logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    Kisah Sejati    Kisah Sukses Tokoh Politik

Menguak Bisnis Keluarga Jusuf Kalla


Ilustrasi keluarga jusuf kalla
Keluarga Jusuf Kalla merupakan salah satu keluarga pengusaha yang cukup sukses. Seperti kata pepatah, anak ayam akan berkotek, anak kambing akan mengembek. Artinya, anak itu tumbuh sesuai dengan lingkungannya. Kalau lingkungan bisnis yang ia lihat sedari kecil, besar kemungkinan ia akan menjadi tahu tentang bisnis sejak kecil. Bahkan ia akan menjadi generasi penerus yang akan memperbesar usaha yang telah dirintis orangtuanya. Generasi kedua biasanya akan lebih agresif karena ia sudah tahu medan sejak kecil sehingga lebih berani.

Keluarga Pengusaha

Jusuf Kalla bukanlah satu-satunya orang yang hidup dalam lingkungan pengusaha lalu menjadi pengusaha dan malah lebih melebarkan sayapnya. Sekarang malah lebih banyak lagi anak-anak muda usia dibawah 30 tahun telah menjadi kaya raya. Seperti juga Jusuf Kalla, mereka telah belajar berbisnis sejak kecil dan pada usia belasan tahun telah mulai melakukan bisnis sendiri. Jadi, ketika usia mereka menginjak 20 tahunan, mereka telah mapan dan tahu bidang bisnis yang diinginkannya dan terus mengembangkan bidang tersebut.

Tidak salah kalau sebelum 30 tahun, mereka telah menjadi begitu hebat. Kisah yang dituturkan oleh salah satu Kapolda daerah Kalimantan yang rumah mewahnya sempat menjadi sorotan ketika ada bom berdaya ledak rendah meledak di dekat rumah bertingkat dua yang terlihat cukup mewah itu. Takut disalahartikan oleh masyarakat sebagai harta korupsi, sang Kapolda langsung memberikan keterangan bahwa rumah itu milik istrinya.

Ayah sang istri, AA. Baramuli yang terkenal sebagai salah satu orang yang terpandang di negeri ini ternyata telah mempersiapkan anaknya menjadi seorang pengusaha sejak kecil. Ketika usia 15 tahun, sang anak telah mulai merintis usaha sendiri hingga ia mempunyai usaha di beberapa provinsi. Tidak heran kalau ia menjadi sangat kaya pada usia matangnya. Pernikahannya dengan seorang petinggi polisi tidak menghalanginya untuk terus menjadi pengusaha karena pekerjaan itu telah dijalankannya sejak lama.

Kisah Inspiratif

Kisah seperti ini tentunya akan menggugah banyak orangtua untuk memberikan pelajaran bagaimana menjalankan bisnis dengan baik. Bakat itu bisa diasah dan ditemukan. Selanjutnya, adalah usaha dengan disiplin tinggi dan kerja keras. Bakat yang tidak diikuti dengan kerja keras, akan menjadi percuma. Anak-anak yang telah berusaha sejak kecil ini tidak takut gagal karena ia merasa masih muda dan masih panjang waktu untuk belajar.

Itulah mengapa mereka tampak agresif dan hantam semuanya dengan perkiraan dan prediksi bersadarkan hitungan yang telah dipertimbangkan dengan baik. Pelajaran dan bimbingan orangtua membuat anak-anak ini tahu apa yang harus ia perbuat. Ia tidak akan bingung lagi harus bagaimana setelah tamat sekolah. Ia bahkan bisa menentukan apakah ia akan terus kuliah atau berhenti kuliah. Tidak jarang mereka malah berhenti kuliah. Lihatlah Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan lain-lain. Mereka tahu apa yang diinginkannya.

Semua pilihan itu ada di tangan. Tinggal bagaimana memilih yang dibutuhkan dan membuang sementara yang tidak dibutuhkan. Ketika hal yang telah disingkirkan tadi akan dibutuhkan, maka tinggal ambil dan manfaatkan sebesar-besarnya demi mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin. Asal tidak lupa bagaimana bersyukur dan terus berniat memberikan kemaslahatan sebanyak-banyaknya kepada manusia yang lain, anak-anak yang telah kaya ini tidak akan lupa dengan bumi yang ia pijak.

Mereka tumbuh menjadi pengusaha yang peduli dengan sesama dan tidak asal membuang orang yang pernah dipekerjakannya. Mereka akan tahu bahwa sebenarnya bisnis ini terkadang kejam sehingga timbul pembunuhan akibat bisnis. Namun, dengan banyak sahabat dan niat berbisnis yang benar, kekejaman dalam bisnis itu tidak akan ditemui. Jusuf Kalla dan keluarganya yang juga terjun ke dunia politik, sangat sadar dengan kekejaman dalam dunia bisnis.

Namun, keberaniannya membuatnya terus melangkah. Ia tahu apa yang ia perbuat dan ia pun tahu apa yang menjadi tujuannya. Itulah mengapa Jusuf Kalla selalu terlihat optimis dan tidak takut dengan apapun. Ia tahu senjata apa yang harus dipakai dalam menghadapi lawan yang seperti apa.
Menumbuhkan Jiwa Kewirausahawanan

Jumlah pengusaha di Indonesia masih jauh di bawah 2% dari jumlah total penduduk. Angka ini sangat memprihatinkan.  Bandingkan dengan Singapura yang lebih dari 20% penduduknya adalah pengusaha. Atau, Amerika Serikat, yang setiap harinya selalu muncul pengusaha-pengusaha baru.

