap sedari awal dan mulai terbiasa dengan itu.

2. Keterbukaan

Ketika membuat sebuah komitmen, keterbukaan adalah unsur yang paling penting. Dengan ini, Anda bisa bebas mengemukakan apa yang menjadi kehendak. Saat membuat sebuah komitmen, saat ini lah Anda wajib terbuka kepada pasangan. Mengenai hal yang disukai dan tidak disukai, semuanya harus Anda jabarkan.

Dengan saling terbuka, tidak ada sesuatu yang ditutupi, Anda dan pasangan pada akhirnya akan saling percaya. Dan bukan kah itu yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan? Utarakan semuanya kepada pasangan, daripada cerita kepada pihak lain yang belum tentu membawa solusi. Karena, sebaik-baiknya pasangan adalah ia yang mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan.

Ciri-ciri Keluarga Harmonis

Ciri-ciri keluarga harmonis sebenarnya tidak bisa dijabarkan hanya karena pasangan tersebut selalu pergi kemana-mana berdua, selalu mengenakan pakaian yang senada ketika ada acara. Pasangan harmonis akan terlihat dari aura kebahagiaan yang terpancar dan akan terlihat dari bahasa tubuh.

Kelembutan yang dimiliki oleh pihak istri akan selalu diimbangi dengan ketegasan yang dimiliki suami. Tidak ada masalah dengan itu, sang istri tidak merasa disepelekan, dan sang suami tidak merasa menguasai. Semuanya berjalan seiring. Jika memiliki pendapat, masing-masing akan menguatkan. Apabila berbeda, sang istri akan cenderung mengalah. Namun, bukan berarti suami lantas bertindak sesuaka hati. Semua itu akan tampak dari luar. Tanpa harus ditutupi oleh kebersamaan yang semu.

Tips Menciptakan Keluarga Harmonis

Hal yang harus Anda lakukan saat hidup dengan pasangan adalah menerima segala kekurangannya. Rasa “menerima” ini akan memudahkan Anda untuk tidak mudah sebal atau kesal di kemudian hari. Karena ingat, kehidupan berumahtangga bukan hanya untuk satu atau dua tahun, tapi untuk jangka waktu yang lama. Menerima kekurangan dari pasangan akan membuat Anda mencintai pasangan apa adanya.

Hargai dan hormati pasangan Anda dalam hal apapun. Misalnya dalam beradu pendapat, hargai pasangan Anda tanpa menuduh bahwa pendapatnya adalah salah. Hindari beradu argumen di depan banyak orang. Lebih baik diam dan tersenyum.

Setiap orang pasti punya tanggung jawab, begitu pula dengan suami istri. Lakukan kewajiban Anda dengan baik sehingga tercipta keluarga harmonis. Ingat komitmen yang sudah dibuat. Penuhi kewajiban Anda.

Komunikasi adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan keluarga harmonis. Sering-seringlah mengobrol dengan pasangan untuk mempererat ikatan atau kontak batin Anda dengan pasangan. Selalu terbuka pada pasangan merupakan kunci keharmonisan keluarga. Bila ada masalah atau ada hal yang tak berkenan, ungkapkan pada pasangan dengan cara yang baik agar tidak menimbulkan salah paham.

Banyak-banyak lah meluangkan waktu bersama pasangan atau keluarga. Tak peduli sesibuk apapun Anda dalam hal pekerjaan, keluarga adalah hal nomor satu dalam berumah tangga. Meluangkan waktu untuk keluarga akan sangat baik bagi kesegaran dalam rumah tangga.

Bangun suasana romantis di antara Anda dan pasangan. Suasana ini bisa diciptakan lewat hal-hal kecil, misalnya suami memberi kejutan dengan memasakkan makan malam, atau  selalu memberi kecupan di saat istri baru bangun pagi. Hal-hal kecil yang rutin dilakukan umumnya lebih mempererat hubungan.

Bila perselisihan terjadi, redam lah rasa ego Anda agar masalah tidak semakin meruncing dan bisa berakibat buruk bagi rumah tangga Anda. Bila pasangan sulit mengalah, Anda lah yang harus mengambil peran. Dinginkan kepala, mengalah, lalu cobalah meminta maaf karena mungkin Anda melakukan kesalahan hingga terjadi perselisihan. Jangan ragu untuk meminta maaf, karena biasanya emosi seseorang akan menurun begitu pasangannya meminta maaf. Bila emosi kedua belah pihak sudah turun, tentu akan lebih mudah untuk saling bicara dan mencari solusi.

Tak hanya meminta maaf, Anda pun harus bisa memaafkan. Bila pasangan meminta maaf, Anda tak punya alasan untuk menolaknya. Saling maaf-memaafkan adalah hal penting untuk menciptakan keluarga harmonis.

Setiap pasangan memang memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda. Misalnya, suami punya kewajiban untuk bekerja dan istri punya tugas untuk mengurus rumah. Namun, pengkotak-kotakan tugas ini tidaklah mutlak. Sesekali bantulah pasangan Anda.

Bila tidak bisa, Anda cukup menemaninya. Misal, istri menemani suami yang sedang sibuk menyelesaikan tugas kantor di rumah, siapkan minuman atau makanan kesukaannya. Begitu pula dengan suami. Suami bisa membantu pekerjaan rumah tangga, misalnya mencuci piring atau sekedar menemani istri memasak.

Itu adalah beberapa tips yang bisa Anda coba terapkan untuk menciptakan keluarga harmonis. Tidak terlalu susah mewujudkannya, asal selalu ada rasa toleransi antar pasangan, keluarga harmonis pun bukan lagi sekadar impian.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Masalah Keluarga yang Bikin Sakit Kepala
  • Menjadi Pasangan Harmonis
  • Ibu Rumah Tangga vs Wanita Karir
  • Pernikahan Harmonis Bukan Sekadar Dongeng
  • Memilih Jasa Pengiriman Barang Terpercaya
  • Suami Sebagai Pohon Peneduh dalam Keluarga
  • Laki Laki – Melindungi Bukan Mendominasi
  • Undang-Undang KDRT
  • Menepis Citra Negatif Janda
  • Ada Surga di Rumah Kita
  • Setelah Menikah, Apa Lagi yang Dilakukan?
  • Perselingkungan dan Warna Harmonis Rumah Tangga
  • Kemampuan Manajerial dalam Rumah Tangga
  • Kegiatan Ibu Rumah Tangga Sehari-Hari
  • Dilema Ibu Bekerja
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA