Tetek Bengek Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta
Kemacetan lalu lintas di Jakarta memang sudah terlalu parah. Berita-berita di televisi sudah gencar juga melaporkan kepada masyarakat. Namun, ternyata di berita juga masih ada yang melakukan urbanisasi ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Padahal, Sumatra seperti; Bengkulu, Jambi, Aceh, lalu pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, masih banyak lahan kosong. Kita jadinya setuju-setuju saja bila ibu kota negara Indonesia kita yang tercinta ini pindah ke pulau Kalimantan.
Kemacetan lalu lintas di Jakarta sudah memasuki stadium akhir. Kemacetan lalu lintas ini sebenarnya sangat mengganggu personal-personal yang ada di ibu kota. Siapa suruh datang Jakarta, bukan?! Dengan kemacetan lalu lintas yang bertambah parah, pemerintah pasti akan lebih sibuk lagi mengurusi kota Jakarta. Kasihan, itulah pahalanya jadi pemimpin. Namun, jika tidak amanah, itulah dosa besar bagi pemimpin, yang mana neraka jahannam sudah siap sebuas-buasnya menjilat para pemimpin tidak amanah itu.
Kemacetan Lalu Lintas Jakarta
Sebab-sebab Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta:
- Urbanisasi penduduk Indonesia ke Jakarta.
- Kendaraan pribadi penduduk Jakarta dan pendatang yang melejit bertambah setiap tahunnya.
- Ada demonstrasi atau aksi-aksi mahasiswa yang memenuhi jalan ibu kota, seperti di Bundaran Hotel Indonesia atau di depan Istana Negara, dan sebagainya.
- Kecelakaan lalu lintas di jalan-jalan Jakarta sebagai akibat pengendara kendaraan yang tertekan fisik dan mentalnya menghadapi kemacetan lalu lintas di Jakarta ini, seperti kurang sabar untuk memoncongkan moncong kendaraannya lebih ke depan.
- Jalan di Jakarta yang bertambah sempit akibat pembangunan busway, walaupun busway sendiri juga ada banyak manfaat lebih, namun tidak diimbangi jumlah pembangunan jalan. Toh jalannya sudah tidak ada tempat untuk ditambah-tambah.
- Penciptaan kendaraan pribadi yang melejit, menambah jumlah pengendara motor atau mobil di jalan.
Solusi Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta
- Transmigrasi penduduk Jakarta.
- Pembatasan jumlah pendatang ke Jakarta yang tidak memiliki kepentingan yang dangat penting di Jakarta, seperti ingin membangun rumah untuk menetap di Jakarta, dan lain-lain.
- Pengurangan jumlah kendaraan di jalanan.
- Tetap memakai sistem three in one pada jalan-jalan tertentu, dan memberikan sanksi yang tegas bagi yang masih melanggar atau mengadakan three in one palsu.
- Menindak tegas three in one palsu. Kan mereka suka berjejer di jalanan untuk menjadi three in one palsu.