Namun, Indonesia boleh berbangga karena banyak juga pengusaha sukses yang mampu bersaing dengan pengusaha-pengusaha manca negara. Salah satu pengusaha sukses tersebut adalah Jusuf Kalla, mantan wakil presiden Republik Indonesia, bersama dengan keluarga besarnya. Inilah salah satu contoh keluarga pengusaha yang berhasil menerapkan pendidikan yang baik dalam keluarganya. Banyak yang ingin tahu bagaimana pendidikan dijalankan dalam salah satu keluarga terpandang ini.

Warisan Orangtua

Jusuf Kalla dan keluarganya sejak lama berkecimpung di dunia bisnis. Diawali oleh Haji Kalla, orangtua Jusuf Kalla. Bisnis mereka bermarkas di Makasar. Pada 1964, ia memulai bisnis jual beli kain sarung yang dipasarkan di Sulawesi dan wilayah timur Indonesia.

Usahanya berkembang sampai ke jual beli hewan ternak. Namun, perkembangan usaha saat itu sangat terpengaruh oleh gejolak politik Indonesia yang tidak stabil. Ketika terjadi krisis, sempat ada pemikiran dari Haji Kalla untuk menutup usahanya, karena terancam bangkrut.

Akan tetapi, niat tersebut mendapatkan tentangan dari anak-anaknya, terutama Jusuf Kalla. Inilah awal mula berkembangnya CV. Haji Kalla menjadi grup usaha yang besar. Dalam tempo beberapa tahun saja, jusuf Kalla dan adik-adiknya berhasil membangun Kalla Grup menjadi kelompok usaha besar.

Mereka tidak hanya bergerak di bidang perdagangan lokal dan domestik, tetapi juga ekspor impor, otomotif, kontruksi, properti dan perhotelan, sampai usaha bidang perikanan, kelapa sawit, dan telekomunikasi. Hampir semua anggota keluarga Kalla, berkecimpung dalam usaha-usaha tersebut.

Tangan Dingin
Jusuf Kalla dikenal sebagai pengusaha bertangan dingin. Bagaimana tidak, ketika mulai aktif di perusahaan ayahnya, bisnis tersebut terancam karam.  Namun, lulusan fakultas ekonomi Universitas Hasanuddin itu, mampu menyelamatkan bisnis orangtuanya, bahkan mengembangkannya. Ketika sang ayah tak lagi banyak mengurusi usahanya, Jusuf Kalla-lah yang menjadi nakhoda.

Salah satu kehebatan Kalla tidak lain dan tidak bukan adalah dalam hal jaringan yang luas dengan kemampuan lobi dan negosiasi yang ulung.  Dia memang pengusaha, tetapi sangat aktif berorganisasi sehingga pergaulannya melintas batas berbagai kepentingan. Kemampuan lobi dan negosiasinya tersebut sudah terlihat sejak kuliah. Kalla termasuk sebagai aktivis kampus dengan jabatan Ketua Dewan Mahasiswa.

Politik Dukung Bisnis
Dibandingkan pengusaha-pengusaha lokal lainnya, Kalla boleh disebut sebagai pengusaha yang sangat aktif berpolitik. Hebatnya, kegiatan politik tersebut tidak mengganggu bisnisnya.

Justru sebaliknya, seluruh kegiatan politik Kalla, mendukung aktivitas bisnisnya. Sejak Kalla aktif dalam berbagai kegiatan politik, grup usahanya semakin membesar dan bahkan menjadi konglomerasi di berbagai bidang. Keuletan dalam berdagang bersinergi secara hebat dengan kemampuan lobi politiknya. Ia sempat menjadi Kepala Dolog Sulawesi Selatan, menjadi anggota MPR utusan golongan berkali-kali, aktif di berbagai organisasi politik dan bisnis, serta jabatan lainnya.

Puncaknya, ketika Kalla berhasil menduduki kursi wakil presiden pada 2004 silam, diawali oleh ajakan Abdurrahman Wahid menjadi menteri perdagangan dan industri. Selain itu, Kalla juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Bukaka Grup
Kehebatan keluarga besar Jusuf Kalla dalam berbisnis dan berpolitik, terlihat dari eksinya grup usaha Bukaka. Selain Kalla Grup, Bukaka Grup menjadi penanda kesuksesan keluarga ini.  Bukaka sengaja dibangun untuk eksistensi mereka di Jakarta, sedangkan Kalla Grup sudah kadung identik dengan Sulawesi Selatan dan Indonesia Timur. Bukaka bergerak di berbagai bidang, terutama industri berteknologi tinggi seperti telekomunikasi.

Perusahaan ini menjadi rekanan perusahaan seperti Telkom, Indosat, Telkomsel, dan lain-lain sebagai kontraktor pembangunan menara BTS. Selain itu, nama Bukaka semakin menjulang saat berhasil menjadi salah satu produsen Garbarata (akses penyambung dari bandara ke pesawat terbang di bandar udara [belalai gajah]).

Garbarata sukses bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di luar negeri. Terakhir, Bukaka Grup yang sudah go public ini, menjalin kerja sama dengan perusahaan terkemuka Singapura, Singtel, membangun jaringan telekomunikasi di kawasan Indonesia Timur. Bukaka dan Kalla Grup kian menunjukkan kiprah hebat Jusuf Kalla dan keluarganya dalam berbisnis.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Tanggal Lahir Bung Karno dan Perjalanan Indonesia
  • Riwayat Hidup Jusuf Kalla yang Bersahaja
  • Peruntungan & Tanggal Lahir Barack Obama
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA